Claim Missing Document
Check
Articles

FRAMING PORTAL BERITA DALAM ISU AKULTURASI KAMPUNG KNG BOGOR Paramita, Sinta
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.2057

Abstract

Berita tidak dipandang lagi hanya sebagai sebuah informasi, tetapi berita juga merupakan bentuk kritik atau kontruksi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji cara berita membingkai kasus pada masyarakat Kampung KNG Bogor. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ks.com dan TsBr.com. Berdasarkan analisis keseluruhan, dalam memberitakan isu akulturasi Kampung KNG Bogor Ks.com terlihat lebih menekankan kepada personalisasi dari individu yang terlibat. Framing personalisasi merupakan pandangan atau perspektif dari personal atau individu yang terlibat. Ks.com kurang menonjolkan tentang moral, etika, atau hukum dalam berita yang mengandung akulturasi tersebut. Namun demikian Ks.com juga menggambarkan bahwa untuk masuk kedalam masyarakat akulturasi tersebut harus melewati beberapa konflik dalam kehidupan sosial. Sementara itu, framing TsBr.com dalam memberitakan isu akulturasi Kampung KNG Bogor terlihat lebih menonjolkan sisi moral, etika, dan hukum. Berita TsBr.com lebih menggambarkan bahwa untuk masuk ke dalam masyarakat akulturasi tersebut harus melewati beberapa masalah tentang moral, etika, dan hukum.
PERGESERAN MAKNA BUDAYA ONDEL-ONDEL PADA MASYARAKAT BETAWI MODERN Paramita, Sinta
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.117 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1888

Abstract

Ondel-ondel is a giant puppet that is seen by the Betawi people as a sacred culture and is used for ritual offerings to ancestral spirits. Culture is defined as the order of knowledge, experience, beliefs, values, attitudes, meanings and is passed on from generation to generation, through individual and collective efforts, an example being the ondel-ondel culture in Betawi village, Pacar-Senen road, Central Jakarta. Ondel-ondel is a Betawi folk cultural performance passed down from generation to generation. However, as the age progresses, ondel-ondel is no longer a sacred object and is no longer used for ritual offerings. Ondel-ondel today serves no purpose other than decoration or used for the livelihoods of the Betawi people. From the above phenomenon, the researcher wants to describe the shift in the meaning of ondel-ondel culture in the modern Betawi community, by using a qualitative case study method, the researcher tries to find out how the meaning has shifted.The results of observations and discussions in this study are that the Betawi people are experiencing social and economic problems. Therefore, thinking creatively, they turn ondelondel into something interesting for general audience. Raspel (Ondel-ondel Community) are trying to invite unemployed teenagers and adults, to make use of their time by doing ondel-ondel shows, rather than being idle or doing committing crime. By turning ondel-ondel into an attractive commodity, Raspel hopes to improve the standard of living of the Betawi people. However, many other ondel-ondel communities turn ondel-ondel into mere street entertainment, which makes ondel-ondel underestimated by the public. Raspel hopes that ondel-ondel culture will continue to be communicated attractively, so that the general audience can enjoy ondel-ondel properlyABSTRAK: Ondel-ondel merupakan sebuah boneka raksasa yang dimaknai masyarakat Betawi sebagai budaya yang sakral dan digunakan untuk ritual persembahan kepada roh-roh leluhur. Budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna dan diwariskan dari generasi ke generasi, melalui usaha individu dan kelompok. Seperti budaya ondel-ondel yang ada di kampung Betawi, Jalan Pacar-Senen, Jakarta Pusat. Ondel-ondel merupakan pertunjukan budaya rakyat Betawi diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Namun demikian, Seiring dengan perkembangan jaman ondel-ondel sudah tidak lagi menjadi benda yang sakral dan juga tidak lagi digunakan untuk ritual persembahan. Ondel-ondel masa kini tidak lebih hanya dijadikan hiasan atau digunakan untuk matapencarian masyarakat Betawi. Dari fenomena di atas peneliti ingin menjabarkan pergeseran makna budaya ondel-ondel pada masyarakat Betawi Modern, dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, peneliti berupaya mengetahui bagaimana pergesaran makna tersebut. Hasil observasi dan diskusi dalam penelitian ini adalah masyarakat Betawi mengalami permasalahan dibidang sosial dan ekonomi yang menimpa mereka. Oleh sebab itu mereka berfikir kreatif, salah satunya dengan mengemas ondel-ondel menjadi sesuatu yang menarik untuk masyarakat luas. Raspel (Komunitas ondel-ondel) mereka berupaya mengajak para remaja dan dewasa yang belum memiliki pekerjaan, untuk memanfaatkan waktunya dengan melakukan pertunjukkan ondel-ondel, dibandingkan hanya berdiam diri atau melakukan hal-hal negatife. Dengan mengemas ondel-ondel menjadi bahan komuditas yang menarik, Raspel berharap dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Betawi. Namun banyak komunitas ondel-ondel lain, membuat ondel-ondel menjadi hiburan jalanan, Hal tersebut yang membuat ondel-ondel dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Raspel berharap budaya ondel-ondel tetap dikomunikasi secara menarik, sehingga masyarakat luas dapat menikmati ondel-ondel secara yang baik.
The Effect of Brand Awareness on the Loyalty of Traveloka Eats Application Users Among Untar Students Purbawijaya, Veronica; Paramita, Sinta
Inter Komunika Vol 8, No 2 (2023): Inter Komunika: Jurnal Komunikasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Inter Studi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33376/ik.v8i2.2067

Abstract

Abstrak.  Pada masa pandemi Covid-19 penggunaan e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau yang sering dikenal dengan sebutan PPKM tahap 4. Salah satunya adalah aplikasi Traveloka Eats. Traveloka meluncurkan suatu fitur yang bernama Traveloka Eats. Fitur ini menyajikan food directory dari delapan ribu restoran di tujuh kota besar di Indonesia, meliputi Jakarta, Tangerang, Bandung, Bali, Yogyakarta, Surabaya dan Medan. aplikasi jasa food partnership tidak hanya mengalami lonjakan yang tinggi dalam jumlah pencarian makanan saja, namun juga terhadap jumlah mitra penjual makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kesadaran merek Traveloka Eats di tengah khalayak dengan loyalitas pelanggan di kalangan mahasiswa Untar. Adapun metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kuantitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan sistem kuesioner dengan pemilihan jawaban menggunakan skala likert. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa dari Untar, yang kemudian diambil 100 orang untuk digunakan sebagai sampel. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh yang sangat kuat antara brand awareness terhadap loyalitas pengguna aplikasi Traveloka Eats di kalangan mahasiswa Untar.  Abstract.  During the Covid-19 pandemic, e-commerce in Indonesia increased due to implementing Restrictions on Community Activities or PPKM stage 4. One of them is the Traveloka Eats application. Traveloka launched a feature called Traveloka Eats. This feature presents a food directory of eight thousand restaurants in seven major cities in Indonesia, including Jakarta, Tangerang, Bandung, Bali, Yogyakarta, Surabaya, and Medan. The food partnership service application has experienced not only a high spike in the number of food searches but also the number of food vendor partners. This research was conducted to find out whether there is an influence of Traveloka Eats brand awareness among the audience on customer loyalty among Untar students. The research method used by researchers is quantitative, with data collection methods using a questionnaire system and selecting answers using a Likert scale. The population of this study was all students from Untar, who then took 100 people to be used as samples. The results of this study show that there is a powerful influence between brand awareness on the loyalty of Traveloka Eats application users among Untar students. 
MODEL PERSONAL BRANDING NANO-INFLUENCERS GENERASI Z DI INSTAGRAM Sari, Wulan Purnama; Paramita, Sinta; Irena, Lydia
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.30308

