Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Factor Analysis of the Incident of Chills in Sectio Caesarea Patients with Spinal Anesthesia in Hospital Islaeli, Islaeli; Wahyuni, Sri; Arief, Khumaidi; Laisouw, Meilany; Malawat, Ratna; Megasari, Anis Laela
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i2.361

Abstract

Spinal anesthesia is a regional anesthetic technique that is produced by blocking the spinal nerves in the subarachnoid space with local anesthetic substances. The spinal anesthesia technique is widely used because it is a simple, effective technique, relatively safe for the nervous system, a strong level of analgesia, the patient remains conscious, sufficient muscle relaxation, less surgical wound bleeding, less risk of aspiration, and faster recovery of digestive tract function. In the intra- or post-operative stage, patients with spinal anesthesia often complain of nausea, vomiting, a feeling of heaviness in both lower extremities, and shivering which occurs due to the secondary effects of spinal analgesic drugs which produce sympathetic block, muscle relaxation, and sensory block of peripheral temperature receptors, thereby inhibiting the response. temperature compensation. The aim of this study was to determine the factors that cause shivering in intra spinal anesthesia patients at Aliya Kendari Sj Hospital. This research method is an analytical observational study with a cross sectional approach using a random sampling technique to obtain the number of caesarean section patients. The analysis used is Logistic Regression. The research results showed a significant relationship between operation time, operating room temperature, LILA. The conclusion is that the most dominant factor influencing the incidence of shivering is body temperature.
Pengaruh Baby Massage Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan di TPMB Bd. Hj. Mardiwati.S.ST.M.Kes Kota Makassar Chotimah, Andi Chusnul; Haerul P; Arief, Khumaidi
Journal of Health Quality Development Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v3i2.853

Abstract

Kebutuhan tidur tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas saja namun juga kualitasnya. Dengan kualitas tidur yang baik, pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat dicapai secara optimal. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan baby massage. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di TPMB Bd. Hj. Mardiwati.S.ST.M.Kes Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah bayi usia 3-6 bulan. Sampel penelitian sejumlah 32 bayi usia 3-6 bulan, diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur bayi Usia 3-6 bulan sebelum diberi baby massage sebagian besar cukup yaitu sebesar 17 orang (53,1%) dan kualitas tidur bayi Usia 3-6 bulan sesudah diberi baby massage sebagian besar baik yaitu sebesar 24 orang (75%). Uji statistik wilcoxon menunjukan bahwa nilai signifikan p value = 0,001 < (0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian yang berarti ada pengaruh baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan.
Pengenalan Tanda Awal Henti Jantung dan Tindakan CPR di Masyarakat Asrianto, Asrianto; Haerul, Haerul; Arief, Khumaidi; Sukri, Karmila; Mansur, Muhammad Arif; Jufri, Sabri; Kalla, Harnilawati; Herman, Herman; Arnianti, Arnianti; Subaedah, Subaedah; Nurlaelah, Nurlaelah; Anggerani, Anggerani; Jabir, Muhammad Agus; Fitriani, Fitriani; Nursyahfitri, Nursyahfitri; Syauqiyah, Syauqiyah; Putra, Putra; Selsadila, Dwi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2539

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan tingkat mortalitas tinggi dan sebagian besar kejadiannya terjadi di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Kondisi ini menuntut respon cepat dan tepat dari masyarakat awam sebagai penolong pertama sebelum bantuan medis tiba. Namun, rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta keterbatasan keterampilan melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) masih menjadi kendala utama dalam upaya penyelamatan korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda awal henti jantung serta melakukan tindakan CPR secara benar dan aman. Metode pengabdian meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi terarah, serta pelatihan praktik CPR menggunakan media audio visual dan manekin. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai tanda awal henti jantung serta peningkatan kemampuan dalam melakukan tindakan CPR sesuai standar prosedur. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi dan pelatihan CPR berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem respon kegawatdaruratan jantung di tingkat komunitas dan berpotensi menurunkan angka kematian akibat henti jantung secara berkelanjutan nasional.