Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Kerjasama Dalam Berbagai Bidang Kehidupan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan MTs Al Fajar Teluk Kiri Sulisfianti; Handayani, Sri
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v2i2.130

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memainkan peran penting dalam membentuk karakter siswa dan kesadaran mereka sebagai warga negara. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam pembelajaran PPKn. Pengabdian ini melakukan hal-hal seperti menemukan masalah kewarganegaraan yang relevan, membuat materi PPKn yang mendukung, dan membentuk kelompok kecil siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat sekitar. PBL adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai agen aktif dalam memecahkan masalah nyata sambil mengaitkannya dengan nilai-nilai Pancasila. Penggunaan PBL dalam PPKn menciptakan pembelajaran yang kontekstual, yang memungkinkan siswa untuk merasakan dampak nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pengembangan keterampilan pemecahan masalah, kolaborasi, dan keterampilan kritis juga didorong oleh PBL. Setiap kelompok siswa berpartisipasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan solusi masalah kewarganegaraan yang dihadapi masyarakat. Metode ini diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep PPKn secara konseptual. Mereka juga diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip Pancasila dalam situasi yang berbeda. Hasil presentasi kelompok dan peningkatan pemahaman nilai-nilai Pancasila digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Ketika PBL digunakan dalam pembelajaran PPKn, diharapkan dapat membantu siswa lebih memahami apa yang mereka pelajari dan membangun karakter kewarganegaraan yang kuat