Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

MANAJEMEN STRATEGI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM MENGATASI SAMPAH POPOK SEKALI PAKAI DI KOTA SURABAYA Shinta Nurhaliza; Indira Arundinasari
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1260

Abstract

Peningkatan penggunaan popok sekali pakai berkontribusi pada bertambahnya timbulan sampah rumah tangga yang sulit terurai sehingga menjadi tantangan dalam pengelolaannya. Di Kota Surabaya, persentase sampah popok mengalami peningkatan dari tahun 2024 hingga tahun 2025 serta masih terdapat pencemaran lingkungan. Atas dasar itu, Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan instruksi wali kota untuk seluruh kecamatan dan organisasi pemerintah daerah khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya selaku leading sector untuk mendukung Surabaya Bebas Sampah Popok dan Pembalut Sekali Pakai dan surat edaran untuk perusahaan di Surabaya mendukung melalui program Corporate Social Responsibility. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dalam mengatasi sampah popok sekali pakai menggunakan teori manajemen strategik Fred R.David mencakup formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya telah melaksanakan formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi. Namun, Formulasi masih memerlukan penyusunan alternatif strategi, implementasi berlandaskan pada Peraturan Daerah Kota Surabaya No.1 tahun 2019 dan instruksi wali beserta surat edaran terkait dukungan agar Surabaya Bebas Sampah Popok dan Pembalut Sekali Pakai, diwujudkan dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi serta pemberian popok kain guna ulang. Kemudian, diperlukan penguatan sumber daya manusia dan anggaran. Evaluasi strategi telah dilaksanakan secara berkala meskipun masih memerlukan penguatan di aspek tindakan korektif.