Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI MANFAAT AIR REBUSAN CANGKANG TELUR BAGI TANAMAN WARGA KAMPUNG YOKA DISTRIK HERAM Sitti Rosnafi’an Sumardi; Muhammad Hisyam; Nada Pertiwi Papriani; Frans Augusthinus Asmuruf; Suarni S.
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i1.195

Abstract

Salah satu limbah rumah tangga yang sering dijumpai adalah kulit telur atau cangkang telur. Cangkang telur mengandung banyak kalsium yakni sekitar 97% kalsium karbonat yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa sosialisasi yang di hadiri oleh Masyarakat Kampung Yoka Distrik Heram. Pada sosialisi tersebut dijelaskan cara mudah Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur menjadi pupuk organik cair. Cara mudah yang dimaksud adalah dengan merebus Cangkang Telur. Membiarkan kulit telur mendidih dalam air panas untuk sementara waktu merupakan salah satu cara yang baik untuk menyedot kalsium ke dalam air. Selanjutnya air bekas rebus didinginkan. Setelah dingin, siram pada permukaan media tanam secara rutin sesuai jadwal penyiraman tanaman di rumah. Air rebusan cangkang telur dapat menetralkan pH tanah antara 6,0-6,5. pH tanah yang netral cenderung menjadikan tanah subur karena nutrisi yang terkandung dalam tanah mudah tersedia bagi tanaman. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah. Kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat dalam mengoptimalkan pengelolaan limbah rumah tangga khususnya limbah cangkang telur.
Moringa and Seaweed Noodles: Nutritional Pillars for Eastern Indonesia Community: Mie Kelor dan Rumput Laut: Pilar Nutrisi untuk Indonesia Timur Himawan; Yohanis Irenius Mandik; Imam Mishbach; Frans Augusthinus Asmuruf; Marlin Megalestin Raunsai; Nada Pertiwi Paprian; Liyatin Gea
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 4 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aimed to enhance the utilization of local resources, namely Moringa oleifera leaves and Eucheuma cottonii seaweed, as functional food through the innovation of healthy noodles. The activity was carried out at Raudhatul Jannah Mosque, involving 40 participants, the majority of whom were housewives and small-scale entrepreneurs. The implementation method included training in the production of moringa and seaweed flour, noodle formulation, organoleptic (hedonic) testing, shelf-life evaluation, and nutrition education. The results showed that noodles formulated with 15% moringa flour and 15% seaweed flour achieved the highest scores across all sensory attributes taste, texture, aroma, and color with an average rating of 4.35 out of 5. Shelf-life evaluation indicated that the noodles remained physically and sensorily stable for up to two weeks when stored in airtight packaging at room temperature, with no mold growth or significant deterioration. This program improved participants’ understanding of functional food (80% of participants), enhanced noodle production skills (20 participants became proficient), and opened opportunities for micro-enterprises based on local food innovation. The moringa–seaweed noodle innovation has the potential to support food security and improve community nutrition in Eastern Indonesia.