Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH KONSUMSI BUAH NANAS TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI KLINIK PRATAMA AZZAHRA HUSADA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Alfiani, Alfiani; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Luka perineum merupakan perlukaan yang terjadi pada saat persalinan karena adanya tekanan dari kepala bayi saat lahir sehingga menyebabkan luka pada perineum, Dalam menangani Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan menggunakan kompres betadine tetapi untuk pengaruh penyembuhan luka perineum dengan betadine > 7 hari sehingga di butuhkan terapi lain untuk penyembuhan luka perineum agar lebih cepat yaitu dengan terapi non farmakologi yaitu dengan pemberian buah nanas yang mengandung vit c, enzim bromelin, dan protein yang berfungsi dapat mempercepat penyembuhan luka perineum dan mencegah terjadinya infeksi. Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian buah nanas terhadap penyembuhan luka perineum sebelum di berikan buah nanas dan setelah di berikan buah nanas. Metode: menggunakan Pre- experimental design dengan pendekatan one group pretest- posttest. Penelitian berlokasi Klinik Pratama Azzahra Husada, Lampung Selatan pada bulan April -Juni 2024. Populasi 35 ibu nifas dengan luka perineum pengambilan sampel dengan tehnik consecutive sampling. Hasil karakteristik responden yang mengalami luka perineum sebelum pemberian nanas 17 responden (80%) mengalami luka perineum kurang baik, 3 responden (30%) mengalami luka perineum buruk, setelah konsumsi buah nanas 18 responden (90%) sembuh, 2 responden (10%) mengalami penyembuhan luka kurang baik,.Analisis statistik wilcoson diketahui Asymp.Sig (2- tailed) bernilai 0.000 p value <0.05. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian buah nanas terhadap penyembuhan luka perineu.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI DI RUMAH SEHAT NABILA GEMOLONG Cahyaningsih, Dinar; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bayi merupakan anak usia dibawah satu tahun yang baru memasuki tahap awal kehidupan ditandai dengan terjadinya perkembangan yang cepat. Faktor yang mempengaruhi perkembangan pada bayi salah satunya adalah istirahat atau lamanya waktu tidur. Tubuh bayi akan memproduksi hormon pertumbuhan ketika tidur, sehingga bayi membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk mendapatkan perkembangan yang optimal salah satunya dengan pijat bayi karena pijat bayi dapat meningkatkan kadar sekresi serotonin. Tujuan: menganalisis pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian ini berlokasi di Rumah Sehat Nabila Gemolong, Desa Sidorejo RT 02, Jatibatur, Gemolong, Sragen pada bulan Maret-April 2024. Populasi dalam penelitian ini 105 bayi. Sampel penelitian 30 bayi usia 3-12. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil penelitian: Menunjukkan kualitas tidur bayi Usia 3-12 bulan sebelum diberikan pijat bayi sebagian besar kurang yaitu sebanyak 30 responden (100,0%) dan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan setelah di lakukan pijat bayi sebagian besar baik sebanyak 25 responden (83,3%). Uji statistik wilcoxon menunjukan bahwa nilai signifikan pvalue= 0,000 < a = 0,05, sehingga H1 diterima. Kesimpulan: Penelitian yang berarti ada Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 bulan di Rumah Sehat Nabila Gemolong.
