Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GRAMMATICAL COHESION FOUND ON PRESIDENT JOKO WIDODO’S SPEECH AT THE ANNUAL SESSION OF MPR 2021 Sirait , Jelita; Yessy Octavianna; Siahaan, Sahat Taruli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.27294

Abstract

Kohesi gramatikal adalah hubungan gramatikal antara klausa dan kalimat dalam wacana tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis, dominan dan fungsi kohesi gramatikal dalam pidato Presiden Jokowi pada sidang tahunan MPR 2021. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif karena menganalisis data dari kata-kata secara deskriptif; Penelitian ini menggunakan analisis dokumen sebagai pendekatannya. Selama proses penelitian, peneliti mengumpulkan dokumen. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pidato Presiden Jokowi di kompleks parlemen yang diambil dari website kepresidenan https://setkab.go.id/st. Peneliti menemukan ada 319 data untuk kohesi gramatikal. Peneliti menemukan Presiden Joko Widodo menggunakan 6 jenis kohesi gramatikal dalam pidatonya pada sidang tahunan MPR 2021, yaitu (1) Referensi Pribadi; (2) Referensi Demonstratif (RD); (3) Referensi Komparatif (RC); (4) Konjungsi Aditif (CAd); (5) Konjungsi Adversatif (CAAdv), dan (6) Substitusi Verbal (SV). Hasilnya menunjukkan jumlah total masing-masing jenis dimana 177 referensi (55,48%), 2 substitusi (0,62%), 0 elipsis (0%), dan 140 konjungsi (43,88%). Jenis yang dominan adalah referensi sebesar 55,48%. Fungsi kohesi gramatikal dalam pidato Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan MPR 2021 adalah: Pertama, rujukan mempunyai tiga fungsi penting, yaitu: (1) Untuk menghindari pengulangan kata yang sama; (2) Untuk menunjukkan skala kedekatan; (3) Untuk membandingkan sesuatu atau situasi. Kedua, konjungsi yang mempunyai empat fungsi: (1) Menghubungkan kata-kata yang mirip atau identik; (2) Mengkoordinasikan kalimat-kalimat yang mempunyai konteks yang sama; (3) Mendukung kalimat sebelumnya, dan (4) Menentang pernyataan sebelumnya. Ketiga, substitusi mempunyai fungsi yaitu: menghindari pengulangan kata atau frasa yang sama. Fungsi umumnya adalah untuk menghubungkan kata, klausa, frase atau kalimat sehingga kalimat mempunyai makna. Dari kajian penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dan berharga bagi penggunaan bahasa penutur dan penulis. Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah informasi dalam pembelajaran dan penerapan kohesi gramatikal yang baik khususnya pada teks pidato. Bahkan, penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian serupa dan bagi mereka yang memiliki perhatian lebih terhadap keterpaduan teks tertulis dan lisan.