Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Role Of HKBP Nommensen’s Students In Students Exchange In The Youth Elite Exchange Program (YEEP) At National Quemoy University Taiwan 2022 Fratiwi Juita Rajagukguk; Sahlan Tampubolon; Yessy Octavianna
Jurnal Pendidikan LLDIKTI Wilayah 1 (JUDIK) Vol. 4 No. 02 (2024): Education, 2024
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah - 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This article aims to determine the role of students through the Youth Elite Exchange Program (YEEP) student exchange program at National Quemoy University in 2022 in Taiwan. The type of approach used is qualitative through descriptive method. This method is used to describe the factual conditions that occur in the field during the program. Data collection was done through holistic observation (factual and literal) and documentation. Data analysis was done qualitatively through data presentation and conclusion drawing. The results of the data analysis showed that the activities and events that the students participated in during the program not only contributed to the enhancement of their experience in academic and non-academic aspects, but also expanded their network of social and professional relationships. Involvement in these activities develops students' new skills, meets people from different backgrounds, and builds useful connections. This research is important in uncovering the benefits of foreign exchange programs, as well as potentially increasing the motivation of other students to participate. This activity is also an attraction for students from certain campuses or other campuses. Thus, the program has a significant impact in preparing students to face challenges in the world of work and social life.
An Analysis of Negative Politeness Strategy Used by Eleventh-Grade Students in English Learning at SMA Swasta Gajah Mada Medan Jessica Talenta Panjaitan; Yessy Octavianna; Harpen Silitonga
Jurnal Pendidikan LLDIKTI Wilayah 1 (JUDIK) Vol. 5 No. 01 (2025): Education, 2025
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah - 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication in the school environment plays a significant role in fostering a respectful and effective learning atmosphere. However, the increasing neglect of politeness due to technological and cultural shifts has become a concern. This study aims to explore the use of negative politeness strategies by eleventh-grade students during English learning activities at SMA Swasta Gajah Mada Medan. Negative politeness, as proposed by Brown and Levinson (1987), is directed at minimizing the imposition on the listener's negative face. Using a descriptive qualitative approach, this research analyzes utterances containing negative politeness strategies from classroom interactions. The findings indicate seven types of negative politeness strategies, with "be conventionally indirect" being the most dominant. These strategies help maintain harmonious communication and reduce potential conflicts in classroom settings.
An Analysis On Students’ Difficulties in Changing Active to Passive in Writing For Tenth Grade at SMAN 21 Rindu Kaya Sinambela; Yessy Octavianna; Nurhayati Sitorus
Jurnal Pendidikan LLDIKTI Wilayah 1 (JUDIK) Vol. 5 No. 01 (2025): Education, 2025
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah - 1

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the results of observations made by researcher at SMA Negeri 21 Medan, researcher found several mistakes made by students in changing active sentences into passive, such as "Tika ate an apple yesterday." some of students answered "An apple has eaten by Tika yesterday," while others some answered "An apple was ate by Tika yesterday." It should read, "An apple was eaten by Tika yesterday." From the background of the problems found, the researcher was interested in conducted this research. This research used a qualitative descriptive approach. Data was gathered by analyzing the results of interviews and written texts by ten-eighth-grade from 32 students. The results of the interviews showed that students had trouble identifying both subjects and objects, difficulty in utilizing the auxiliary verb "to be," and switching between the active voice to Verb 3 in the form of the passive voice. In the written text results, 19 dominant students made errors in utilizing the auxiliary verb “be”, 10 dominant students made problems in distinguishing between past tense and past participle, and 3 dominant students made errors in both. The aim of this research was to determine students' difficulties in changing active sentences to passive.
GRAMMATICAL COHESION FOUND ON PRESIDENT JOKO WIDODO’S SPEECH AT THE ANNUAL SESSION OF MPR 2021 Sirait , Jelita; Yessy Octavianna; Siahaan, Sahat Taruli
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.27294

