Latar belakang: emesis gravidarum merupakan satu gejala kehamilan dan sering terjadi pada kehamilan trimester 1. Emesis gravidarum jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak ibu mengalami dehidrasi dan gangguan intake nutrisi yang akan memhayakan ibu dan kehamilannya. Air rebusan jahe dan madu dapat menurunkan emesis gravidarum, kandungan kimia dalam jahe yaitu minyak atsiri zingiberena, zingiberol, bisabilena, kurkumen, gingerol, flandrena, vitamin A dan rasa pahit dapat memblok serotonin yang merupakan neurotransmitter yang dihasilkan oleh neuron serotonergis pada system saraf pusat dan sel enterokromin pada saluran pencernaan sehingga memberikan rasa nyaman dalam perut serta madu mengandung enzim diatase, invertase, glukosa oksidase dan peroksidase untuk metabolisme sehingga lebih cepat diserap oleh tubuh. Memberikan minuman kombinasi jahe dan madu sebagai salah satu pilihan dalam pengobatan mual dan muntah pada wanita hamil.Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu untuk mengurangi emesis gravidarum. Metode: menggunakan Pre- experimental design dengan pendekatan one group pretest- posttest. Populasi ibu hamil TM I yang mengalami emesis gravidarum . Sampel sebanyak 20 responden dengan tehnik sampling consecutive sampling. Uji analisa dengan wilcoxons. Hasil: pada pre test 20 responden (100%) mengalami emesis gravidarum, pada post test mengalami penurunan yaitu 14 responden (70%) tidak mengalami emesis. Analisa data diperoleh p value 0,000<0,05. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.