Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Lahan Pekarangan Sekolah sebagai Kebun Gizi dalam Upaya Peningkatan Konsumsi Sayur Bagi Siswa SD Negeri 3 Metro Pusat Ambar Sari, Novia; Mandala, Wintari; Novita; Ivan’s, Eny; Indaryati, Sri
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v6i1.225

Abstract

Implementation of the Independent Curriculum (IKM) at the elementary school level can be realized by establishing collaboration between universities and schools. This collaboration is a form of knowledge transfer from higher education institutions to students. Hands-on practical activities such as farming have many benefits for students. Utilizing the school yard is the basic reason as well as being a learning medium for students. The implementation of PKM was carried out using lecture and FGD methods. The activity began with socialization on the use of school yard land and added the practice of hydroponic and verticulture farming using used bottles. The results of the activity are optimizing the yard area around the school by cultivating vegetable plants using a verticulture system. Apart from that, students gain direct knowledge and practice in making planting containers from used bottles and maintaining them until the vegetable plants are ready to be processed and consumed. One of the MBKM Programs is the Pancasila Student Profile which is the character traits and competencies that students are expected to achieve, which is based on the noble values of Pancasila. Students are expected to be able to modify and produce something original, meaningful, useful and impactful.
Analisis Pemasaran Tepung Tapioka di ITTARA SENTOSA Lampung Timur Ivans, Eny; Ambar Sari, Novia; Oktaviana Kamto Putri, Lycha
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i1.3757

Abstract

Persoalan pemasaran tepung tapioka diantaranya karena saluran pemasaran dan nilai margin yang tinggi. Perusahaan tepung tapioka memiliki beberapa saluran pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer's share dan efisiensi pemasaran tepung tapioka. Lokasi penelitian berada di perusahaan ITTARA Rukun Santosa Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2024 dengan metode kualitatif. Jumlah responden 11 orang. Berdasarkan hasil penelitian bahwa saluran pemasaran tepung tapioka yang ada di Desa Muara Jaya terdiri dari tiga saluran pemasaran yaitu saluran I (Produsen - Konsumen), saluran II (Produsen-Tengkulak-Konsumen), saluran III (Produsen - Tengkulak - Pengecer - Konsumen). Marjin permasalahan saluran 1 sebesar Rp. 0/Kg, farmer's share sebesar 100% dan efisiensi pemasaran sebesar 0%, sedangkan saluran II diperoleh margin sebesar Rp. 1000/Kg, farmer's share sebesar 88,23% dan efisiensi pemasaran sebesar 4,7%, dan saluran III diperoleh margin pemasaran sebesar Rp. 2.500/Kg farmer's share sebesar 77,27% dan efisiensi pemasaran sebesar 8,7%. Marketing problems for tapioca flour include marketing channels and high margins. Tapioca flour companies have several marketing channels. The aim of this research is to determine marketing channels, marketing margins, farmer's share and marketing efficiency of tapioca flour. The research location is at the ITTARA Rukun Santosa company, Muara Jaya Village, Sukadana District, East Lampung Regency. The research was carried out from March to May 2024 using qualitative methods. The number of respondents was 11 people. Based on research results, the marketing channel for tapioca flour in Muara Jaya Village consists of three marketing channels, namely channel I (Producer - Consumer), channel II (Producer - Middleman - Consumer), channel III (Producer - Middleman - Retailer - Consumer). The problem margin for channel 1 is IDR. 0/Kg, farmer's share is 100% and marketing efficiency is 0%, while channel II obtains a margin of Rp. 1000/Kg, farmer's share is 88.23% and marketing efficiency is 4.7%, and channel III obtains a marketing margin of Rp. 2,500/Kg farmer's share is 77.27% and marketing efficiency is 8.7%.
ANALISIS POLA KEMITRAAN GADUHAN DAN PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI DESA TAMAN CARI KECAMATAN PURBOLINGGO: Analysis of Gaduhan Partnership Patterns and Prospects For Developing Beef Cattle Breeding Business in Taman Cari Village Purbolinggo Distric Ambar Sari, Novia
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem gaduhan merupakan bentuk kearifan lokal dalam usaha peternakan yang mengintegrasikan modal sosial dan ekonomi kerakyatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme bagi hasil pada sistem gaduhan dan mengidentifikasi faktor pengembangan usaha ternak sapi di Desa Taman Cari, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik modal dan peternak penyakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian bagi hasil di Desa Taman Cari didasarkan pada hukum kebiasaan dan asas kepercayaan (trust) tanpa kontrak tertulis. Kerja sama ini diprioritaskan pada hubungan kekeluargaan sebagai upaya pemeliharaan hubungan sosial. Terdapat dua model bagi hasil utama: sistem penjualan hasil ternak (60%) dan sistem bagi anak (40%). Dalam model penjualan, keuntungan bersih setelah dikurangi modal awal dibagi dua antara pemodal dan peternak (maro). Mitigasi risiko, seperti kematian ternak akibat penyakit, dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan di mana kerugian ditanggung bersama atau dianggap sebagai musibah. Pengembangan usaha ternak di lokasi penelitian didukung oleh lima pilar utama: kemudahan akses bibit melalui kolaborasi pemodal dan pihak swasta (PT), ketersediaan pakan hijauan yang melimpah, pengalaman peternak yang diperoleh secara turun-temurun, ketersediaan modal, serta penerapan sistem pertanian terpadu. Pemanfaatan limbah pertanian (pohon jagung, padi dan singkong) sebagai pakan serta pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik menjadi keunggulan kompetitif dalam menekan biaya operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem gaduhan efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis ekonomi kerakyatan di pedesaan.