Abstract

Kohesi gramatikal adalah hubungan gramatikal antara klausa dan kalimat dalam wacana tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis, dominan dan fungsi kohesi gramatikal dalam pidato Presiden Jokowi pada sidang tahunan MPR 2021. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif karena menganalisis data dari kata-kata secara deskriptif; Penelitian ini menggunakan analisis dokumen sebagai pendekatannya. Selama proses penelitian, peneliti mengumpulkan dokumen. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pidato Presiden Jokowi di kompleks parlemen yang diambil dari website kepresidenan https://setkab.go.id/st. Peneliti menemukan ada 319 data untuk kohesi gramatikal. Peneliti menemukan Presiden Joko Widodo menggunakan 6 jenis kohesi gramatikal dalam pidatonya pada sidang tahunan MPR 2021, yaitu (1) Referensi Pribadi; (2) Referensi Demonstratif (RD); (3) Referensi Komparatif (RC); (4) Konjungsi Aditif (CAd); (5) Konjungsi Adversatif (CAAdv), dan (6) Substitusi Verbal (SV). Hasilnya menunjukkan jumlah total masing-masing jenis dimana 177 referensi (55,48%), 2 substitusi (0,62%), 0 elipsis (0%), dan 140 konjungsi (43,88%). Jenis yang dominan adalah referensi sebesar 55,48%. Fungsi kohesi gramatikal dalam pidato Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan MPR 2021 adalah: Pertama, rujukan mempunyai tiga fungsi penting, yaitu: (1) Untuk menghindari pengulangan kata yang sama; (2) Untuk menunjukkan skala kedekatan; (3) Untuk membandingkan sesuatu atau situasi. Kedua, konjungsi yang mempunyai empat fungsi: (1) Menghubungkan kata-kata yang mirip atau identik; (2) Mengkoordinasikan kalimat-kalimat yang mempunyai konteks yang sama; (3) Mendukung kalimat sebelumnya, dan (4) Menentang pernyataan sebelumnya. Ketiga, substitusi mempunyai fungsi yaitu: menghindari pengulangan kata atau frasa yang sama. Fungsi umumnya adalah untuk menghubungkan kata, klausa, frase atau kalimat sehingga kalimat mempunyai makna. Dari kajian penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dan berharga bagi penggunaan bahasa penutur dan penulis. Penelitian ini dapat digunakan untuk menambah informasi dalam pembelajaran dan penerapan kohesi gramatikal yang baik khususnya pada teks pidato. Bahkan, penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian serupa dan bagi mereka yang memiliki perhatian lebih terhadap keterpaduan teks tertulis dan lisan.
THE EFFECT OF THE “REAL LIFE ENGLISH” PODCAST INTO STUDENTS’ LISTENING SKILL IN CLASS XI MPLB SMK NEGERI 1 NAINGGOLAN SAMOSIR Sitohang, Ayen; Yessy Octavianna; Manurung, Lastri Wahyuni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.27642

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pengaruh podcast Real Life English terhadap keterampilan mendengarkan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah podcast Real Life English mempengaruhi kinerja mendengarkan siswa. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kuantitatif eksperimen terapan. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XI MPLB SMK Negeri 1 Nainggolan Samosir. Penulis mengambil kelas XI MPLB-2 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan podcast Real Life English, dan kelas XI MPLB-2 yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan Pendekatan Keterampilan Mendengarkan Aktif. Populasi penelitian ini berjumlah 62 siswa yang terdiri dari kelas XI MPLB. Penulis mengambil dua kelas sebagai sampel untuk melihat pengaruh podcast Real Life English sebagai media untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan siswa. Data diambil dengan memberikan tes mendengarkan. Tes ini dibagi menjadi dua tes yaitu pre-test dan post-test untuk kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen sebesar 51,4 dan nilai post-test sebesar 80,6. Rata-rata skor pre-test pada kelompok kontrol sebesar 53 dan skor post-test sebesar 64. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata skor pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasilnya adalah t hitung > t tabel dengan tingkat signifikansi p = 0,05 (11,71 > 1,671). Hipotesis alternatif (Ha) diterima, dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa Inggris untuk menerapkan podcast Real Life English sebagai media pengajaran alternatif untuk membantu keterampilan mendengarkan siswa kelas XI MPLB di SMK Negeri 1 Nainggolan Samosir.