Abstract

Generasi Z yang juga dikenal sebagai generasi digital native merupakan pengguna dominan media sosial secara global. Generasi ini memegang peranan yang signifikan dalam evolusi masyarakat ke depan, terutama sebagai generasi penerus di Indonesia. Bersamaan dengan itu media sosial telah menjadi alat yang sangat berguna bagi bisnis kecil, terutama dalam pemasaran digital dengan menggunakan orang-orang yang disebut sebagai influencer. Dalam penelitian pasar, bisnis dan organisasi semakin mempertimbangkan untuk menggunakan nano-influencers, yang memiliki kemampuan untuk mencapai dan memengaruhi pemangku kepentingan sulit dijangkau seperti kelompok yang ingin mempromosikan produk atau layanan tertentu. Oleh karena itu, personal branding menjadi bagian integral dalam membangun media sosial Instagram nano-influencers. Personal branding melalui Instagram merujuk pada usaha seseorang dalam membangun citra dan reputasi mereka sendiri di mata orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menggambarkan model personal branding nano-influencers Generasi Z di media sosial Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pengalaman yang dimiliki oleh nano-influencers generasi Z yang merupakan pengguna media sosial Instagram dalam melakukan personal branding. Sedangkan objek penelitian ini adalah nano-influencers generasi Z. Teknik pengumpulan data dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara focus group discussion dan juga observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nano-influencers generasi Z membuat konten yang relevan dan informasi untuk interaksi dengan audiens. Secara konsisten, mereka menampilkan kepribadian yang otentik, karakteristik yang unik, dan keahlian pribadi yang akhirnya menjadi personal branding. Branding tersebut pada akhirnya menghasilkan respons positif dari audiens followers maupun non-followers berupa labelling (cap) positif yang kuat serta konversi penjualan atas produk yang mereka promosikan.   Globally, Generation Z—also referred to as the generation of digital natives—is the majority social media user. As the next generation in Indonesia, in particular, they will have a big impact on how society develops in the future. Simultaneously, social media has developed into a very helpful tool for small businesses, particularly when it comes to employing influencers for digital marketing. Businesses and organizations are increasingly thinking about utilizing nano-influencers in market research because they can reach and influence hard-to-reach stakeholders, like those that want to promote a specific commodity or service. Thus, developing personal branding is essential to creating Instagram nano-influencers on social media. Using Instagram, personal branding describes a person's efforts to develop their own reputation and image in the eyes of others. The purpose of this study is to examine and characterize the personal branding strategy used by Generation Z nano-influencers on Instagram. Qualitative research methodologies were used in this study. This study focuses on the experiences of Instagram users who are generation Z nano-influencers in terms of personal branding. In the meanwhile, the focus of this study is nano-influencers from generation Z. This study's data collection method includes both observation and focus group talks. The research results show that generation Z nano-influencers create relevant content and information for interaction with the audience. Consistently, they display authentic personalities, unique characteristics, and personal skills which ultimately become personal branding. This branding ultimately produces a positive response from the audience of followers and non-followers in the form of strong positive labelling as well as sales conversions for the products they promote.
Tren Rambut Sambung di Kalangan Perempuan Papua Krimadi, Theresia; Paramita, Sinta
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32032

