Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Fomo Terhadap Manajemen Keuangan Siswa SMP: Studi Literatur Manajemen Keuangan Pribadi SMPN 3 Tempuling Asral, Asral; Haikal, Muhammad; Salsabilla, Alicia; Ginting, Destika Natanina Br; Safitri, Erda; Sanla, Meilani; Absi, Ariani Azra; Sihotang, Antonius Kevin Samuel; Ervansyah, Fauzan; Novrianti, Teti; Nugraha, Raihan Pandu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 7 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i7.1318

Abstract

Salah satu fenomena yang marak di masyarakat saat ini terutama bagi kalangan remaja keatas adalah Fear OF Missing Out atau sering disebut dengan FOMO, salah satu kalangan yang banyak terjangkit FOMO adalah siswa SMP. FOMO memiliki potensi responsif negatif berupa perilaku konsumtif yang tida sehat sehingga memberikan dampak negatif bagi manajemen keuangan siswa. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SMPN 3 Tempuling sekitar FOMO dan memberikan Edukasi bagaimana cara mengatur manajemen keuangan yang baik dan benar. Metode yang digunakan ia melakukan sosialisasi sekaligus diskusi interaktif. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa seberapa banyak siswa SMPN 3 tempuling terdampak FOMO ini di dapatkan berdasarkan kusioner yang kami bagikan dan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam masalah pengaruh FOMO dan meningkatkan kemampuan untuk mengatur manajemen keuangan pribadi.
Big Data dan Penguasaan Pasar dalam Pengambilalihan Usaha Digital: Komparasi Rezim Hukum Persaingan Indonesia dan Jerman Samariadi, Samariadi; Firmanda, Hengki; Ervansyah, Fauzan; GM. Manik, Rahmat
Zaaken: Journal of Civil and Business Law Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/zaaken.v7i2.55068

Abstract

The digital economy has positioned Big Data as a primary strategic asset that creates new market entry barriers in the form of "data fortresses." The assessment of company acquisitions in this sector demands a paradigm shift from physical asset parameters to data control parameters. This study aims to analyze and compare the approaches employed by the Business Competition Supervisory Commission (Komisi Pengawas Persaingan Usaha/KPPU) of the Republic of Indonesia and the German Federal Cartel Office (Bundeskartellamt) in evaluating data access. The research employs a normative juridical method with a comparative law approach. The findings reveal that the KPPU continues to rely on traditional quantitative parameters, such as sales-based market share indicators (HHI), which have demonstrably exhibited gaps in detecting data-driven market power, as evidenced in the case of TikTok's acquisition of Tokopedia. In contrast, the Bundeskartellamt has adopted explicit qualitative criteria through Section 18(3a) of the Gesetz gegen Wettbewerbsbeschränkungen (GWB) to assess data access and network effects, as illustrated in the Parship-ElitePartner case. It is concluded that the KPPU must reform its assessment guidelines by incorporating data access as a primary qualitative factor to ensure fair competition in the digital market.