Saila Nur Kamilah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DHI’AFA DALAM SURAH ANNISA: 9 DAN RELEVANSINYA DENGAN FENOMENA STRAWBERRY GENERATION: STUDI TAFSIR AL-MISBAH Saila Nur Kamilah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i4.1191

Abstract

Generasi muda perlu mengubah diri agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang terstruktur, sehingga bisa menjadi individu yang tangguh dan tegar, tidak mudah menyerah, dan selalu bertanggung jawab. Ini akan membantu mereka menjadi pemimpin yang memiliki integritas dan karakter yang kokoh di masa depan. Di era saat ini, banyak ditemui generasi yang rentan dan mudah terpengaruh, yang sering disebut sebagai "generasi strawberry" karena terlihat menarik dan baik di luar, tetapi rapuh di dalam. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang menggunakan Kitab Tafsir Al-Misbah oleh M. Quraish Shihab dan karya-karya terkait untuk menganalisis makna kata "dhi’afa". Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis konten. Kesimpulan penelitian menyoroti pentingnya nilai-nilai pola asuh Islami dalam QS An-Nisa ayat 9, seperti yang diuraikan dalam tafsir Al-Misbah, untuk menghindari anak-anak dari menjadi generasi yang rentan. Penelitian ini juga menunjukkan pola-pola pengasuhan yang dapat membantu menghindari dampak negatif dari "generasi strawberry" berdasarkan penafsiran kata "dhi’afa" dalam tafsir Al-Misbah. Oleh karena itu, peneliti menegaskan bahwa orang tua di zaman sekarang memerlukan pendidikan tambahan tentang pengasuhan anak, mulai dari pendidikan hingga memberikan kasih sayang. Pentingnya pendidikan orang tua saat ini adalah untuk menciptakan generasi yang teguh dalam keimanan dan tidak mudah rapuh. Pola asuh Islami ini didasarkan pada konsep tauhid, keimanan, dan Akhlakul Karimah.
PEMBACAAN TRADISI ASMAUL HUSNA SEBELUM MENGHAFAL AL-QUR’AN DI RQ MASKANUL MUTTAQIN JAMBI Saila Nur Kamilah; Amanda Clara Puspita; Shofia Feliza
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1309

Abstract

Jurnal ini merupakan hasil penelitian praktik living qur’an dan hadist disebuah Rumah Qur’an Maskanul Muttaqin yang berupa tradisi pembacaan Asmaul Husna setiap sebelum memulai menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana tahap-tahap pelaksanaan living Qur’an dan Hadist di Rumah Qur’an Maskanul Muttaqin metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang di mana dalam pengumpulan datanya melalui observasi, interview dan dokumentasi. Penelitiaan ini menggunakan teori fenomonologi yang dikemukakan oleh Alfred Schutz yang menggambarkan tindakan seseorang dilihat dari dua aspek yaitu because motif dan in order to motif. Dari teori tersebut dapat dipahami bahwa tradisi pembacaan Asmaul Husna Rumah Qur’an Maskanul Muttaqin dilakukan karena turun temurun dari pimpinan Rumah Qur’an Maskanul Muttaqin dan bertujuan untuk menggapai keberkahan agar dimudahkan dalam menghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama, tradisi pembacaan Asmaul Husna sudah ada sejak tahun 2021 di mulai berdirinya Rumah Qur’an Maskanul Muttaqin. Kedua, dalam prakteknya pembacaan Asmaul Husna dipimpin oleh satu orang dan diawali dengan pembacaan tawashul dan pembacaan 99 Asma Allah dengan mempunyai nada khas tersendiri serta diakhiri dengan do’a . Ketiga, tradisi pembacaan Asmaul Husna dilaksanakan setiap subuh dalam rangka memulai untuk menghafal Qur’an. Keempat, tujuan dari pembacaan Asmaul Husna adalah untuk memperoleh keberkahan dalam menghafal Al-Qur’an supaya di mudahkan untuk menghafal dan dengan amalan ini bisa menjadi jalan menuju syurga nya Allah SWT.