Abstract

The development of technology has given rise to various trends in Indonesia, one of which is the trend of hair extensions which is currently popular among Papuan women, because it can help them in giving the latest hairstyles. Hair extensions by weaving/braiding have become commonplace among Papuan women, because this has become part of the lifestyle of Papuan women and is inherent as a characteristic of Papuan women. This study uses a qualitative approach method, to find out more about the views of Papuan women who use hair extensions as a hairstyle. The study is supported by the theory of symbolic interaction, which is discussed in this theory related to the perception and self-concept of social society. The results of this study, according to Papuan women who use hair extensions, strongly agree with the impact of this trend, which initially they were less confident with short curly hair, but with hair extensions it helps them appear more confident. Hair extensions by braiding come from Arika, then adopted by Papuan women because they have the same hair type. Hair extensions are not an original culture or characteristic of women, so this has become a debate for Papuan women. Perkembangan teknologi memunculkan berbagai macam tren di Indonesia, salah satunya tren rambut sambung yang saat ini menjadi populer di kalangan perempuan Papua, karena bisa membantu mereka dalam memberikan gaya rambut terbaru. Rambut sambung dengan cara dianyam/kepang sudah menjadi hal yang biasa dikalangan perempuan Papua, dikarenakan hal ini telah menjadi bagian dari gaya hidup perempuan Papua dan melekat menjadi ciri khas perempuan Papua. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, untuk mengetahui lebih dalam tentang pandangan perempuan Papua yang menggunakan rambut sambung sebagai gaya rambut. Penelitian didukung dengan teori interaksi simbolik, yang dipembahasan dalam teori ini terkait persepi dan konsep diri masyarakat sosial. Hasil dari penelitian ini, menurut perempuan Papua yang menggunakan rambut sambung, sangatlah setuju dengan dampak dari tren ini, yang awalnya mereka kurang percaya diri dengan rambut keriting pendek, namun dengan adanya rambut sambung membantu mereka tampil lebih percaya diri. Rambut sambung dengan cara dikepang ini berasal dari Arika, kemudian diadopsi oleh perempuan Papua dikarenakan memiliki kesamaan tipe rambut. Rambut sambung bukanlah budaya asli atau ciri khas perempuan, sehingga hal tersebut menjadi sebuah perdebatan bagi perempuan Papua.
Komunikasi Kreatif dalam Proses Pembuatan Iklan Online (Studi Kasus Café Sudut Pandang Kopi) Elfian, Elfian; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15592

Abstract

This research is about Creative Communication in the step of making online advertisements at MSME (Micro, Small and Medium Enterprises) Sudut Pandang Coffee cafe. The purpose of this research is to find out creative communication in the process of making online advertisements at the Sudut Pandang Coffee cafe. Researchers used qualitative research with case study methods. The subjects are MSME who own and carry out advertisements on their social media, while the object is the processes in making online advertisements. Researchers collected data by conducting interviews with  Micro, Small and Medium Enterprises, namely Sudut Pandang Coffee cafe. The result of this research is that making online advertisements involves a creative process starting from taking photos of products to uploading them to social media. The conclusion is that the creative communication carried out by MSME in making online advertisements is to produce attractive product photos, captions that provoke consumer buying interest, do endorsements, and make many interesting promos. The results are creative communication in the process of making online advertisements in the form of product photos, interesting captions, hiring endorsers, and making attractive promos. The conclusion in this study, that there is creative communication carried out by business actors, in carrying out their promotions there must be creative things that are done to attract consumer buying interest. Penelitian ini mengenai komunikasi kreatif dalam langkah pembuatan iklan online pada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) cafe Sudut Pandang Kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi kreatif di proses pembuatan iklan online pada café Sudut Pandang Kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah UMKM yang memiliki dan berkomunikasi dengan iklan pada media sosial mereka, sedangkan objek penelitian ini adalah proses dalam pembuatan iklan online. Pengumpulan data penelitian ini dilakukannya wawancara dengan pemilik usaha mikro kecil menengah, yaitu café Sudut Pandang Kopi. Hasil penelitian ini adalah dalam membuat iklan online tersebut melibatkan proses kreatif mulai dari memfoto produk sampai mengunggahnya ke media sosial. Kesimpulan penelitian ini, komunikasi kreatif yang dilakukan para UMKM dalam pembuatan iklan online adalah dengan menghasilkan foto produk yang menarik, caption yang memancing minat beli konsumen, melakukan endorse, dan membuat banyak promo-promo menarik. Hasil dari penelitian ini adalah adanya komunikasi kreatif dalam proses pembuatan iklan online berupa foto produk, caption yang menarik, menyewa endorser, dan membuat promo-promo yang menarik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ditemukan adanya komunikasi kreatif yang dikerjakan oleh para pelaku usaha, pada saat melakukan promosinya pasti ada hal kreatif yang dilakukan untuk menarik minat beli konsumen.
Analisis Digital Branding pada Media Sosial Akun Instagram Fellanny, Putri; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 7 No. 1 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i1.21303

