Kurnia, Rudi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN KARYA STORYBOARD MAHASISWA DENGAN IMAGE GENERATED AI Kurnia, Rudi; Ratum, Arifpermana
EDUTECH Vol 23, No 3 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v23i3.73841

Abstract

This research discusses the comparison between storyboards created manually by students and those generated using an AI Image Generator. With the rapid development of artificial intelligence (AI), its usage in education, particularly in visual design, has been increasing. This study investigates whether the outputs generated by AI are comparable to manual work in terms of design principles such as emphasis, rhythm, balance, unity, as well as scale and proportion. Data were collected from the storyboard assignments of BINUS Bandung students in the "Production and Storytelling" course, resulting in five samples that were compared with the output from the AI Image Generator. The results show that AI can accelerate the storyboard creation process and offer more dynamic visual alternatives. However, there are certain aspects that still require a human touch to achieve a more dynamic and expressive visualization. This study concludes that AI can be an effective tool in design education, particularly in helping students develop their visual creativity more efficiently. However, a deeper understanding is needed on how to optimize AI technology to align with the desired learning objectives and visual aesthetics.Penelitian ini membahas perbandingan antara storyboard yang dibuat oleh mahasiswa secara manual dengan storyboard yang dihasilkan menggunakan AI Image Generator. Dengan semakin berkembangnya kecerdasan buatan (AI), penggunaannya dalam bidang pendidikan, khususnya desain visual, semakin meningkat. Studi ini meneliti apakah hasil karya yang dihasilkan oleh AI sebanding dengan karya manual dari segi prinsip desain seperti emphasis, ritme, balance, unity, serta skala dan proporsi. Data dikumpulkan dari tugas storyboard mahasiswa BINUS Bandung di mata kuliah "Production and Storytelling" dan dihasilkan lima sampel yang dibandingkan dengan output dari AI Image Generator. Hasilnya menunjukkan bahwa AI mampu mempercepat proses pembuatan storyboard dan memberikan alternatif visual yang lebih dinamis.  Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang masih memerlukan sentuhan manusia untuk mencapai visualisasi yang lebih dinamis dan ekspresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang efektif pendidikan desain, khususnya dalam membantu mahasiswa mengembangkan kreativitas visual mereka dengan lebih efisien. Namun diperlukan pemahaman lebih dalam tentang cara mengoptimalkan teknologi AI agar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan estetika visual yang diinginkan.
LATERAL THINKING PADA PEMBUATAN VIDEO MAPPING SWADHARMA NING PERTIWI kurnia, rudi
IRAMA Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.658 KB) | DOI: 10.17509/irama.v3i2.34452

Abstract

Video mapping merupakan salah satu bagian dari disiplin ilmu Augmented Reality (realitas tetambah) atau sebuah realitas buatan, tetapi pada praktiknya video mapping sendiri bisa menjadi lebih kompleks dan luas karena penggabungannya dengan disiplin ilmu lain. Dalam prosesnya video mapping, isu dan konsep yang ada dideformasi ulang ke dalam symbol-simbol visual dan mempersentasikannya dengan visualisasi, hal tersebut juga berkaitan dengan media yang menjadi objek video mapping tersebut. Penelitian ini menganalisis proses kreatif dalam penciptaan video mapping dengan subjek penelitan video mapping Swadharma Ning Pertiwi dengan fasad patung Garuda Whisnu Kencana. Dengan menggunakan projeksi pemetaan yang merupakan salah satu teknik media digital baru yang merespon kembali bangunan serta bagaimana subjek sebagai desainer berpikir kreatif dalam mengolah dan menciptakan ide-ide yang dapat menghubungkan antara sejarah, objek bangunan, dan teknologi serta menyiratkan simbol, kode, dan tanda-tanda tertentu yang memungkinkan adanya beragam interpretasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu sebuah grup/tim dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Identifikasi proses kreatif dalam penentuan alur dramaturgi pada rangkaian pembabakan video mapping unsur visual yang ditampilkan dengan pendekatan lateral thinking teknik fokus, alternatif dan random input. Proses berpikir kreatif tentang video mapping mudah-mudahan memberikan informasi terakit dinamika penciptaan dan juga diharapkan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana proses kreatif terbangun.
Proses Kreatif Pada Pembuatan Video Mapping kurnia, rudi
IRAMA Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/irama.v4i2.34448

Abstract

Video mapping merupakan salah satu bagian dari disiplin ilmu Augmented Reality (realitas tetambah) atau sebuah realitas buatan, tetapi pada praktiknya video mapping sendiri bisa menjadi lebih kompleks dan luas karena penggabungannya dengan disiplin ilmu lain. Dalam prosesnya video mapping, isu dan konsep yang ada dideformasi ulang ke dalam symbol-simbol visual dan mempersentasikannya dengan visualisasi, hal tersebut juga berkaitan dengan media yang menjadi objek video mapping tersebut. Penelitian ini menganalisis proses kreatif dalam penciptaan video mapping dengan subjek penelitan video mapping Swadharma Ning Pertiwi dengan fasad patung Garuda Whisnu Kencana. Dengan menggunakan projeksi pemetaan yang merupakan salah satu teknik media digital baru yang merespon kembali bangunan serta bagaimana subjek sebagai desainer berpikir kreatif dalam mengolah dan menciptakan ide-ide yang dapat menghubungkan antara sejarah, objek bangunan, dan teknologi serta menyiratkan simbol, kode, dan tanda-tanda tertentu yang memungkinkan adanya beragam interpretasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu sebuah grup/tim dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Identifikasi proses kreatif dalam penentuan alur dramaturgi pada rangkaian pembabakan video mapping unsur visual yang ditampilkan dengan pendekatan lateral thinking teknik fokus, alternatif dan random input. Proses berpikir kreatif tentang video mapping mudah-mudahan memberikan informasi terakit dinamika penciptaan dan juga diharapkan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana proses kreatif terbangun.