Sunarni Yassa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Budaya dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Bugis, Dari Mitos Ke Logos, Dan Fungsional (suatu Tinjauan Filsafat Budaya C.A. van Peursen) Sunarni Yassa; Muhammad Hasby; Edi Wahyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1818

Abstract

Perkembangan budaya dan kepercayaan masyarakat Bugis, tidak terlepas dari peran dan fungsi mitologi, meskipun mitos tidak memberikan bahan informasi kepada manusia bahwa kekuatan-kekuatan ajaib itu seperti apa bentuknya, tetapi minimal dapat membantu manusia agar mampu menghayati daya-daya itu sebagai kekuatan yang mempengaruhi dan menguasai alam kehidupan. Menurut C. A. van Peursen strategi dalam memahami perkembangan budaya terbagi dalam tiga tahap, yakni; tahap mitis, tahap ontologis, dan tahap fungsional. Pada masyarakat Bugis dalam tahap mitis telah nampak di periode Galigo yang menggambarkan gejala-gejala metafisik tentang awal-mula terciptanya dunia, dan bagaimana Dewa di langit menempatkan penguasa di muka bumi. La Toge’ Langi’ (Batara Guru) yang diturunkan di Ware’ Luwu dan mempunyai kekuasaan mutlak. Masyarakat Bugis pada tahap ontologis, telah terdapat konsep-konsep Dewa tertinggi yang disebut To-Palanroe, hal ini terdapat pada kaum To-Lotang di Sidrap. Kemudian kepercayaan seperti itu juga terdapat di Kajang yang disebut kepercayaan Patuntung yang dipimpin oleh seorang pemimpin kepercayaan yang disebut Amma-toa (ayah tertua), konsep dewa tertinggi mereka disebut Turie a’ra’na (Orang yang berkehendak). Dalam prosesi penyembahan terhadap Dewata, bissu dapat memiliki posisi di luar sistem kemasyarakatan dengan berperan sebagai pendeta, dukun, serta ahli “ritual trance” (kemasukan oleh roh), dalam bahasa Bugis disebut asoloreng, ia adalah penghubung antara umat manusia dengan dunia Dewa. Kemudian ditahap fungsional, budaya masyarakat Bugis dapat dilihat dalam hal kepemimpinannya, walaupun tidak memiliki satu pemimpin (raja) yang sama, tetapi mereka membuat persahabatan yang mereka sepakati, yang dapat mempersatukannya.
Etika Menulis Pesan Mahasiswa terhadap Dosen melalui Aplikasi Whatsapp Etik; Sunarni Yassa; Sehe
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2593

Abstract

Penggunaan media komunikasi berupa telepon sangat efektif digunakandalalam proses komunikaasi agar komunikasi lebih lancar antara dosen danmahasiswa. Untuk berkomunikasi dengan dosen mahasiswa memanfaatkanaplikasi whatsapp agar lebih mudah dan lebih mengefisienkan waktu yangada. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan etikakomunikasi menulis pesan mahasiswa terhadap dosen UniversitasCokroaminoto Palopo melalui aplikasi whatsapp, 2) Faktor yangmenyebabkan mahasiswa menulis pesan terhadap dosen UniversitasCokroaminoto Palopo melalui wahtsapp. Metode yang digunakan adalahmetode deskrptif kualitatif sedangkan teknik pengumpulan data dilakukanyaitu wawancara semi-terstruktur dan melalui transkrip percakapan menulispesan berupa teks yang diambil secara langsung dari mahasiswa. Hasilpenelitian menunjukkan: 1) Etika komunikasi menulis pesan mahasiswaterhadap dosen Universitas Cokroaminoto Palopo sudah sesuai dengansituasi dan kondisi, 2) Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswamenuliskan pesan terhadap dosen Universitas Cokroaminoto Palopo, yaituuntuk memperoleh informasi apakah dosen yang bersangkutan masukmengajar atau tidak, untuk melakukan konsultasi pembimbingan, Kampusmerdeka, Magang 1, Magang 2, Magang 3, Pramuka, Proposal, Skripsi,melakukan komunikasi mengenai administratif terhadap dosen PA, dosenpembimbing dan berbagai informasi tentang kepentingan akademik yanglainnya berhubungan dengan keperluan dunia kampus. Dari data yangdiperoleh secara langsung dari percakapan chat antara dosen dammahasiswa, hanya sedikit Mahasiswa yang menulis pesan secara pribaditerhadap dosen yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Hasil penelitian iniberguna untuk dosen dan mahasiswa sebagai referensi dalam menggunakanaplikasi whatsapp.