Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Rekayasa Lalu Lintas Jalur Yos Sudarso dari Bank Papua Kota Timika Papua Tengah Batto, Oktavianty
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i2.4435

Abstract

Di Kabupaten Mimika, jaringan jalan dikategorikan berdasarkan fungsinya, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan jalan lingkungan. Salah satu contoh jalan arteri yang sangat penting di Kabupaten Mimika adalah Jalan Yos Sudarso. Jalan ini berstatus sebagai jalan provinsi dan berfungsi sebagai arteri primer. Menghubungkan Bank Papua dengan kawasan Pendidikan, jalan ini memiliki karakteristik berupa lebar jalur lalu lintas rata-rata 6 Meter dengan konfigurasi empat lajur terbagi (4/2 D). Selain itu, jalan ini juga dilengkapi dengan trotoar yang memberikan fasilitas tambahan bagi pejalan kaki. Keberadaan Jalan Yos Sudarso sebagai jalur utama menunjukkan pentingnya pengelolaan infrastruktur jalan yang memadai di Kabupaten Mimika. Melalui perawatan yang baik dan penerapan rekayasa lalu lintas yang tepat, jalan ini diharapkan dapat terus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat secara optimal. Pengolahan dan analisa data menggunakan MKJI 1997. Berdasarkan MKJI 1997, didapatkan rata – rata derajat kejenuhan adalah 0.1. Maka, Jl. Yos Sudarso arah Bank Papua - Pendidikan adalah ≥ 0.1 yaitu Dipaksakan/Buruk.
Analisis Kinerja Ruas Jalan Kolektor Sekunder Cenderawasih di Kabupaten Mimika, Papua Batto, Oktavianty
Journal of Technology and Engineering Vol 2 No 1 (2024): Journal of Technology and Engineering
Publisher : Yayasan Banu Haji Samsudin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/journaloftechnologyandengineering.v2i1.67

Abstract

Transportasi dan kebutuhan serta aktivitas masyarakat merupakan hal yang saling terkait satu sama lain, sehingga sangat sulit untuk dipisahkan. Dampak yang terjadi pada satu sektor akan berdampak pula pada sektor lainnya. Tujuan mendasar dari transportasi adalah untuk memfasilitasi lokasi-lokasi yang berbeda. Dengan demikian, transportasi mempunyai peranan dalam struktur ruang dan wilayah yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ruas Jalan Cenderawasih di Kabupaten Mimika. Arus lalu lintas diamati dengan membagi ruas Jalan Cenderawasih menjadi lima pos. Survei arus lalu lintas dilakukan selama tiga hari, yaitu hari Selasa, Rabu, dan Sabtu, dengan periode pengamatan pada jam sibuk 07.00-09.00, 12.00-14.00, dan 16.00- 18.00. Analisis kinerja ruas jalan meliputi volume lalu lintas, waktu tempuh, kecepatan ruang rata-rata, kepadatan lalu lintas, kapasitas ruas jalan, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan, mengacu pada MKJI 1997. Volume arus lalu lintas tertinggi terjadi pada pos 1 jalan Cenderawasih berkisar antara 1428,20 smp/jam dengan derajat kejenuhan 0,93. Hal ini menunjukkan bahwa Ruas Jalan Cenderawasih berada pada tingkat pelayanan dengan kategori E.
Analisis Prioritas Pengembangan Ruas Jalan Cenderawasih di Kabupaten Mimika Berbasis Model AHP Batto, Oktavianty
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i2.100

Abstract

Berdasarkan perkembangan daerah sejalan dengan perekonomian yang dilandasi oleh aktivitas transportasi yang terjamin. Transportasi merupakan sarana penunjang dalam pembangunan serta pemerataan dalam banyak sektor kehidupan masyarakat. Namun, pada beberapa aspek suatu wilayah kurang berkembang diakibatkan sentral aktivitas hanya terpusat pada titik tertentu di suatu daerah. Adapun pengembangan ruas jalan diharapkan sebagai bentuk peningkatan pada berbagai sektor mampu memberikan daya tarik pada wilayah-wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui variabel penunjang dalam pengembangan ruas jalan serta menganalisis prioritas pengembangan ruas jalan ruas Jalan Cenderawasih di Kabupaten Mimika dengan metode Analytical Hierarchy Process. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dimana narasumber merupakan Stakeholders. Hasil penelitian menggunakan metode wawancara menunjukkan bahwa ruas Jalan Cenderawasih rute Timika-Kuala Kencana di Kabupaten Mimika dengan panjang ±13 km, untuk kriteria penunjang yang berpengaruh berdasarkan variabel hirarki adalah Faktor Pelayanan Jalan sebesar 45%, untuk sub-kriteria penunjang dari kriteria Faktor Kondisi Jalan yaitu Jenis Perkerasan Jalan sebesar 23%, untuk sub-kriteria Faktor Pelayanan Jalan yaitu Keamanan 36%, sedangkan dari sub-kriteria Faktor Tata Guna Lahan yaitu dibidang pendiidikan sebesar 19%. Adapun berdasarkan semua faktor penunjang yang ada maka prioritas pengembangan ruas Jalan Cenderawasih adalah Pemeliharaan Jalan sebesar 55%.
Analisis Prioritas Penyedia Jasa Konstruksi Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Batto, Oktavianty
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.225

