Dewanti, Damaris Fajar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PLAY-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, KREATIF DAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK TINGKAT TK B DI TK XYZ JAKARTA Dewanti, Damaris Fajar; Susian, Nancy
EDUTECH Vol 23, No 3 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v23i3.73311

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the Play-Based Learning model to improve teacher competency and the critical thinking, creativity, and communication skills of TK B students at TK XYZ Jakarta. A Classroom Action Research method was employed, involving three cycles. Based on the observations and research conducted over three cycles, it can be concluded that there was an improvement in teacher competency and the critical thinking, creativity, and communication skills of the students. From this data, it can be inferred that the Play-Based Learning model can effectively enhance teacher competency and the critical thinking, creativity, and communication skills of TK B students at TK XYZ Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Play-Based Learning untuk meningkatkan kompetensi guru, kemampuan berpikir kritis, kreatif dan komunikasi siswa tingkat TK B di TK XYZ Jakarta menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan tiga siklus. Berdasarkan hasil tiga siklus yang telah diobservasi dan diteliti, maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan pada kompetensi guru, kemampuan berpikir kritis, kreatif dan komunikasi pada peserta didik. Dari data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Play-Based Learning dapat meningkatkan kompetensi guru, kemampuan berpikir kritis, kreatif dan komunikasi pada siswa TK B di TK XYZ Jakarta.
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Problem Solving pada Guru PAUD di TK XYZ Jakarta Barat [The Relationship between Emotional Intelligence and Problem Solving Skills of Early Childhood Education Teachers at XYZ Kindergarten, West Jakarta] Dewanti, Damaris Fajar; Wibowo, Nadya Sarah; Susant, Shervin
Jurnal Teropong Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): May
Publisher : Magister Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jtp.v4i1.8637

Abstract

Emotional intelligence refers to an individual’s ability to recognize, understand, control, and express their own emotions, as well as to understand and respond to others' emotions. This helps people stay calm and focused on finding solutions. This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and problem-solving ability among early childhood education (PAUD) teachers at TK XYZ in West Jakarta. The research uses a quantitative approach with questionnaires as the data collection tool, and the data are analyzed using Excel. The emotional intelligence questionnaire contains 28 items, while the problem-solving questionnaire contains 36 items. The study involved all 19 PAUD teachers at TK XYZ, with no sampling as the entire population was included. The results show a significant relationship between emotional intelligence and problem-solving ability among PAUD teachers. Pearson’s correlation test was used to analyze the data, and the correlation coefficient (r = 0.523) was higher than the table value (r = 0.456 for n = 19), indicating that the hypothesis is supported. Therefore, it can be concluded that emotional intelligence is positively linked to problem-solving skills in PAUD teachers. It is recommended that teachers continue to improve their emotional intelligence through seminars, webinars, and workshops, as this can help enhance their problem-solving abilities. Bahasa Indonesia Asbtrak: Kecerdasan emosional adalah kapasitas seorang individu untuk mengidentifikasi, memahami, mengendalikan, dan mengekspresikan perasaan mereka sendiri, serta memahami dan merespons perasaan orang lain. Hal ini memungkinkan individu untuk tetap tenang dan fokus pada pencarian solusi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan problem solving guru PAUD TK XYZ di Jakarta Barat. Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data dan data dianalisis menggunakan excel. Kuesioner Kecerdasan Emosional terdiri dari 28 butir pertanyaan, sementara kuesioner Problem Solving terdiri dari 36 pertanyaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Guru PAUD di TK XYZ Jakarta Barat sebanyak 19 orang guru. Tidak ada penentuan sampel karena penelitian ini menggunakan seluruh populasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan problem solving pada guru PAUD di TK XYZ Jakarta Barat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Pearson Correlation Product Moment untuk melihat hubungan kecerdasan emosional dan kemampuan problem solving. Nilai rhitung adalah 0,523 lebih kecil dari rtabel (n=19) yaitu 0,456, maka H1 diterima. Dengan demikian disimpulkan bahwa hipotesis dapat diterima, yang disimpulkan pada adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan problem solving pada guru PAUD. Disarankan guru dapat memaksimalkan kecerdasan emosi melalui seminar, webinar, dan workshop perlu terus dilakukan sehingga dapat meningkatkan kemampuan problem solving pada guru PAUD.