Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERAN SEKTOR PERTANIAN PADA PEREKONOMIAN KALIMANTAN SELATAN: ANALISIS INPUT-OUTPUT The Role of The Agricultural Sector in The Economy of South Kalimantan:Input-Output Analysis Nisa, Ana Fauziyatun; Ridho, Abdil Fadhil; Shafriani, Karimal Arum
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7, No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3838

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam lingkup regional, khususnya di Kalimantan Selatan, sektor pertanian berkontribusi pada PDRB Tahun 2023 sebesar 11,37 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor pertanian dalam perekonomian di Kalimantan Selatan. Data yang digunakan adalah Tabel Input-Output Kalimantan Selatan 2016, kemudian diolah dengan analisis Input-Output. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa sektor pertanian berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor lainnya pada perekonomian Kalimantan Selatan, terutama sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan semusim dan tahunan karena memiliki nilai indeks forward linkage yang tinggi. Selain itu, sektor pertanian juga berperan dalam peningkatan output, pendapatan, dan kesempatan kerja pada perekonomian Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan kebijakan dari pemerintah Kalimantan Selatan untuk memprioritaskan sektor pertanian dalam proses pembangunan ekonominya.
PERAN SEKTOR PERTANIAN PADA PEREKONOMIAN KALIMANTAN SELATAN: ANALISIS INPUT-OUTPUT The Role of The Agricultural Sector in The Economy of South Kalimantan:Input-Output Analysis Nisa, Ana Fauziyatun; Ridho, Abdil Fadhil; Shafriani, Karimal Arum
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3838

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam lingkup regional, khususnya di Kalimantan Selatan, sektor pertanian berkontribusi pada PDRB Tahun 2023 sebesar 11,37 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor pertanian dalam perekonomian di Kalimantan Selatan. Data yang digunakan adalah Tabel Input-Output Kalimantan Selatan 2016, kemudian diolah dengan analisis Input-Output. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa sektor pertanian berperan penting dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor lainnya pada perekonomian Kalimantan Selatan, terutama sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan semusim dan tahunan karena memiliki nilai indeks forward linkage yang tinggi. Selain itu, sektor pertanian juga berperan dalam peningkatan output, pendapatan, dan kesempatan kerja pada perekonomian Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan kebijakan dari pemerintah Kalimantan Selatan untuk memprioritaskan sektor pertanian dalam proses pembangunan ekonominya.
Pola Komunikasi Kelompok dalam Implementasi Program Urban Farming di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru (Studi Kasus Kelompok Cempaka Berkah) Muhammad Iqbal; Nurmelati Septiana; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi dan pola komunikasi untuk melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif dapat mendukung keberhasilan program urban farming  dalam kelompok masyarakat Cempaka Berkah di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Kelompok Cempaka Berkah merupakan salah satu kelompok percontohan yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru pada tahun 2022 dan masih aktif sampai sekarang. Komunikasi dalam kelompok menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan kelompok Cempaka Berkah untuk menjalankan kebijakan program urban farming. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Desember 2024 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, dengan data primer dan sekunder. Hasil menunjukan partisipasi aktif anggota kelompok berhasil menunjukan proses komunikasi kelompok yang bisa dikatakan berjalan dengan baik walaupun dalam prosesnya masih menghadapi beberapa hambatan dalam proses komunikasi. Pola komunikasi yang dominan digunakan oleh kelompok merupakan pola komunikasi roda yang menempatkan satu orang untuk menjadi pusat informasi.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA SARANG BURUNG WALET DI DESA JAKATAN MASAHA KECAMATAN MANDAU TALAWANG KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Niprol Pahmi; Nuri Dewi Yanti; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12279

