Penggunaan Perangkap Getah Untuk Mendeteksi Hama Dominan Padi (Oryza sativa L) Pada sistem tanam Hazton di Hamparan Perak Sumatera Utara. Tanaman padi merupakan komoditas utama pangan penduduk Indonesia dengan produksi sekitar 54.75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas panen 0,45 juta hektar atau mengalami kenaikan sebanyak 40,87 ribu hektar (0,39 persen) dibandingkan tahun 2021. Produksi padi sangat dipengaruhi budidaya, varietas tanam dan serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi keanekaragaman serangga di Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada bulan April hingga Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Purposive Random Sampling dengan 4 variasi getah, yaitu getah karet (Hevea brasiliensis), kemudian getah nangka (Artocarpus heterophyllus), getah pepaya (Carica papaya), dan getah jarak pagar (Jatropha curcas) dengan sistem tanam Hazton. Dari hasil identifikasi serangga menunjukkan serangga yang tertangkap pada lahan tanaman padi menggunakan getah karet (H. brasiliensis) yaitu 2397 individu, merupakan yang terbanyak daripada ke tiga getah lainnya dengan 8 ordo dan 29 famili, manakala terendah menggunakan getah jarak (J.curcas) (8 ordo, 29 famili, 1159 individu). Adapun perhitungan indeks keanekaragaman (H’):(H’gk=2,98, H'gn=1,88, H'gp=3,30, H'gj=3,27), Indeks Kekayaan Jenis (R’): (R’gk=7,78, R’gn=7,73, R’gp=7,10, dan R’gj=7,05), dan Indeks Kemerataan (E’):(E’gk=0,88, E’gn=0,55, E’gp=0,98 dan E’gj=0,97). Status fungsi serangga teridentifikasi pada lahan menggunakan ke lima getah tersebut sebanyak 5 jenis yaitu herbivor, polinator, predator, parasitoid dan scavenger.