Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Andalas Kota Padang Laila, Laila; Oktova, Rafika; Humaira, Afifa
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.688

Abstract

Pemerintah telah membentuk PKPR untuk mengatasi masalah remaja akan tetapi terus terjadi peningkatan permasalahan pada remaja. Survey awal menunjukkan belum dilakukan evaluasi terhadap program PKPR, sehingga tidak diketahui persentase pencapaian keberhasilan pada program PKPR. Puskesmas Andalas merupakan puskesmas yang memiliki jumlah remaja terbanyak di Kota Padang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program PKPR di Puskesmas Andalas tahun 2021. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.  Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 14 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, FGD dan telaah dokumen. Pengolahan dan analisa data menggunakan triangulasi sumber dan teknik dengan pendekatan sistem. Hasil penelitian terkait PKPR pada komponen input, sudah ada kebijakan yang mengatur PKPR, SDM sudah mencukupi, dana yang ada belum mencukupi, sarana seperti ruang khusus PKPR belum ada dan metode yang digunakan sudah sesuai SOP. Berdasarkan komponen proses, bagian perencanaan dan pengorganisasian sudah sesuai pedoman, sedangkan bagian pelaksanaan dan pengawasan belum terlaksana menyeluruh. Berdasarkan komponen output, program PKPR di Puskesmas Andalas belum mencapai target dalam SN-PKPR dikarenakan ada kegiatan yang belum terlaksana saat pandemi. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan PKPR di Puskesmas Andalas belum berjalan dengan baik karena banyak kegiatan yang tidak terlaksana. Diharapkan kedepannya puskesmas dapat meningkatkan kerjasama dengan Dinas Pendidikan.
Analisis Ketersediaan serta Aksesibilitas jalur pejalan kaki di Kota Palembang Aji Saputra, Angga; Humaira, Afifa; Azizah, Napinurul; Herlianti, Meza; Azzahra Surga, Fatimah; Kurniawan, Rudy; Wahyu Fajriani, Suci; Septiana Putri, Lisya
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5244

Abstract

Aksesibilitas adalah suatu alat sarana prasarana yang dapat memberikan kemudahan bagi seseorang yang akan melakukan perjalanan, pelayanan, dan juga lingkungan. Ini juga mencakup kemudahan bagi pengguna dengan kebutuhan khusus (difabel) dan lansia untuk mewujudkan kesamaan setiap warga, sedangkan pejalan kaki adalah istilah yang digunakan dalam transportasi untuk menggambarkan orang yang berjalan dijalan trotoar. Penelitian ini bertujuan menganalisis aksesibilitas pejalan kaki di kota Palembang dengan melihat ketersediaan dan kualitas dari infrastruktur, pola pemanfaatan ruang trotoar, serta implikasinya terhadap mobilitas masyarakat perkotaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi dan wawancara, serta melalui penelitian terdahulu. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa adanya guiding block yang berlubang dan tanjakan yang curam sehingga dapat menyulitkan pengguna kursi roda dan tunanetra saat melintas, hal ini menunjukkan bahwa fasilitas seperti trotoar, guiding block, dan jembatan penyeberangan telah tersedia di Kota Palembang. Namun, kualitas dan pemanfaatannya belum optimal. Masih ditemukan trotoar rusak, genangan air, serta alih fungsi trotoar yang digunakan pedagang kaki lima. Terlebih lagi, kondisi ini lebih berdampak pada penyandang disabilitas yang belum dapat mengakses fasilitas secara mandiri. Dengan demikian, permasalahan aksesibilitas tidak hanya terletak pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada kualitas, pemerataan, dan pengelolaannya di kota palembang. Implikasinya, pemerintah kota diharuskan lebih memperhatikan kebutuhan seluruh masyarakatnya baik itu non-disabilitas dan penyandang disabilitas.