AbstrakPersimpangan bersinyal memainkan peran penting dalam manajemen lalu lintas perkotaan, terutama di wilayah dengan karakteristik lalu lintas campuran seperti Banda Aceh. Studi ini bertujuan untuk menentukan nilai nilai Ekivalen Mobil Penumpang (EMP) berdasarkan data aliran jenuh aktual pada simpang bersinyal AMD Batoh. Data dikumpulkan melalui rekaman video selama 120 siklus waktu hijau pada empat pendekatan simpang, dengan klasifikasi kendaraan meliputi Sepeda Motor (MC), Kendaraan Ringan (LV), Becak Bermotor (MR), dan Kendaraan Berat (HV). Analisis regresi linier menghasilkan koefisien positif, yang menunjukkan bahwa setiap penambahan satu unit kendaraan meningkatkan waktu hijau efektif sebesar 0,14 detik untuk MC, 1,12 detik untuk LV, 0,73 detik untuk MR, dan 1,58 detik untuk HV. Model regresi juga menghasilkan nilai Adjusted R² sebesar 0,94, yang menunjukkan tingkat kesesuaian model yang sangat baik. Nilai EMP lokal yang diperoleh berbeda dari referensi standar dalam PKJI 2023, khususnya untuk kendaraan informal. Temuan ini menekankan pentingnya penyesuaian lokal dalam analisis kapasitas simpang guna mendukung perencanaan lalu lintas yang lebih akurat dan kontekstual.Kata Kunci: Simpang Bersinyal; Ekivalen Mobil Penumpang (EMP); Aliran Jenuh; Regresi Linier; Lalu Lintas CampuranAbstractSignalized intersections play a vital role in urban traffic management, especially in areas with mixed traffic characteristics such as Banda Aceh. This study aims to determine the Passenger Car Equivalent (PCE) values based on actual saturation flow data at the AMD Batoh signalized intersection. Data were collected through video recordings over 120 green time cycles across four intersection approaches, with vehicle classifications including Motorcycles (MC), Light Vehicles (LV), Motorized Rickshaws (MR), and Heavy Vehicles (HV). Linear regression analysis produced positive coefficients, indicating that each additional vehicle unit increases the effective green time by 0.14 seconds for MC, 1.12 seconds for LV, 0.73 seconds for MR, and 1.58 seconds for HV. The regression model also yielded an Adjusted R² of 0.94, demonstrating a strong model fit. The resulting local PCE values differ from the standard references in PKJI 2023, particularly for informal vehicles. These findings highlight the importance of localized adjustment in intersection capacity analysis to support more accurate and context-sensitive traffic planning. Keywords: Signalized Intersection; Passenger Car Equivalent (PCE); Saturation Flow; Linear Regression; Mixed Traffic