Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Legalitas Usaha Untuk Mendukung Perkembangan UMKM Kampung Madani Di Kelurahan Jagir Kota Surabaya asyrafi, Aditya Hanan Asyrafi; Hendrati, Ignatia Marta; Wardaya, Wirya
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1163

Abstract

Legalitas dalam berbisnis merupakan faktor krusial bagi para pelaku usaha. Ini memastikan bahwa usaha mereka memenuhi semua persyaratan hukum yang diperlukan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dari pelanggan dan mitra usaha. Keabsahan usaha juga memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa produk atau layanan yang disediakan telah melalui evaluasi menyeluruh, memastikan kualitas dan keamanannya.Namun, penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pelaku UMKM di kampung Madani, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya yang dimana legalitas usahanya belum lengkap. Kondisi ini menghambat pengembangan optimal usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut.Untuk mengatasi permasalahan ini, tim telah menganalisis situasi dan memutuskan untuk memberikan pendampingan kepada UMKM di kampung Madani, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk membantu UMKM agar mampu membuka akses pasar yang jangkauannya lebih luas dan meningkatkan perkembangan usaha mereka di wilayah tersebut. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Kampung Madani, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo. Sasaran dari kegiatan ini adalah UMKM Pelaku usaha yang difokuskan pada sektor makanan dan minuman akan mendapatkan pendampingan. Metode yang akan diterapkan adalah untuk membantu mereka mengembangkan usaha dengan lebih baik di kampung Madani, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. pendampingan langsung ke lapangan untuk setiap pelaku UMKM. Hasil dari pendampingan menunjukkan bahwa UMKM yang dibantu mengalami peningkatan dalam hal legalitas. Sebanyak 9 UMKM berhasil mendapatkan NIB, sementara 3 UMKM memperoleh sertifikat halal. Peningkatan ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas daya saing UMKM dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, penting untuk melanjutkan pendampingan UMKM secara berkelanjutan agar mereka terus dapat berkembang dan berperan aktif dalam perekonomian nasional.
Dampak Kebijakan Domestic Market Obligation terhadap Volume Ekspor Batu Bara Indonesia: Studi Kasus Korea Selatan dan Filipina Damayanti, Melissa; Hendrati, Ignatia Marta; Wardaya, Wirya
Jurnal EMT KITA Vol 10 No 4 (2026): OCTOBER 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/emt.v10i4.6782

Abstract

Indonesia is one of the major coal suppliers in the international market and plays an important role in meeting the energy demand of many countries in Asia. To ensure domestic energy availability, the Indonesian government implemented the Domestic Market Obligation (DMO) policy, which requires coal producers to allocate a portion of their production to the domestic market. This policy potentially affects the dynamics of Indonesia’s coal exports to its trading partners. This study aims to analyze the impact of the DMO policy on Indonesia’s coal export volume to South Korea and the Philippines using a quantitative approach through multiple linear regression analysis. The data used in this study consist of time series data for the period 2000–2022, including the GDP of the destination countries, Indonesia’s domestic coal consumption, and a dummy variable representing the DMO policy. The estimation results indicate that the GDP of South Korea and the Philippines has a positive and significant effect on Indonesia’s coal export volume, suggesting that economic growth in the destination countries increases energy demand and subsequently raises coal import demand. In contrast, Indonesia’s domestic coal consumption does not show a significant effect on export volume. Meanwhile, the DMO dummy variable has a negative and significant effect on Indonesia’s coal exports to both countries. These findings indicate that the DMO policy, which prioritizes domestic energy supply, indirectly constrains Indonesia’s coal export capacity. From the perspective of Non-Tariff Measures, the policy empirically exhibits characteristics similar to non-tariff trade barriers because it affects the quantity of exports available in the international market.