Abstract

Di Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas merupa kansalah satu sentral produksi sarang burung wallet. Sebagian besar penduduknya banyak membangun rumah sarang burung walet, hal itu dapat dilihat banyaknya rumah/bangunan untuk burung walet yang dibangun masyarakat di wilayah ini khususnya di daerah perkampungan termasuk Desa Jakatan Masaha. Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti biaya usaha sarang burung walet dan pendapatan. Penelitian dilakukan di Desa Jakatan Masaha, Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas yang dimulai dari bulan Februari sampai Januari 2024. Periode pengambilan dan perhitungan data diambil pada bulan Mei 2023 yaitu selama 1 (satu) proses produksi. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total yang dipakai oleh pengusaha sarang burung walet pada bulan Mei 2023 sebesar Rp1.965.599 dengan rincian jumlah biaya penyusutan bangunan dan alat Rp1.725.149 dan biaya operasional Rp240.450. Total penerimaan sebesar Rp15.210.000 dengan rata-rata produksi sebesar 1,69kg/produksi dan harga senilai Rp9.000.000/kg. Didapatkan pendapatan sebesar Rp13.244.401/produksi yang dihasilkan dari pengurangan jumlah penerimaan dengan biaya eksplisit. Berdasarkan total pendapatan dari pengusaha sarang burung walet di Desa Jakatan Masaha dapat dikatakan sangat menguntungkan untuk dijalankan.
ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN SUMBER RISIKO USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN TAMBANG ULANG KABUPATEN TANAH LAUT Dimas Awaluddin Saputra; Nuri Dewi Yanti; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13029

Abstract

Tomat menjadi salah satu komoditas potensial di sektor holtikultura, karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk terus berkembang. Terlihat dari semakin banyaknya hasil olahan tomat yang kini beredar dan dapat ditemui dengan mudah dipasaran. Buah tomat memiliki banyak manfaat dan kandungan yang diperlukan oleh tubuh. Kecamatan Tambang Ulang menjadi penghasil produksi tomat terbesar di Kabupaten Tanah Laut pada Tahun 2020 dengan total produksi 1.086 kuintal, dengan jumlah petani tomat yang tinggi. Hal ini menjadikan dipilihnya Kecamatan Tambang Ulang sebagai lokasi dalam penelitian usahatani tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan serta kelayakan dalam usahatani tomat di Kecamatan Tambang Ulang, serta menganalisis tentang sumber risiko padausaha tani tomat. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian adalah sensus dengan mengambil semua petani tomat sebagai responden, yaitu 35 orang. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata biaya usahatani tomat dalam 1 periode sebesar Rp19.414.346/usahatani dengan rincian Rp8.203.712/usahatani untuk biaya implisist dan Rp11.210.634/usahatani untuk biaya eksplisit. Rata-rata penerimaan usahatani tomat sebanyak Rp76.439.853/usahatani. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usahatani tomat sebanyak Rp57.025.507/usahatani dengan nilaiRCR 3,94. Usahatani tomat di Kecamatan Tambang Ulang memiliki beberapa risiko antara lain, cuaca yang tidak menentu, fluktuasi harga tomat dan hama penyakit.
Analisis Tingkat Konsumsi Buah pada Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Nor Asiah; Nina Budiwati; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i3.16187

Abstract

Konsumsi buah di Indonesia yang belum memenuhi standar gizi seimbang menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat konsumsi buah dan faktor-faktor yang berhubungan pada mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Lambung Mangkurat, yang diharapkan menjadi teladan dalam pola konsumsi sehat. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional pada 30 mahasiswa yang dipilih melalui Simple Random Sampling dari total populasi 396 orang. Data tingkat konsumsi buah dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ) dan dianalisis secara deskriptif. Uji korelasi Rank Spearman dengan SPSS digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat konsumsi buah dengan variabel pengetahuan, preferensi, ketersediaan buah, dan konsumsi makanan cepat saji. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi buah mahasiswa tergolong tinggi, yaitu 216,48 gram/orang/hari. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan gizi dengan tingkat konsumsi buah (ρ=0,515), sebaliknya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan tingkat konsumsi buah (ρ=−0,445). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada variabel preferensi dan ketersediaan buah. Hasil ini mengimplikasikan bahwa peningkatan pengetahuan secara efektif mendorong konsumsi buah, sementara gaya hidup modern yang tercermin dari konsumsi makanan cepat saji menjadi penghambat utama.
FLUKTUASI HARGA BUNGA MELATI DI DESA PANDAK DAUN KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Jamiatul Warni; Yudi Ferrianta; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13055