Abstract

Companies need to do branding in order to be widely known by the public. Branding is an activity to introduce a product or service by showing its strong potential. Social media is becoming a very effective tool in branding. Digital branding can be done through various social media platforms. Social media that is currently very effective is Instagram. Gentle Monster is an eyewear brand from South Korea that made Jennie Blackpink its Brand Ambassador. The purpose of this study is to find out the analysis of social media, especially Instagram @jennierubyjane and #jentlegarden as a basis for digital branding. The concepts and theories used in this research are Digital branding, social media, Instagram and marketing communication theory. In collecting data, researchers conducted observations, in-depth interviews, documentation, and literature studies. The results of the study show that Jennie has good engagement on Instagram in terms of likes, comments, lots of followers, and good follower activity. Perusahaan perlu melakukan branding pada agar dikenal luas oleh khalayak. Branding merupakan aktivitas untuk memperkenalkan produk atau jasa dengan memperlihatkan potensi kuat yang dimiliki. Media sosial menjadi alat yang sangat efektif dalam branding. Digital branding dapat dilakukan melalui berbagai platform media sosial. Media sosial yang saat ini sangat efektif adalah Instagram. Gentle Monster merupakan brand kacamata asal Korea Selatan yang menjadikan Jennie Blackpink sebagai Brand Ambassador. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis media sosial khususnya Instagram @jennierubyjane dan #jentlegarden sebagai basis digital branding. Konsep dan teori yang digunakan dalam penelitian adalah Digital branding, media sosial, Instagram dan teori komunikasi pemasaran. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan, Jennie memiliki engagement yang baik di Instagram dari segi likes, comment, pengikut yang banyak, dan keaktifan pengikut yang baik.
Komunikasi Pemasaran Vidio Original Series melalui Distribusi Digital Aqielah, Fiqi Shofiyatul; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 7 No. 2 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i2.21309

Abstract

The emergence of digital media makes it easier for audiences to access information and entertainment, such as Over the Top or Video on Demand (VOD) services.Vidio.Com is an Indonesian streaming or Video on Demand (VOD) service that provides a variety of content and information that can be enjoyed via live streaming or VOD. One of the entertainment content provided by Vidio is the Vidio Original Series, which is exclusive content in the form of an Indonesian series totaling eight episodes in one title. The theory used in this research is marketing communications and 360 communications. Vidio Original Series marketing communication activities are carried out through four elements, namely advertising, activation, public relations, and digital. Apart from these four elements, Vidio has other elements as the implementation of marketing communications, namely Quality Content, a content strategy on social media to expand the market. The purpose of this research is to find out the marketing communications of the Vidio Original Series through digital distribution to build brand awareness and promote the Vidio Original Series. This research approach uses a qualitative approach and the research method used is a case study. The conclusion of the study explains that Vidio's marketing communications are through 360 communications and each has its own strategy and audience. Munculnya media digital memudahkan khalayak dalam mengakses informasi dan hiburan, seperti layananan Over the Top atau Video on Demand (VOD). Vidio.Com merupakan layanan streaming atau Video on Demand (VOD) Indonesia yang menyediakan beragam konten dan informasi yang dapat dinikmati secara live streaming atau VOD. Salah satu konten hiburan yang disediakan oleh Vidio merupakan Vidio Original Series, yaitu konten eksklusif berupa series Indonesia berjumlah delapan episode dalam satu judul. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi pemasaran dan 360 communications. Kegiatan komunikasi pemasaran Vidio Original Series dilakukan melalui empat elemen yaitu advertising, activation, humas, dan digital. Selain dari keempat elemen tersebut, Vidio memiliki elemen lain sebagai implementasi komunikasi pemasaran yaitu Quality Content, stategi konten di media sosial untuk memperluas pasar. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komunikasi pemasaran Vidio Original Series melalui distribusi digital untuk membangun brand awareness dan mempromosikan Vidio Original Series. Kesimpulan penelitian menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran Vidio melalui 360 communications dan memiliki strategi dan audiens masing-masing.
Pembentukan Digital Personal Branding di Media Sosial Akun Instagram @Chiquitalimer Susanti, Christina; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21608

Abstract

Social media is a place for people to get and convey information, and entertainment, and can even be a place for people to carry out business activities so that it can be said that social media is also a place for both people and an organization or company to build personal branding or self-image. This research examines the account of a content creator on Instagram, namely Chiquita Limer (@chiquitalimer). This research is qualitative using a netnographic method that uses data from a website, namely analysis.io. The primary data of this research is through observation of online data collection. The theories and concepts used in this research are Public Relations, Digital Personal Branding, The Eight Laws of Personal Branding, Digital Content, and New Media. The results of this study are that the personal branding formed by Chiquita Limer is indirectly in accordance with The Eight Laws of Personal Branding and through this research, it can be concluded that everyone with different backgrounds can carry out personal branding and by building it in a strong and appropriate manner, the engagement rate on social media can increase. Media sosial menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan dan menyampaikan informasi, hiburan, bahkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan bisnis sehingga dapat dikatakan media sosial juga menjadi wadah baik bagi orang maupun suatu organisasi atau perusahaan untuk membangun personal branding atau citra diri. Penelitian ini meneliti akun seorang konten kreator di Instagram, yaitu Chiquita Limer (@chiquitalimer). Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan metode etnografi yang menggunakan data dari sebuah website, yaitu Analisa.io. Data primer penelitian ini adalah melalui observasi pengumpulan data online. Teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah public relations, digital personal branding, the eight laws of personal branding, konten digital, dan new media. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa personal branding yang dibentuk Chiquita Limer secara tidak langsung sesuai dengan The Eight Laws of Personal Branding dan melalui penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa semua orang dengan latar belakang yang berbeda dapat melakukan personal branding dan dengan membangunnya secara kuat dan tepat, engagement rate di media sosialnya dapat meningkat.
Strategi Public Relations dalam Melakukan Branding Melalui Instagram Warta Bogasari Rachma Pratiwi, Natasya; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21634

Abstract

Currently technology is growing and changing from time to time, including the internet. With the internet, many Public Relations activities use internet based media. Public Relations can use the internet to build relationships with the public and maintain their corporate image through internet media such as social media. Bogasari uses Instagram Warta Bogasari as a means of publicizing about its company, and branding by conveying information about various company activity programs and its employees to the public. This study discusses the strategy efforts carried out by Public Relations Bogasari branding the company and employees on the social media Instagram Warta Bogasari. This research uses a qualitative approach with a case study method. The theories used are Public Relations, Branding, and Social Media. The results of this study indicate that the Public Relations Bogasari uses a Public Relations strategy in the form of publications, news, inform or image, social responsibility, event, community involvement, and lobbying and negotiation. These seven public relations strategies are considered quite successful in branding the company and its employees through Warta Bogasari's Instagram social media. Saat ini teknologi sudah semakin berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, termasuk internet. Dengan adanya internet, kegiatan public relations banyak menggunakan media berbasis internet. Public relations dapat memanfaatkan internet untuk membangun relasi dengan masyarakat dan mempertahankan citra perusahaannya melalui media internet seperti media sosial. Bogasari memakai Instagram Warta Bogasari sebagai sarana mempublikasikan seputar perusahaannya, dan melakukan branding dengan menyampaikan informasi mengenai berbagai program aktivitas perusahaan dan karyawannya kepada publik. Penelitian ini membahas mengenai upaya strategi yang dilakukan public relations Bogasari melakukan branding perusahaannya dan karyawannya di media sosial Instagram Warta Bogasari. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teori yang dipakai yaitu Public Relations, Branding, dan Media Sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa public relations Bogasari menggunakan strategi public relations berupa publications, news, inform or image, social responsibility, event, community involvement, dan lobbying and negotiation. Ketujuh hal strategi public relations tersebut dinilai cukup berhasil untuk melakukan branding perusahaan dan karyawannya melalui media sosial Instagram Warta Bogasari.