Abstract

Perkembangan Kota Mimika dalam industri jasa konstruksi memiliki peranan penting dalam pembangunan daerah. Seiring dengan semakin meningkatnya pekerjaan konstruksi kebutuhan tenaga kerjapun mengalami peningkatan, utamanya adalah pada tenaga kerja konstruksi yang berkompeten akan banyak dibutuhkan guna kelancaran seluruh pekerjaan konstruksi. Dalam Dunia konstruksi, tenaga kerja merupakan faktor kunci yang menentukan penyelesaian suatu proyek konstruksi, hal ini berhubungan dengan produktivitas yang bisa mereka hasilkan. Proses sertifikasi dilaksanakan melalui pengujian yang dilengkapi dengan bukti resmi pendidikan dan pengalaman kerja. Pengujiannya menggunakan standar tertentu untuk menjamin kompetensi dari pemegang sertifikasi. Berdasarkan standar kualitas kinerja penyedia jasa konstruksi perlu menjadi dasar bahwa dalam jasa konstruksi adanya perubahan memungkinkan untuk mengubah dan mengembangkan atau mempertahankan kinerja yang ada sehingga dapat memberikan kepuasan pada pengguna jasa konsultansi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja variable hirarki yang paling berpengaruh terhadap kriteria proyek konstruksi Berdasarkan hasil perhitungan perubahan kriteria dan sub-kriteria nilai alternatif yang menjadi prioritas maka hasil yang diperoleh urutan pertama adalah Alternatif Mengubah Kualitas dengan bobot sebesar 59% dan dikuti Alternatif Mempertahankan Kualitas dengan bobot sebesar 41%.
Pembangunan Rumah Layak Huni 2 Unit Bagi Masyarakat Asli Papua di SP 9 Kampung Wangirja Distrik Iwaka, Mimika-Papua Tengah Batto, Oktavianty
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/pakem_amata.v4i1.266

Abstract

Kampung Wangirja, yang terletak di Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah, dihuni oleh masyarakat asli Papua yang menghadapi tantangan perumahan serius. Banyak penduduk tinggal di rumah yang tidak layak huni, dengan keterbatasan ekonomi dan akses material bangunan serta minimnya infrastruktur dasar. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) menginisiasi program pengabdian masyarakat berupa pembangunan dua unit rumah layak huni. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dalam proses pembangunan, mulai dari penyediaan lahan hingga aspek konstruksi. Selain itu, masyarakat juga diberi pelatihan pengelolaan dan pemeliharaan rumah untuk memastikan keberlanjutan penggunaan rumah dalam jangka panjang. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup bagi dua keluarga penerima manfaat, yang sekarang memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan sehat. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan juga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap rumah yang dibangun. Kesuksesan proyek ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyediakan perumahan yang layak. Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mimika dan Dinas Perkimtan sangat penting dalam hal pendanaan, penyediaan material, dan koordinasi proyek. Dengan hasil yang positif ini, program serupa diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan di wilayah-wilayah lain yang membutuhkan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua secara lebih luas.
BELANJA MODAL PEMBANGUNAN SIGNAGE RSUD KABUPATEN MIMIKA, PAPUA TENGAH Batto, Oktavianty
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/pakem_amata.v4i2.347

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan di RSUD Kabupaten Mimika melalui pembangunan signage yang informatif dan strategis. Signage berfungsi sebagai elemen penting untuk mempermudah pengunjung dalam mengakses fasilitas rumah sakit, serta meningkatkan efisiensi alur pelayanan. Program ini melibatkan dosen dari Program Studi Teknik Sipil yang berperan dalam perencanaan desain, pengelolaan anggaran, dan pengawasan pembangunan signage. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan desain, penyusunan anggaran, implementasi pembangunan, serta evaluasi dan pelatihan kepada staf RSUD terkait pemeliharaan signage. Hasil dari kegiatan ini mencakup desain signage yang sesuai dengan standar teknis dan budaya lokal, pemasangan signage pada lokasi strategis di RSUD, serta pelatihan pengelolaan signage untuk memastikan keberlanjutan fungsi dan pemeliharaannya. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, dan efisiensi pelayanan di RSUD Kabupaten Mimika. Keberhasilan kegiatan ini dapat dijadikan model pengelolaan belanja modal di fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Papua Tengah
Rekayasa Lalu Lintas Jalur Yos Sudarso dari Bank Papua Kota Timika Papua Tengah Batto, Oktavianty
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss3pp598-607

Abstract

In Mimika Regency, the road network is categorized based on its function, namely arterial, collector, local, and neighborhood roads. One example of a very important arterial road in Mimika Regency is Jalan Yos Sudarso. This road has the status of a provincial road and functions as a primary artery. Connecting Bank Papua with the Education area, this road has characteristics in the form of an average traffic lane width of 6 meters with a four-lane divided configuration (4/2 D). In addition, this road is also equipped with sidewalks that provide additional facilities for pedestrians. The existence of Jalan Yos Sudarso as a main route demonstrates the importance of adequate road infrastructure management in Mimika Regency. Through proper maintenance and the application of appropriate traffic engineering, this road is expected to continue to optimally support economic activity and community mobility. Data processing and analysis using MKJI 1997. Based on MKJI 1997, the average degree of saturation is 0.1. So, Jl. Yos Sudarso direction Bank Papua - Education is ≥ 0.1 which is Forced / Bad.