Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi SIMRS pada Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Framework COBIT 5 Prabawa, I Nyoman Angga; Widyantara, I Made Oka; Sudarma, Made
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 3: Juni 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022934749

Abstract

Salah satu prasyarat terhadap standar sebuah rumah sakit di Indonesia, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung adalah adanya penggunaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Disamping itu, sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam keberhasilan penerapan SIMRS. Dua pernyataan tersebut menjadi sasaran program bagi RSUD Klungkung yang berkeinginan untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi dan SIMRS, serta kuantitas dan kualitas SDM RS. Untuk itu, dibutuhkan evaluasi pada setiap pihak yang terlibat dalam penerapan SIMRS di RSUD Klungkung. Selain untuk mengukur sejauh mana penerapan SIMRS yang telah berjalan, evaluasi ini juga bertujuan untuk melihat seberapa baik SDM yang terlibat di dalamnya telah dikelola. Proses evaluasi dilaksanakan dengan mengacu pada kerangka kerja Control Objectives for Information and Related Technology versi 5 (COBIT 5) pada sub domain proses Align, Plan, and Organise 07 (APO07), yakni Manage Human Resources. Metode pengukuran dan proses analisa penelitian didasarkan pada penilaian kuesioner setiap responden yang memiliki keterlibatan dalam penerapan SIMRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS terhadap manajemen SDM berada pada tingkat kapabilitas 1 dengan nilai sebesar 74%. Analisa kesenjangan terhadap tingkat kapabilitas harapan yang berada pada tingkat kapabilitas 3 menghasilkan usulan rekomendasi perbaikan guna menyusun rencana strategis manajemen SDM serta meningkatkan pemanfaatan layanan SIMRS dan Teknologi Informasi (TI). AbstractHospital Management Information System (SIMRS) is one of the requirements for the hospital’s standards in Indonesia, including at the Regional Public Hospital (RSUD) of Klungkung. Additionally, human resources (HR) have the main role in SIMRS's successful implementation. The statements become the RSUD Klungkung targets to improve technology and SIMRS uses, also the quantity and quality of human resources. The SIMRS evaluation is needed for each party involved in its implementation. It is carried out to measure the SIMRS implements and to ensure human resources involved have been well managed. The evaluation process is measured using Control Objectives for Information and Related Technology 5th version (COBIT 5) framework within the sub domain process Align, Plan, and Organise 07 (APO07), namely Manage Human Resources. The analysis is based on an assessment of each respondent’s questionnaire who involved in the SIMRS implementation. The result shows that SIMRS implementation towards human resources management is at capability level 1 with a value of about 74%. Gap analysis of expected capabilities at capability level 3 provides recommendation improvements in order to increase the strategic plan for SDM management as well as SIMRS and Information Technology (IT) service.
Evaluasi Efektivitas Sistem Kontrol TI, Prosedur Audit, dan Deteksi Kecurangan di Institusi Keuangan Prabawa, I Nyoman Angga; Asri, Ida Ayu Trisna Yudi; Pawana, I Gusti Ngurah Agung
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem kontrol teknologi informasi (TI), prosedur audit, dan deteksi kecurangan di institusi keuangan melalui pendekatan kualitatif dengan metode literature review. Sistem kontrol TI memainkan peran kunci dalam menjaga keamanan data dan integritas operasional, sementara prosedur audit berfungsi sebagai mekanisme pengawasan yang dapat mendeteksi dan mencegah terjadinya kecurangan. Dalam penelitian ini, kami mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan topik tersebut, termasuk studi empiris, artikel teori, dan laporan praktik terbaik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa institusi keuangan yang menerapkan sistem kontrol TI yang komprehensif dan terus diperbarui mampu mengurangi risiko kebocoran data dan penyalahgunaan informasi. Prosedur audit yang efektif dan berbasis risiko terbukti mampu mengidentifikasi kelemahan dalam sistem dan operasi yang berpotensi menjadi titik masuk bagi kecurangan. Namun, deteksi kecurangan tidak hanya bergantung pada kekuatan teknologi dan prosedur audit, tetapi juga pada kesadaran dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam institusi keuangan tersebut.