Berdasarkan studi pendahuluan di pondok pesantren Al-Madienah Denanyar Jombang terdapat 31,5% santriwati yang terkena scabies. Hal ini didukung kurangnya pengetahuan santriwati tentang penyebaran scabies dan perawatan diri yang tidak baik, serta kebersihan lingkungan yang kurang, menjadi salah satu penyebab tingginya angka penularan scabies di Pondok pesantrenĀ Al-Madienah. Melihat permasalahan yang terjadi, tim pengusul merancang program pengabdian masyarakat dengan judul "Manfaat Rebusan Daun Sirih Merah terhadap Santriwati yang menderita Scabies di Pondok Pesantren Al-Madienah." Dalam program ini, tim pengusul memberikan edukasi kepada santriwati mengenai pentingnya kebersihan pribadi, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian mengenai personal hygiene. Selain itu, edukasi juga mencakup cara pencegahan penyebaran scabies untuk mengurangi tingkat penyebaran scabies di lingkungan pondok pesantren. Tim pengusul memperkenalkan inovasi pembuatan obat alami dari daun sirih merah, yang memiliki efek samping rendah dibandingkan bahan kimia. Tim pengusul mendorong santriwati untuk melakukan budidaya tanaman daun sirih merah, sehingga mudah memperoleh bahan baku untuk pembuatan obat secara mandiri. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif bagi santriwati dan meningkatkan derajat kesehatan di Pondok Pesantren Al-Madienah. Hasil evaluasi didapatkan angka kejadian penyakit scabies menurun 15%. Santriwati yang menggunakan obat tersebut merasakan bahwa gatal yang dirasakan berkurang, dan proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat.