Aksesibilitas adalah suatu alat sarana prasarana yang dapat memberikan kemudahan bagi seseorang yang akan melakukan perjalanan, pelayanan, dan juga lingkungan. Ini juga mencakup kemudahan bagi pengguna dengan kebutuhan khusus (difabel) dan lansia untuk mewujudkan kesamaan setiap warga, sedangkan pejalan kaki adalah istilah yang digunakan dalam transportasi untuk menggambarkan orang yang berjalan dijalan trotoar. Penelitian ini bertujuan menganalisis aksesibilitas pejalan kaki di kota Palembang dengan melihat ketersediaan dan kualitas dari infrastruktur, pola pemanfaatan ruang trotoar, serta implikasinya terhadap mobilitas masyarakat perkotaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi dan wawancara, serta melalui penelitian terdahulu. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa adanya guiding block yang berlubang dan tanjakan yang curam sehingga dapat menyulitkan pengguna kursi roda dan tunanetra saat melintas, hal ini menunjukkan bahwa fasilitas seperti trotoar, guiding block, dan jembatan penyeberangan telah tersedia di Kota Palembang. Namun, kualitas dan pemanfaatannya belum optimal. Masih ditemukan trotoar rusak, genangan air, serta alih fungsi trotoar yang digunakan pedagang kaki lima. Terlebih lagi, kondisi ini lebih berdampak pada penyandang disabilitas yang belum dapat mengakses fasilitas secara mandiri. Dengan demikian, permasalahan aksesibilitas tidak hanya terletak pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada kualitas, pemerataan, dan pengelolaannya di kota palembang. Implikasinya, pemerintah kota diharuskan lebih memperhatikan kebutuhan seluruh masyarakatnya baik itu non-disabilitas dan penyandang disabilitas.
Copyrights © 2026