This Author published in this journals
All Journal Koneksi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Komunikasi Orang Tua Etnis Tionghua Medan dalam Mendidik Anak Noviani, Juni; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 7 No. 1 (2023): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v7i1.15973

Abstract

This study discusses the communication patterns of parents in educating boys and girls in terms of choosing a mate or the position of children in the Chinese Indonesians family. This study uses family communication patterns in interpersonal communication theory. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. The data were obtained from Chinese Indonesians family or community from Medan, North Sumatera, but they are living in Jakarta, Indonesia. The pattern of communication is seen from the selection of a mate such as the prohibition of marrying people who have the same clan. Boys take precedence over girls. Women occupy the lowest level or position or are lower than men because only boys are able to continue the family clan. Likewise in the case of choosing a mate where boys are free to choose a partner while girls must obey and accept whoever their parents choose. Penelitian ini membahas mengenai seperti apa pola komunikasi orang tua dalam mendidik anak laki-laki maupun perempuan dalam hal pemilihan jodoh atau kedudukan anak dalam keluarga Tionghua. Penelitian ini menggunakan pola komunikasi keluarga dalam teori komunikasi antar pribadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari narasumber keluarga atau masyarakat Tionghua asal Medan, Sumatera Utara, tetapi menetap di Jakarta, Indonesia. Pola komunikasi dilihat dari pemilihan jodoh seperti larangan menikah dengan orang yang memiliki marga yang sama. Anak laki – laki lebih didahulukan atau diutamakan daripada anak perempuan. Perempuan menduduki tingkatan atau posisi terendah atau lebih rendah dari laki-laki karena hanya anak laki-laki yang mampu meneruskan marga keluarga. Begitupula dalam hal pemilihan jodoh di mana anak laki-laki bebas memilih pasangan sedangkan anak perempuan harus taat dan menerima siapapun jodoh yang menjadi pilihan orang tuanya.