Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Cadre Assistance in Efforts to Prevent Stunting Using Snakes and Ladders Game for Pregnant Women in Penyengat Olak Village, Muaro Jambi Regency: Pendampingan Kader Dalam Upaya Pencegahan Stunting Dengan Permainan Ular Tangga Untuk Ibu Hamil Di Desa Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi Ika Murtiyarini; Pauline Kusmaryati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang3078

Abstract

Stunting is still a problem in Indonesia, including in Jambi Province. Based on the Indonesian Nutrition Status Report (SSGI), the prevalence of children under five years of age (toddlers) who experience stunting in Jambi Province is 22.4% in 2021. This causes irreversible disruption to children's physical development, causing a decrease in cognitive abilities and stunting. physical growth, mental development and health status in children. Stunting causes poor cognitive abilities, low productivity, and an increased risk of disease resulting in long-term losses for the Indonesian economy. One way to prevent stunting is to provide nutritional and health services to pregnant women. The government's acceleration of nutritional improvements has made the First Thousand Days of Life (1000 HPK) a strategic priority in preventing stunting. The consequences of malnutrition at 1000 HPK are permanent and difficult to repair. One promotional effort that can be made to increase pregnant women's knowledge about preventing stunting is by implementing the snakes and ladders game in pregnant women's classes. The snakes and ladders game as a health promotion medium is an effective tool in providing information and is able to increase knowledge and attitudes. This educational activity was carried out for 40 cadres and pregnant women. This activity is carried out directly using snakes and ladders related to stunting, including understanding stunting, recognizing signs of stunting, preventing stunting, causes of stunting, impacts of stunting, as well as tips for preventing stunting during the first 1000 days of life (HPK). The game activities went well and received a good response and enthusiasm from the cadres and pregnant women. This was demonstrated by the cadres' enthusiasm in asking questions and playing snakes and ladders. Next, the cadre led a game of snakes and ladders for pregnant women. The education provided was also delivered well, as shown by the increase in cadres' knowledge regarding stunting by looking at the increasing comparison of pre-test and post-test results. Play and educational activities using snakes and ladders need to continue to be implemented as an effort to increase cadres' knowledge in educating pregnant women in preventing stunting.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Optimalisasi Pengembangan Makanan Tambahan Ibu Hamil Berbasis Pangan Lokal di Desa Suka Maju Rosmaria; Pauline Kusmaryati
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, persalinan, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi pada bulan Agustus 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam pemanfaatan pangan lokal sebagai makanan tambahan (PMT) untuk mencegah Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia. Metode kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, serta monitoring. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan meliputi penyuluhan gizi, pelatihan, serta demonstrasi pembuatan PMT berbasis pangan lokal seperti nugget daun kelor, bubur kacang hijau, dan olahan tempe. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dari kondisi sebelum penyuluhan (33.33% baik) menjadi 84.33% baik setelah penyuluhan. Demikian pula keterampilan ibu hamil meningkat dari 20% terampil sebelum demonstrasi menjadi 86.66% terampil setelah kegiatan. Kesimpulan kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu hamil untuk menyediakan makanan tambahan bergizi dari bahan lokal.  
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Diabetes Melitus Dalam Kehamilan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Pauline Kusmaryati; Maini Hernita; Osvinarti
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.221

Abstract

Di Provinsi Jambi, prevalensi diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur 15 tahun ke atas dengan presentase tertinggi ada di kota Jambi dengan angka 293%. Gestational Diabetes Mellitus (GDM) adalah diabetes yang terjadi saat kehamilan dan tidak memiliki penyakit diabetes sebelum hamil. Gestational Diabetes Mellitus (GDM) berkaitan erat dengan komplikasi seperti seksio sesaria, meningkatnya ketonemia, preeklamsia dan infeksi traktus urinaria, serta meningkatnya gangguan perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan diabetes melitus dalam kehamilan. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian pre experiment yang digunakan adalah one group pre test and post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Putri ayu. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling sebanyak 45 ibu hamil. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Analisis Bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan video adalah 5.24 dengan nilai minimal 4 dan maksimal 8. Rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil setelah diberikan video didapatkan 8.51 dengan nilai minimal 7 dan maksimal 10. Terdapat perbedaan  yang bermakna (r-value 0.000) dari pengetahuan ibu hamil sebelum dengan pengetahuan sesudah diberikan intervensi. Ada pengaruh media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan diabetes melitus dalam kehamilan.