Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Bahasa Tubuh dalam Perspektif Al-Qur`an; : Studi Tafsir Al-Qur'ān Al-Aẓĭm dan Jāmi` Li Aḥkām al-Qur`ān Firdausa, Salsabila; Ania Zulita, Melisa
REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/revelatia.v4i2.10710

Abstract

In fact, communication affects every element of life, which makes it extremely vital. The process of conveying messages and gaining many meanings between two individuals is called communication. When it comes to communicating in day-to-day activities, body language accounts for 65% and verbal communication for 35%. In order to promote a sense of fraternity, this study aims to gather and examine passages from the Qur'an about body language communication in people. If we look at the actual facts, communication is one of the basic human needs that is very important. Even before humans could use words to communicate verbally, the process of communication was already taking place. Often, however, obstacles hinder effective communication. Mismatches between verbal and non-verbal messages can result in incomplete information and cause messages to be poorly understood. Therefore, it is important to educate about the importance of using effective body language, especially for communicators who often deliver messages directly. So in this study will be explained related to the importance of body language communication from the perspective of the Qur'an. The research methodology used in this study is qualitative research, which yields desk research with a sample size of ten thousand. The investigators also use the comparative method. The results of this study show that the ability to communicate in body language is present in Q.S. Abasa:1, Q.S. Al-Muṭaffifīn:30, Q.S. Al-Furqān:27, Q.S. Luqman:18–19, and Q.S. Al-Māidah:83. There are several categories of body language communication, such as facial, oral, facial, and oral.
Hoarding Disorder dalam Perspektif Al-Qur'an dan Kesehatan Mental Dadang Hawari Firdausa, Salsabila; Masykur, Masykur; Ghufron, Ahmad Iffan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i1.1055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hoarding disorder dalam perspektif Al-Qur'an dan teori kesehatan mental Islam yang dikembangkan oleh Dadang Hawari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, serta mengintegrasikan kerangka biopsikososiospiritual (BPS-S) untuk memahami hoarding disorder secara komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis mendalam terhadap teks-teks Islam, termasuk ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, dan literatur terkait psikologi Islam serta kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hoarding disorder bukan sekadar masalah psikologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Dalam Islam, perilaku menimbun barang secara berlebihan bertentangan dengan prinsip qana’ah (rasa cukup), tawakkal (berserah diri kepada Allah), dan infaq (berbagi harta). Ayat-ayat Al-Qur'an seperti QS. Al-Furqan (25:67) dan QS. At-Taubah (9:34-35) menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengelolaan harta serta memperingatkan bahaya menimbun secara berlebihan. Pembahasan penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan terapi psikoreligius Islam, seperti shalat, dzikir, dan infaq, dapat membantu individu mengelola kecemasan dan mengurangi keterikatan terhadap barang. Penelitian ini berkontribusi dalam mengintegrasikan psikologi Islam dengan intervensi kesehatan mental,  menawarkan pendekatan holistik dalam menangani hoarding disorder melalui penyembuhan spiritual dan psikologis.