Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran Sosiologi Kelas X SMAN 1 Sitiung Kabupaten Dharmasraya Putri, Ratih Kurnia; Nora, Desri
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 3 No. 3 (2024): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v3i3.202

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar Sosiologi siswa kelas X.IPS di SMA N 1 Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan kurang bervariasinya model pembelajaran guru selama proses belajar berlangsung. Hal menyebabkan siswa merasa jenuh dan kurang aktif selama pembelajaran berlangsung. Dalam mengatasi permasalahan tersebut model pembelajaran yang digunakan guru harus diubah dari model pembelajaran langsung menjadi model pembelajaran inkuiri terbimbing agar dapat mencapai tujuan pembelajaran serta menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian tentang pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa adalah teori kontruktivistik. dengan asumsi bahwa pada teori ini siswa sebagai studen senter dimana siswa haruas lebih aktif terhadap pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen (quasi experimen) dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pretest-posstest control grup design. Prosedur penelitian meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Sitiung, Kabupaten Dharmasraya dan sampel pada penelitian ini adalah kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki kategori sangat terbanyak adalah baik 92,6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran sosiologi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sitiung.
INOVASI PRODUK PUDING KELAPA MUDA MENUNJANG POTENSI KEKAYAAN ALAM DESA KALONGAN KABUPATEN SEMARANG Putri, Ratih Kurnia; Kariyono, Alfirrizqi Putra; Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Pongantung, Ronald Jolly
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Inpress Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56878

Abstract

Tujuan utama program adalah mengoptimalkan potensi lokal dengan mengembangkan produk kudapan inovatif "Puding Kelapa Muda COMEL" dan menumbuhkan kapabilitas wirausaha di kalangan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengembangan komunitas yang holistik melalui kerangka participatory action research. Terjadinya transformasi digital yang mengubah model pemasaran dari mulut ke mulut yang terbatas menjadi strategi pemasaran digital yang terintegrasi, mencakup penggunaan media sosial (Instagram), platform pesan-antar makanan (GoFood), dan sistem pembayaran digital (QRIS). Proses alih keterampilan dilakukan melalui pelatihan keterampilan dengan model 80% praktik dan 20% teori, memastikan peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menguasai eksekusi. Hasil program menunjukkan keberhasilan dalam menciptakan sebuah Usaha Mikro Kreatif (UMK) baru yang mampu mentransformasi komoditas pertanian menjadi produk bernilai jual tinggi. Selain itu, terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang efektif kepada masyarakat, serta perluasan akses pasar secara signifikan melalui adopsi platform digital. Dari sisi pemasaran, implementasi strategi digital berhasil memperluas jangkauan pasar secara signifikan, dan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui platform daring. Antusiasme dan minat beli yang tinggi dari konsumen membuktikan bahwa produk inovatif ini diterima dengan baik oleh pasar. Melalui program ini menyimpulkan bahwa integrasi antara inovasi produk, pemberdayaan komunitas, dan transformasi digital merupakan strategi efektif untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan selaras dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).