Himpi, Plafianto Jonokarjo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Diklat, dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas PPO Kabupaten Manggarai Barat Himpi, Plafianto Jonokarjo
Bisman - Jurnal Bisnis & Manajemen Vol 7 No 1 (2022): Juni
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/bisman.v7i1.936

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja, diklat dan budaya organisasi secara simultan terhadap kinerja pegawai: 2) menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja, diklat dan budaya organisasi secara parsial terhadap kinerja pegawai: dan 3) menganalisis variabel bebas yang berpengaruh dominan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian survei yang bersifat menjelaskan fenomena (explanatory research) tentang ada atau tidaknya pengaruh antara dua variabel atau lebih dan seberapa tingkat pengaruhnya. Sampel dalam penelitian ini adalah 56 pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat yang terbagi dalam bidang kerja masing-masing dan diambil menggunakan teknik sampel sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan: 1) kepemimpinan, motivasi kerja, diklat, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat: 2) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai: 3) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada: 4) diklat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai: 5) budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai 6) variabel bebas yang berpengaruh dominan terhadap, pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat adalah diklat.
STRATEGI BRANDING DALAM PEMASARAN PRODUK EKONOMI KREATIF TENUN OLEH PELAKU UMKM DI KOTA KUPANG Nurdin, Hairil; Himpi, Plafianto Jonokarjo
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan produk ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, seperti tenun tradisional, menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, meskipun memiliki keunikan budaya yang kuat, banyak pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam menerapkan strategi branding yang efektif, terutama dalam mengintegrasikan nilai budaya dengan pendekatan pemasaran digital modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi branding dalam pemasaran produk tenun oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Kupang serta mengkaji implikasinya terhadap daya saing dan kinerja penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap lima pelaku usaha tenun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam aktivitas branding. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antar variabel utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik branding pada usaha mikro, kecil, dan menengah masih belum merata dan cenderung belum terstruktur secara optimal. Pelaku usaha yang secara konsisten mengembangkan identitas merek, seperti logo, kemasan, dan nama merek, cenderung memiliki tingkat pengenalan konsumen yang lebih tinggi serta peningkatan kinerja penjualan. Cultural branding menjadi kekuatan utama, ditunjukkan dengan penggunaan nilai budaya lokal, motif tradisional, dan narasi historis dalam produk. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena lemahnya pengelolaan storytelling dan keterbatasan dalam mengemas nilai budaya menjadi konten pemasaran yang menarik. Selain itu, kemampuan digital menjadi faktor kunci dalam memperluas jangkauan pasar, tetapi adopsinya masih terbatas dan belum terintegrasi. Interaksi antara brand identity, cultural branding, dan digital capability membentuk mekanisme yang menentukan keunggulan kompetitif, di mana pelaku usaha yang mampu mengintegrasikan ketiga aspek tersebut menunjukkan posisi pasar yang lebih kuat dan pertumbuhan penjualan yang lebih signifikan. Strategi branding yang efektif dalam sektor ekonomi kreatif memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi antara identitas merek, nilai budaya, dan kemampuan pemasaran digital. Penguatan ketiga aspek ini secara simultan dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mendorong peningkatan penjualan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas, adaptasi strategis, serta inovasi berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam menghadapi persaingan di era digital.