Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksfoliasi Bahasa Kekuasaan dalam Paradigma Komunikasi Verbal Vrestanti Novalia Santosa
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 3 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v30i3.184

Abstract

Language is closely related to the communication process, both spoken and written verbal communication. Its application is symbolic, so it needs to be interpreted carefully based on several considerations, including the communication context, the background of the message recipient, the form of communication, the type of communication, and language attitudes. Language does not only reflect social status, but can be used as a symbol that shows and maintains power, acceptance and recognition of the authority given by society to stakeholders who have been given power. Legitimacy is formed through a community that has shared desires and goals in the form of power with the main source of legitimacy being tradition, charisma and rational instruments. This is the impetus for research on exfoliating the language of power from a verbal communication perspective. The problem raised in this research is the form of symbols for exfoliating the language of power in the oral and written communication paradigm, as well as the function and meaning of the language of power in the verbal communication paradigm. This type of qualitative research is descriptive with a literature study and field study approach according to the social reality of society. It is hoped that this research can raise people's critical awareness of the language of power and develop humanist verbal communication, namely verbal communication that realizes equal human dignity. Public awareness of evolutionary verbal communication can break the chain of verbal violence that occurs in society.
Fenomena Honorifik Pada Bentuk Pronomina Persona Ragam Bahasa Melayu Kampar Vrestanti Novalia Santosa
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2027

Abstract

Honorifik merupakan wujud kebahasaan di suatu masyarakat tutur yang tidak lepas dari pengaruh latar belakang sosial komunitas penuturnya. Fenomena honorifik pada bentuk pronomina persona ini belum banyak dikaji untuk menyatakan rasa hormat dalam aturan-aturan yang bersifat psikologis maupun kultural. Tujuan penelitan ini: (1) mendeskripsikan bentuk dan variasi honorifik pronomina persona ragam bahasa Melayu Kampar; (2) mendeskripsikan faktor sosial penentu variasi honorifik; (3) mendeskripsikan kaidah pemakaian honorifik ragam Bahasa Melayu Kampar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sosiopragmatik. Bentuk dan variasi honorifik pronomina persona yang ditemukan berdasarkan dua kategori, yaitupronomina persona kekerabatan langsung berdasarkan keturunan (hubungan darah) dan pronomina persona kekerabatan tidak langsung berdasarkan perkawinan. Variasi honorifik nonkebahasaan banyak ditemukan pada bahasa Melayu Kampar seperti konteks sosial, usia, status, jenis kelamin, penghargaan daripada variasi kebahasaan (pilihan kata/diksi, benuk gramatikal, penyusunan kalimat). Faktor sosial penentu variasi honorifik pronomina persona ragam bahasa melayu kampar di antaranya: (1) hubungan peran penutur; (2) umur penutur; (3) jabatan penutur; (4) jenis-jenis fungsi bahasa yang digunakan seperti permintaan, persuasi, pembicaraan informasi; dan (5) kefasihan penggunaan bahasa itu sendiri. Pemakaian jenis honorifik yang tepat harus disesuaikan dengan konteks sosial yang digunakan seperti (a) kaidah alternasi; (b) kaidah kookurensi, dan (c) kaidah sekuensi. Fenomena Honorifik pada bentuk pronomina persona menempatkan bahasa dalam konteks sosial.
Ragam Patois Bahasa Keseharian Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Uliyatun Nur Rika; Vrestanti Novalia Santosa; Ari Nugrahani
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2025): Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i1.1291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (2) mendeskripsikan proses terjadinya ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (3) mendeskripsikan fungsi ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari; (4) mendeskripsikan dampak ragam patois bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari yang berupa percakapan bahasa keseharian masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik observasi, simak, catat dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, tabel korpus data, teknik wawancara dan alat rekam. Hasil penelitian ini (1) bentuk ragam patois yang terdapat di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari yaitu ditemukan 25 kosakata patois madura, 20 kosakata patois jawa dan 15 kosakata patois Indonesia; (2) proses terjadinya ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari di sebabkan adanya perantauan, perkawinan, masyarakat pendatang, lingkup pendidikan; (3) fungsi ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari memiliki fungsi kata ganti orang kedua tunggal, kata ganti kepemilikan, kata ganti sapaan, kata ganti adjectiva serapan dan kata ganti orang pertama tunggal; (4) dampak ragam patois di Masyarakat Dusun Wonorejo Blandit Barat Singosari memiliki dampak baik karena patois yang dituturkan dapat digunakan saat berkomunikasi yang lebih tua, antar sebaya, antar masyarakat pendatang dan rekan kerja dalam lingkup pendidikan atau sekolah dan antara anak dengan orang tua .