Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Preliminary study on the utilization of cabbage waste as a raw material for activated carbon in supercapacitor applications Syahputri, Intan; Awitdrus, Awitdrus
Indonesian Physics Communication Vol 22, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.22.2.97-104

Abstract

This study aims to utilize cabbage waste as an active carbon material for supercapacitor electrodes through an environmentally friendly approach without chemical activation. The fabrication process includes pre-carbonization at 200°C for 1 hour, carbonization at 600°C, and physical activation at 850°C. The resulting carbon material exhibits a porous structure essential for ion storage, despite the absence of chemical activation. Electrochemical testing using the galvanostatic charge-discharge method with Na2SO4 electrolyte concentrations of 0.5 M, 1 M, and 1.5 M demonstrated a highest specific capacitance of 155.87 F/g at 1.5 M concentration. The increase in electrolyte concentration enhances ion mobility and charge storage capacity. This research indicates that cabbage waste can serve as an effective active carbon source for supercapacitors, with further performance improvements expected through chemical activation in future studies.
Analisis Spasial Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Samosir Tahun 2019-2024 Syahputri, Intan; Sahala Fransiskus Marbun; Ofa, Ofa Adrina Uli Harefa; Rut, Rut Elisa Tarigan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan lahan dengan mengolah data tutupan lahan menggunakan teknik analisis spasial pada ArcGIS melalui proses intersect untuk mengidentifikasi luasan tiap kelas. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian didominasi oleh Hutan Tanaman sebesar 26.296,24 ha (42,44%), diikuti Hutan Lahan Kering Sekunder seluas 18.016,87 ha (29,08%), serta Belukar sebesar 3.227,99 ha (5,21%). Selain itu, kategori lahan yang berada di Kawasan Hutan Siosar juga memiliki kontribusi yang cukup besar, seperti Hutan Lahan Kering Sekunder–Siosar (4.256,08 ha; 6,87%) dan Belukar–Siosar (3.576,95 ha; 5,77%). Kelas penggunaan lain seperti organisasi, pertanian lahan kering, tanah terbuka, dan sawah menunjukkan persentase yang relatif kecil (<5%). Secara keseluruhan, luas areal yang dijelaskan mencapai 61.954,57 ha, yang menggambarkan komposisi ruang serta distribusi tutupan lahan di wilayah studi sebagai dasar evaluasi arah perubahan dan pengelolaan lahan ke depan.