Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Sosial Facebook Pada Penyebaran Informasi Hoaks Terhadap Generasi X Di Desa Setu Sari Kecamatan Cileungsi Reza, Muhammad; Amanda, Devina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.15127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berpengaruh atau tidaknya media sosial Facebook pada penyebaran informasi hoaks terhadap generasi x di salah satu desa yang peneliti pilih sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini di laksanakan di Desa Setu Sari Kecamatan Cileungsi dengan 150 responden sebagai sampel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi, dan membagikan sebaran kuesioner dengan print out maupun melalui link google forms. Penelitian ini mendapatkan hasil akhir dari uji-t, uji-f, dan uji regresi sederhana dengan nilai signifikansi 0,790. Nilai signifikansi >0.05, artinya tidak ada pengaruh media sosial Facebook pada penyebaran informasi hoaks terhadap generasi x di Desa Setu Sari. Kesimpulannya adalah mayoritas responden aktif menggunakan platform Facebook sebagai perantara informasi maupun hiburan bagi responden. Diketahui dari hasil jawaban responden, mayoritas pengguna media sosial Facebook dengan kategori generasi x sudah maju dalam berliterasi, atau dapat diartikan generasi x di Desa Setu Sari saat ini memiliki nilai literasi yang bagus dalam penerimaan informasi yang dibaca maupun dari orang lain sehingga dapat mengurangi penyebaran informasi hoaks yang marak dibagikan pada platform tersebut.
Academic Procrastination and Perfectionism (Adaptive and Maladaptive) Amanda, Devina; Siaputra, Ide Bagus; Lasmono, Hari K.
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 27 No 2 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 1, 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v27i2.4187

Abstract

This study aims to explain the relationship pattern between academic procrastination and perfectionism (adaptive and maladaptive). The theoretical basis of this study is TMT (Temporal Motivation Theory) which was measured by Task Utility (TU) instrument. A quantitative method approach was applied using Spearman correlation technique. The data obtained was processed with SPSS 16 for Windows. The subjects (N = 518) were psychology students. The results showed the absence of adequate correlations between academic procrastination and the two types of perfectionism (adaptive and maladaptive). The inadequate correlations were affected by two factors which are the existence of a mediator variable and the instrument (PASS-1 and APS-R) used. This study concludes that in adaptive perfectionism, flexibility of perception towards one’s own standard affects the feelings that procrastination is not a problem. On the contrary in maladaptive perfectionism, one’s own rigid standard affect the feelings that procrastination is a problem and should be reduced. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pola hubungan prokrastinasi akademik dan perfeksionisme (adaptif dan maladaptif). Dalam penelitian ini landasan teoretik yang digunakan adalah TMT (Temporal Motivation Theory) yang diukur melalui alat ukur Utilitas Tugas (UT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi Spearman dan data diproses dengan SPSS 16 for Windows. Subjek penelitian (N = 518) adalah mahasiswa fakultas psikologi. Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak adanya korelasi memadai antara prokrastinasi akademik dan dua tipe perfeksionisme (adaptif dan maladaptif). Korelasi yang tidak memadai ini dipengaruhi oleh dua hal yakni adanya variabel eksternal yang berpengaruh (mediator) dan faktor alat ukur (PASS-1 dan APS-R) yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada perfeksionisme adaptif, fleksibilitas pandangan terhadap standar yang dimiliki memengaruhi perasaan bahwa prokrastinasi bukanlah sebuah masalah. Sebaliknya, pada perfeksionisme maladaptif kekakuan standar memengaruhi adanya perasaan bahwa prokrastinasi merupakan sebuah masalah yang ingin dikurangi.