Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRINSIP EKOWISATA SITU JATIJAJAR DEPOK SEBAGAI PARIWISATA BERKELANJUTAN Akbar, Rais; Azwar, Azwar
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 5 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v32i5.4658

Abstract

Kota Depok membutuhkan inovasi untuk mengembangkan potensi lokal dikarenakan minimnya ruang terbuka hijau. Pengembangan ekowisata di Situ Jatijajar merupakan langkah strategis dalam mencapai pariwisata berkelanjutan di Kota Depok. Penelitian ini membahas pengembangan ekowisata di Situ Jatijajar, Depok, dengan tujuan mencapai pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, serta promosi nilai-nilai budaya dan sejarah. Menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur yang menunjukan bahwa Situ Jatijajar memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dengan keanekaragaman hayati dan warisan budaya yang kaya. Partisipasi aktif masyarakat lokal dan dukungan kebijakan pemerintah terbukti penting dalam pengembangan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat serta kesadaran dan keterlibatan dalam pelestarian lingkungan. Penelitian ini menemukan adanya tantangan yang dihadapi oleh Situ Jatijajar sebagai ekowisata seperti keterbatasan dana, kurangnya kesadaran lingkungan di kalangan wisatawan, dan tekanan urbanisasi. Penelitian ini menyarankan bahwa perlunya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta program edukasi dan pelatihan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan penerapan prinsip-prinsip edukasi, partisipasi masyarakat, dan ekonomi yang tepat, ekowisata di Situ Jatijajar dapat memberikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan, menciptakan hubungan harmonis antara manusia dan alam, serta mempromosikan kesejahteraan sosial dan ekonomi di wilayah Kota Depok, Jawa Barat.
TikTok Shop sebagai Bentuk Realitas Konstruksi Sosial Teknologi Media Baru Akbar, Rais; Muqsith, Munadhil Abdul; Ayuningtyas, Fitria
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2301

Abstract

TikTok Shop merupakan sebuah fitur yang dikeluarkan oleh media sosial TikTok yang memberikan fasilitas jual-beli untuk penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami TikTok Shop sebagai fenomena media baru dalam konteks konstruksi sosial dengan menerapkan Teori Social Construction of Technology (SCOT). Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menggali persepsi, interpretasi, dan pengalaman para pengguna TikTok Shop, sementara studi kepustakaan dilakukan untuk merinci perkembangan dan karakteristik media sosial tersebut. Dalam kerangka SCOT, penelitian ini akan menyoroti bagaimana TikTok Shop dibentuk, diterima, dan diadopsi oleh komunitas pengguna teknologi yang mempengaruhi konstruksi sosialnya. Analisis mendalam melalui sumber literatur dengan mengaitkan Teori SCOT untuk memperkuat pemahaman terhadap proses konstruksi sosial dalam pengembangan dan penyebaran TikTok Shop.Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai peran SCOT dalam menganalisis dan memahami konstruksi sosial TikTok Shop sebagai bagian dari fenomena media sosial. Penelitian ini tidak hanya akan memberikan sumbangan bagi pemahaman teoretis SCOT, tetapi juga dapat membantu pengembangan strategi pemasaran, kebijakan, dan pengembangan produk di era media sosial yang terus berkembang. Melalui penelitian ini menemukan bahwa TikTok Shop merupakan suatu inovasi dari perkembangan teknologi yang mempengaruhi kehidupan manusia dan bahkan dapat mengubah dunia e-commerce di Indonesia.
The Influence of City Branding on Visit Intention, Mediated By Brand Identity and City Image, and Its Impact on Visit Decisions Akbar, Rais; Arifin, Zainul; Pangestuti, Edriana
Jurnal Mamangan Vol 14, No 2 (2025): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i2.9973

Abstract

This study examines the relationship between city branding and intention to visit by considering the mediating roles of brand identity and city image, as well as their ultimate influence on the decision to see, through a case study of tourists visiting Makassar City, which is branded as the "City of Delicious Food." This research contributes scientifically to the understanding of culinary-based destination marketing strategies, which are increasingly important in light of the growing competition among cities to attract tourists. Makassar was chosen as the research object because, in 2023, the city launched a new sub-brand highlighting its culinary strengths as a key attraction and element of city identity. Conceptually, this study is grounded in the Theory of Reasoned Action (TRA) and the Theory of Planned Behavior (TPB), which explains the relationship between individual perceptions of a place and the intention and actual behavior to visit. The study adopts a quantitative explanatory approach using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS version 4.1.8 software. Data were collected from 150 respondents who have either visited or plan to visit Makassar. The results of the analysis indicate that city branding has a positive and significant influence on building brand identity and city image, which subsequently enhances tourists' intention to visit. This intention was found to have a direct impact on the decision to visit. Furthermore, brand identity and city image play important mediating roles in this relationship. These findings confirm that the attractiveness of a city lies not only in its physical aspects or tourist attractions but also in how all stakeholders, including the government, businesses, and the local community, consistently manage brand identity and city image. In the context of Makassar, emphasizing local culinary richness—such as Jalangkote, Pisang Ijo, Mie Kering, and Pisang Epe—has been proven to be an effective branding strategy in shaping the city's image as a leading culinary destination. Practically, this study guides policymakers in designing destination promotion strategies that leverage local potential, strengthen community participation, and support the development of the creative economy and MSMEs in the region.