Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK KEBERADAAN MINIMARKET ALFAMART TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KOTA WATAMPONE Astiana S; Syahrir Pawerangi; Andi Ferawati
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v1i1.73

Abstract

The Impact of the Existence of the Alfamart Minimarket on the Income of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Thesis of the Accounting Study Program at the College of Economics (STIE YAPI BONE) The aim of the research is to collect information regarding the impact of the existence of the Alfamart minimarket on the income of small and medium enterprises (UMKM). In this research, in general the people in Watampone City fulfill their livelihood needs by doing business or entrepreneurship, trading and some also work as laborers, private employees and others. Because the presence of a minimarket around their business will of course have an impact on their income. This research was conducted based on field research and used qualitative descriptive methods, namely interviews with 15 (fifteen) wholesalers and retailers, interviews were conducted comfortably and simply, easy to use, the questions asked were not interrogative but only for certain purposes. The aim is to obtain the desired data to complete the research article. The results of the research show that there has been a change in the income of traders who were initially able to earn profits of up to 10 million per day, but after the emergence of the Alfamart Minimarket, their income decreased or decreased. The government's lack of concern for the sustainability of traders' businesses and the ease of granting permits to build convenience stores adds to traders' concerns.
Evaluasi Kinerja Pelayanan dengan Menggunakan Metode Servqual di Kantor Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone Syam, Marniati; Andi Ferawati; Indriani
Center of Economic Students Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56750/15xc0024

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan lokasi penelitian di Kantor Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Metode Servqual adalah salah satu metode yang dapat diterapkan dalam pelayanan publik. Metode ini digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan yang diberikan oleh suatu instansi pemerintah atau organisasi. Servqual merupakan singkatan dari Service Quality, yang berarti kualitas pelayanan. Metode ini terdiri dari lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian ini Bertujuan Untuk mendeskripsikan penerapan pelayanan publik di Kantor Kecamatan Camat Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, dengan menggunakan model Servqual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengeksplorasi dan menggambarkan penerapan Model Servqual dalam pelayanan publik. Lokasi penelitian ini terfokus di Kantor Camat Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan Peningkatan aksesibilitas teknologi, keterampilan komunikasi staf, kejelasan informasi, keandalan layanan, dan empati dalam respons terhadap kebutuhan individu masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pelayanan publik yang lebih baik dan memenuhi harapan masyarakat secara keseluruhan.Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan dan belum memiliki sistem untuk mengukur tingkat kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan studi literatur, observasi, kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan masyarakat di kantor Kecamatan Camat Tanete Riattang Timur pada dimensi jaminan dengan nilai Gap sebesar 0,26, daya tanggap dengan nilai Gap sebesar 0,12, dan bukti fisik dengan nilai Gap sebesar 0,06 menunjukkan kualitas pelayanan sudah memuaskan. Sedangkan, pada dimensi empati dengan nilai Gap sebesar -0,14 dan kehandalan dengan nilai Gap sebesar -0,09 menunjukkan kualitas pelayanan tidak memuaskan.