Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sistem Pengelolaan Pengaduan Whistleblowing System dengan Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Lumanauw, Sandra Keren; Maramis, Glenn D. P.; Moningkey, Efraim R. S.
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14790

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow adalah daerah otonom di Provinsi Sulawesi Utara. Sebagai suatu daerah otonom dengan luas wilayah yang cukup besar tentu dibarengi pula dengan masyarakat yang banyak, dan tentu tidak dapat dihindari pula ada banyak masalah dan pelanggaran yang mungkin saja terjadi dalam proses pemerintahannya. Agar pemerintah daerah dapat dengan mudah menindak pelanggaran dan masalah yang terjadi tentu memerlukan pula partisipasi dari masyarakat, dan salah satu peran masyarakat adalah melaporkan dan mengadukan apa saja yang kiranya menjadi permasalahan atau ketika melihat adanya pelanggaran yang terjadi. Umumnya masyarakat masih secara manual untuk melaporkan dan mengadukan keperluan mereka yaitu datang ke Inspektorat Daerah atau kepada aparat yang berwenang, namun cara ini kurang efektif karena memakan waktu dan kurang transparan. Sistem Pengelolaan Pengaduan Whistleblowing System pun dikembangkan dalam usaha untuk mempermudah baik masyarakat untuk melapor dan pemerintah untuk menindak, dan dengan keberadaan sistem yang transparan ini tentu diharapkan meningkatkan akuntabilitas pemerintah yang diharapkan akan semakin mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow. Sistem yang telah dikembangkan diuji dengan acceptance criteria yang dirancang untuk menguji apakah sistem telah sesuai kriteria kesuksesan yang ditetapkan dan menggunakan blackbox testing untuk menguji fungsionalitas sistem. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan SDLC prototype dan menggunakan framework Laravel dalam pengkodeannya.
Forecasting Harga Kebutuhan Pokok dengan Pemodelan Autoregressive Integrated Moving Average pada Kabupaten Minahasa Selatan Ondang, Meisela Renata; Moningkey, Efraim R. S.; Maramis, Glenn D. P.
REMIK: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 April 2025
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/remik.v9i2.14899

Abstract

Harga bahan pokok yang tentunya berpengaruh pada nilai inflasi. Di dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan masih kesulitan memberikan informasi harga bahan pokok. Di era teknologi yang semakin berkembang ini memudahkan kita untuk mengakses sistem informasi kapan saja.  Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga barang kebutuhan pokok di Kabupaten Minahasa Selatan dengan mengaplikasikan model ARIMA sebagai solusi untuk mengatasi ketidakstabilan harga yang berdampak negatif bagi masyarakat dan pedagang. Populasi penelitian merupakan data harga barang kebutuhan pokok yang dipantau oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan selama periode tahun 2021 hingga 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memilih data harga bahan pokok seperti cabai, bawang merah, beras, yang mengalami fluktuasi harga signifikan selama periode tersebut. Metode yang digunakan adalah pemodelan deret waktu (time series) dengan pendekatan ARIMA, yang efektif untuk peramalan jangka pendek dan mampu memberikan prediksi harga yang lebih akurat, cepat, serta efisien. Temuan utama penelitian mengindikasikan adanya fluktuasi harga dalam jangka pendek yang dapat diprediksi secara baik menggunakan model ARIMA sehingga dapat membantu Dinas Perdagangan dalam menyediakan informasi harga yang real-time dan relevan kepada masyarakat. Untuk bahan pokok cabai dengan model ARIMA (0, 1, 0), bahan pokok beras model ARIMA (2, 1, 3), untuk bahan pokok bawang merah model ARIMA (0, 1, 0) dengan nilai MAE, RMSE rendah. Kesimpulannya, penerapan teknologi berbasis website dengan pemodelan ARIMA tidak hanya mempermudah pemantauan dan analisis harga kebutuhan pokok, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih baik untuk mengantisipasi inflasi serta meminimalisir kerugian ekonomi bagi pedagang dan konsumen di Kabupaten Minahasa Selatan
APLIKASI SISTEM INFORMASI DI DINAS KOPERASI & UMKM MINAHASA Onibala, Angely Wulandari; Moningkey, Efraim R. S.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30200

