Emotional intelligence refers to an individual’s ability to recognize, understand, control, and express their own emotions, as well as to understand and respond to others' emotions. This helps people stay calm and focused on finding solutions. This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and problem-solving ability among early childhood education (PAUD) teachers at TK XYZ in West Jakarta. The research uses a quantitative approach with questionnaires as the data collection tool, and the data are analyzed using Excel. The emotional intelligence questionnaire contains 28 items, while the problem-solving questionnaire contains 36 items. The study involved all 19 PAUD teachers at TK XYZ, with no sampling as the entire population was included. The results show a significant relationship between emotional intelligence and problem-solving ability among PAUD teachers. Pearson’s correlation test was used to analyze the data, and the correlation coefficient (r = 0.523) was higher than the table value (r = 0.456 for n = 19), indicating that the hypothesis is supported. Therefore, it can be concluded that emotional intelligence is positively linked to problem-solving skills in PAUD teachers. It is recommended that teachers continue to improve their emotional intelligence through seminars, webinars, and workshops, as this can help enhance their problem-solving abilities. Bahasa Indonesia Asbtrak: Kecerdasan emosional adalah kapasitas seorang individu untuk mengidentifikasi, memahami, mengendalikan, dan mengekspresikan perasaan mereka sendiri, serta memahami dan merespons perasaan orang lain. Hal ini memungkinkan individu untuk tetap tenang dan fokus pada pencarian solusi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan problem solving guru PAUD TK XYZ di Jakarta Barat. Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data dan data dianalisis menggunakan excel. Kuesioner Kecerdasan Emosional terdiri dari 28 butir pertanyaan, sementara kuesioner Problem Solving terdiri dari 36 pertanyaan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh Guru PAUD di TK XYZ Jakarta Barat sebanyak 19 orang guru. Tidak ada penentuan sampel karena penelitian ini menggunakan seluruh populasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan problem solving pada guru PAUD di TK XYZ Jakarta Barat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik Pearson Correlation Product Moment untuk melihat hubungan kecerdasan emosional dan kemampuan problem solving. Nilai rhitung adalah 0,523 lebih kecil dari rtabel (n=19) yaitu 0,456, maka H1 diterima. Dengan demikian disimpulkan bahwa hipotesis dapat diterima, yang disimpulkan pada adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan problem solving pada guru PAUD. Disarankan guru dapat memaksimalkan kecerdasan emosi melalui seminar, webinar, dan workshop perlu terus dilakukan sehingga dapat meningkatkan kemampuan problem solving pada guru PAUD.