Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (2) mendeskripsikan proses terjadinya ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (3) mendeskripsikan fungsi ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (4) mendeskripsikan dampak ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari yang berupa percakapan bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik observasi, simak, catat dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, tabel korpus data, teknik wawancara dan alat rekam. Hasil penelitian ini (1) bentuk ragam patois yang terdapat di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari yaitu ditemukan 25 kosakata patois madura, 20 kosakata patois jawa dan 15 kosakata patois Indonesia; (2) proses terjadinya ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari di sebabkan adanya perantauan, perkawinan, masyarakat pendatang, lingkup pendidikan; (3) fungsi ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari memiliki fungsi kata ganti orang kedua tunggal, kata ganti kepemilikan, kata ganti sapaan, kata ganti adjectiva serapan dan kata ganti orang pertama tunggal; (4) dampak ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari memiliki dampak baik karena patois yang dituturkan dapat digunakan saat berkomunikasi yang lebih tua, antar sebaya, antar masyarakat pendatang dan rekan kerja dalam lingkup pendidikan atau sekolah dan antara anak dengan orang tua .