Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Kegiatan Literasi Anak SD Desa Wonorejo Blandit Kecamatan Singosari  Dalam Memaksimalkan Merdeka Belajar Binta Ilmia Maharani; Fira Karunia Apriliansyah; Vrestanti Novalia Santosa; Yahmun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i5.1676

Abstract

Mahasiswa sebagai ujung tombak pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak bisa lepas dari kegiatan kemasyarakatan. Salah satu dharma yang wajib untuk dijalankan adalah pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini dalam bentuk pendampingan bimbingan belajar kepada anak-anak tingkat SD di lingkungan Desa Wonorejo Blandit Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi (PMBP) ini untuk mengembangkan dan memaksimalkan kegiatan literasi anak-anak di tingkat SD. Literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara kritis. Tulisan ini mengkaji upaya optimalisasi kegiatan literasi di sebuah sekolah dasar di Desa Blandit Wonorejo, Kecamatan Singosar untuk mendukung inisiatif Merdeka Belajar.
Eksfoliasi Bahasa Kekuasaan dalam Paradigma Komunikasi Verbal Vrestanti Novalia Santosa
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 3 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v30i3.184

Abstract

Language is closely related to the communication process, both spoken and written verbal communication. Its application is symbolic, so it needs to be interpreted carefully based on several considerations, including the communication context, the background of the message recipient, the form of communication, the type of communication, and language attitudes. Language does not only reflect social status, but can be used as a symbol that shows and maintains power, acceptance and recognition of the authority given by society to stakeholders who have been given power. Legitimacy is formed through a community that has shared desires and goals in the form of power with the main source of legitimacy being tradition, charisma and rational instruments. This is the impetus for research on exfoliating the language of power from a verbal communication perspective. The problem raised in this research is the form of symbols for exfoliating the language of power in the oral and written communication paradigm, as well as the function and meaning of the language of power in the verbal communication paradigm. This type of qualitative research is descriptive with a literature study and field study approach according to the social reality of society. It is hoped that this research can raise people's critical awareness of the language of power and develop humanist verbal communication, namely verbal communication that realizes equal human dignity. Public awareness of evolutionary verbal communication can break the chain of verbal violence that occurs in society.
Fenomena Honorifik Pada Bentuk Pronomina Persona Ragam Bahasa Melayu Kampar Vrestanti Novalia Santosa
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2027

Abstract

Honorifik merupakan wujud kebahasaan di suatu masyarakat tutur yang tidak lepas dari pengaruh latar belakang sosial komunitas penuturnya. Fenomena honorifik pada bentuk pronomina persona ini belum banyak dikaji untuk menyatakan rasa hormat dalam aturan-aturan yang bersifat psikologis maupun kultural. Tujuan penelitan ini: (1) mendeskripsikan bentuk dan variasi honorifik pronomina persona ragam bahasa Melayu Kampar; (2) mendeskripsikan faktor sosial penentu variasi honorifik; (3) mendeskripsikan kaidah pemakaian honorifik ragam Bahasa Melayu Kampar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sosiopragmatik. Bentuk dan variasi honorifik pronomina persona yang ditemukan berdasarkan dua kategori, yaitupronomina persona kekerabatan langsung berdasarkan keturunan (hubungan darah) dan pronomina persona kekerabatan tidak langsung berdasarkan perkawinan. Variasi honorifik nonkebahasaan banyak ditemukan pada bahasa Melayu Kampar seperti konteks sosial, usia, status, jenis kelamin, penghargaan daripada variasi kebahasaan (pilihan kata/diksi, benuk gramatikal, penyusunan kalimat). Faktor sosial penentu variasi honorifik pronomina persona ragam bahasa melayu kampar di antaranya: (1) hubungan peran penutur; (2) umur penutur; (3) jabatan penutur; (4) jenis-jenis fungsi bahasa yang digunakan seperti permintaan, persuasi, pembicaraan informasi; dan (5) kefasihan penggunaan bahasa itu sendiri. Pemakaian jenis honorifik yang tepat harus disesuaikan dengan konteks sosial yang digunakan seperti (a) kaidah alternasi; (b) kaidah kookurensi, dan (c) kaidah sekuensi. Fenomena Honorifik pada bentuk pronomina persona menempatkan bahasa dalam konteks sosial.