Abstract

Fluktuasi harga bunga melati menyebabkan komoditas bunga melati cenderung meningkat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fluktuasi harga bunga melati dan untuk meramalkan jumlah barang konsumen bunga melati menggunakan data 3 bulan dan data 7 bulan. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pedagang pengumpul di lokasi penelitian menggunakan kuisioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dinas atau kelembagaan yang terkaitan dengan penelitian ini. Metode penelitian yaitu purposive sampling. Berdasarkan potensi Desa Pandak Daun jumlah pedagang pengumpul bunga melati yaitu sebanyak 17 orang.  Analisa data yang digunakan yaitu simple moving average. Hasil penelitian harga tertinggi pada tahun 2022 yaitu bulan Januari dengan hargaRp20.000/ gelasnya, bulan februari dengan harga Rp. 15.000/gelasnya. Bulan april dengan harga Rp10.000/gelasnya. Bulan meidengan harga Rp 10.000/ gelasnya. Bulan Juni dengan hargaRp10.000/ gelasnya. Bulan Juli dengan harga Rp10.000/gelasnya,dan Bulan Oktober dengan harga Rp10.000/gelasnya. Pada tahun 2023 yang merupakan harga tertinggi bunga melati yaitu bulan januari dengan harga Rp15.000/gelasnya, Bulan februari dengan harga Rp14.000/ gelasnya, Bulan maret dengan hargaRp10.000/gelasnya. Bulan april mencapai Rp20.000/gelas. Bulan mei mencapai harga Rp20.000/gelasnya. Bulan juni 2023 denganharga Rp15.000/ gelasnya. Hasil dari penelitian harga bunga melati yang rendah pada tahun 2022 yaitu bulan maret, agustus, september, november dan desember. Sedangkan pada tahun 2023 yaitu pada bulan juli hingga desember. Hasil ramalan pada bulan januari 2024 dari data 3 bulan yaitu bulan oktober, november dan desember cara ditotal dan dibagi 3 nilai rata-rata bulan januari yaitu 149,20. Hasil data 7 bulan yaitu data bulan oktober, september, agustus, juli,juni, mei, dan april cara menghitungnya yaitu ditotal lalu dibagi 7 hasil data ramalan 7 bulan pada Januari 2024 rata-rata yaitu158,15.
Analisis Komparatif Pendapatan Petani Karet UPPB dan Non-UPPB di Kecamatan Batang Alai Selatan Syifa, Noor; Azis, Yusuf; Nisa, Ana Fauziyatun
Frontier Agribisnis Vol 9, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fag.v9i4.16166

Abstract

Fluktuasi harga karet dan panjangnya rantai tata niaga pemasaran seringkali merugikan petani karet rakyat. Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) hadir sebagai solusi kelembagaan untuk memotong rantai pasok dan memperbaiki harga ditingkat petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparasi pendapatan antara petani karet anggota UPPB dan non-anggota di Desa Limbar dan Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan. Metode pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan total 32 responden (16 anggota UPPB dan 16 non-anggota). Data pendapatan dianalisis selama periode dua bulan (Agustus-September 2024) menggunakan uji beda dua rata-rata (Independent Sample t-test) dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani anggota UPPB sebesar Rp5.853.949 per dua bulan, lebih tinggi dibandingkan petani non-anggota yang sebesar Rp4.235.844 per dua bulan. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t-hitung (2,642) lebih besar dari t-tabel (2,042), yang berarti tolak H0 dan terima H1. Hal ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan, di mana kelembagaan UPPB terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan petani melalui jaminan harga dan akses pasar yang lebih baik.
Economic Linkage Between Rubber Plantation and Other Sectors In Indonesia Ana Fauziyatun Nisa; Abdil Fadhil Ridho
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.8.1.9812.69-78

Abstract

Rubber plantation as a part of the agricultural sector is one of the important sectors contributing to national GDP. This study aims to observe the economic linkage between rubber plantation and other sector in Indonesia by using input-output analysis approach. The result shows that the value of the backward and forward linkage coefficient of variation of the rubber plantation is respectively 0,80 and 1,54. The number of backward linkage coefficient of variation which is less than one indicates that backward linkage is low, while the number of forward linkage coefficient of variation which is more than one shows forward linkage of rubber plantation in the national economy is high. This condition describes the rubber plantation including as the forward orientation sector in the economy of Indonesia.