Abstract

Kecanggihan teknologi saat ini sangat luas dan cepat, sehingga kita dapat mempermudah pekerjaan yang akan dilakukan. Menggunakan kecanggihan teknologi saat ini, kita dapat menemukan dan mendapatkan semua data yang kita butuhkan serta memperluas jaringan komunikasi kita. Kecanggihan komputer sangat diminati banyak orang karena banyak perusahaan dan lembaga saat ini menggunakannya. Salah satunya adalah Dinas Koperasi & UMKM Minahasa, yang merupakan salah satu lembaga pemerintah di bawah naungan pemerintah kabupaten Minahasa dan menggunakan teknologi komputer untuk melakukan pekerjaan tentang pengelolaan data.
Priority Queue Algorithm Enhances Public Report Handling Efficiency and Accountability: Algoritma Priority Queue Meningkatkan Efisiensi dan Akuntabilitas Penanganan Laporan Publik Detuage, Rivni; Santa, Kristofel; Moningkey, Efraim R. S.
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1864

Abstract

The mechanism for handling public aspirations and reports in the Minahasa Regency Regional People's Representative Council (DPRD) still faces inefficiency and low accountability due to the manual process. The conventional First-In-First-Out (FIFO) system is unable to differentiate the urgency of reports, resulting in delayed follow-up of critical reports. This study designs and implements a web based Public Information Portal (PIP) that integrates a priority queue algorithm to automatically sort reports based on their urgency. The development method used is the Waterfall method. Test reults sgow significant performance improvements, marked by a recuation in waiting time for high priority reports by more than 50% and increased accuracy of handling based on urgency levels. This system also strengthens public accountability thorugh a real time status tracking feature. By offering a technical solution not found in previous research—namely an automatic prioritization mechanism specifically for managing aspirations within the DPRD—this study fills a research gap and makes a significant contribution to improving service quality and fulfilling the mandate of the Public Information Disclosure Law. Highlights• Priority queue mechanism reduces waiting time for high-priority reports by over 50%.• Automatic urgency-based sorting improves accuracy and responsiveness in report handling.• Real-time status tracking increases public accountability and transparency. KeywordsPublic Information Portal; Priority Queue Algorithm; Regional People's Representative Council; E-Government Transparency; Public Service Efficiency
Interactive Web Geographic Information System Mapping Fire Prone Areas Using Dijkstra Algorithm: Pemetaan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Interaktif Lokasi Rawan Kebakaran Menggunakan Algoritma Dijkstra Moningkey, Efraim R. S.; Ratu, Regina Gloria; Santa, Kristofel
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 27 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v27i1.1865

Abstract

General Background: Fire disasters pose serious risks to public safety, material assets, and environmental sustainability, requiring rapid access to accurate spatial information. Specific Background: In Minahasa Regency, fire-prone area mapping and fire-fighting resource records are still managed manually, limiting information dissemination and slowing emergency response. Knowledge Gap: Existing practices lack an integrated web-based GIS that combines spatial visualization with shortest route analysis for operational fire management. Aims: This study aims to design and develop an interactive web-based Geographic Information System to map fire-prone areas, fire station locations, and water sources while providing shortest route recommendations using the Dijkstra Algorithm. Results: The system was developed using the Waterfall model with PHP, MySQL, and Leaflet.js, and black box testing confirmed that spatial data management, interactive visualization, administrative boundary filtering, and shortest route calculations operated as intended. Novelty: The research introduces the integration of fire-prone area mapping, fire-fighting resource management, and Dijkstra-based route analysis supported by OSRM within a single web GIS platform for Minahasa Regency. Implications: The developed system supports faster spatial information access and decision-making in fire management by providing route and water source recommendations through an interactive GIS interface. Highlights• Manual fire mapping processes were replaced by a centralized web-based GIS platform• Shortest route calculations were generated through integrated Dijkstra and OSRM services• Spatial visualization supported administrative filtering and emergency decision support KeywordsGeographic Information System; Fire Prone Areas; Dijkstra Algorithm; Spatial Mapping; Shortest Route