PENGARUH PEMBERIAN TELUR AYAM REBUS TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN EMA SUSANTI KABUPATEN LAMPUNG UTARA Apriani, Widia; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Luka perineum terjadi pada persalinan secara spontan maupun episiotomi. Dampak luka sembuh lama akan menjadi tempat tumbuhnya mikro organisme yang menyebabkan infeksi. Proses penyembuhan luka perineum membutuhkan asupan nutrisi yang adekuat yang banyak mengandung protein. Protein dalam putih telur sangat tinggi, nilai cerna, dan mutu cerna telur paling baik diantara bahan makanan lainnya. Nilai cernanya 100% dibandingkan dengan daging yang hanya 81%. Putih telur mengandung albumin 95% yang berfungsi untuk penyembuhan luka Tujuan : mengetahui pengaruh pemberian telur ayam rebus terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Metode : menggunakan quasi eksperimen. Sampel 20 responden dengan teknik pengambilan consecutive sampling, dibagi 2 kelompok yaitu 10 kelompok intervensi dan 10 kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi diberikan telur rebus 2x dalam sehari selama 6 hari. Sedangkan kelompok kontrol diberikan penkes perawatan luka perineum. Pada hari ke 7 dilakukan observasi pada kedua kelompok. Uji analisa menggunakan mann whitney. Hasil : kelompok intervensi didapatkan 7 (70%) dengan penyembuhan cepat sedangkan kelompok kontrol hanya 2 (20%) dengan penyembuhan cepat . Analisis data diperoleh nilai p=0.028 dimana p<0,05. Kesimpulan : pemberian telur ayam rebus berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN LUKA PERINEUM DENGAN PERAWATAN LUKA PERINEUM DI DESA DHARMA AGUNG Neli, Neli; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: luka perineum dapat terjadi karena tindakan episiotomi ataupun ruptur spontan pada saat persalinan per vaginam. Ibu yang mengalami luka perineum perlu melakukan perawatan luka perineum untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan dan mencegah terjadinya infeksi. Untuk melakukan perawatan perineum yang tepat dibutuhkan pengetahuan yang cukup. Pengetahuan yang dimiliki ibu tentang perawatan akan mempengaruhi bagaimana cara melakukan perawatan luka perineum. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum Dengan Perawatan Luka Perineum. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasianal. Desain ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian 32 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Tehnik analisa data dengan uji chi square. Hasil: karakteristik responden berdasarkan tingkatan pengetahuan diperoleh responden yang memiliki kategori baik yaitu sebanyak 11 responden (34,4%), kategori cukup sebanyak 9 responden (28,1%), sedangkan kategori rendah sebanyak 12 responden (37,5%). Untuk responden yang melakukan perawatan luka perineum sebanyak 20 orang (62,5%) dan minoritas responden tidak melakukan perawatan luka perineum sebanyak 12 orang (37,5%). Analisis dengan uji chi square diketahui Asymp.Sig (2- tailed) bernilai 0.030 <0.05. Kesimpulan: ada Hubungan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Luka Perineum Dengan Perawatan Luka Perineum di Desa Dharma Agung
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF DI KLINIK PRATAMA D’MARYAM YOGYAKARTA Kusmawati, Lilik; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun kedalam jalan lahir. Pada persalinan normal terdapat nyeri yang hilang timbul. Serangan nyeri mulai terasa ketika kontraksi mencapai puncaknya dan menghilang setelah uterus mengadakan relaksasi. Nyeri persalinan merupak an fisiologis pada proses persalinan dengan intensitas nyeri yang berbeda pada setiap individu. Sebagian besar ibu bersalin (90%) memilih metode non farmakologis untuk mengatasi nyeri. Terapi hidrotherapy atau kompres hangat merupakan salah satu metode non farmakologis untuk mengatasi nyeri yang menghantarkan panas melalui daerah yang diberikan terapi air hangat. Pemberian panas akan menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, meredakan iskemia pada sel-sel miometrium, menurunkan kontraksi otot polos miometrium, meningkatkan relaksasi otot, mengurangi nyeri akibat spasme atau kekauan dan meningkatkan produksi hormon endorphin.Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Kompres Hangat terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Metode: penelitian ini menggunakan eksperimen Pra-ekperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Hasil: Sebelum dilakukan kompres hangat dari 30 responden mayoritas mengalami nyeri berat sebanyak 27 responden (90%). Setelah diberikan kompres hangat mayoritas mengalami nyeri sedang sebanyak 22 responden (73%). Analisis dengan uji Wilcoxon diketahui Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0.000 <0.05. Kesimpulan: Kompres hangat efektif untuk menurunkan intensitas nyeri persalinan.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS SUNGAI KERAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Majidah, Nafi’ Nur; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Ketidak nyamanan pada ibu hamil yang mengalami nyeri dibagian punggung bawah hal ini diidentifikasi bahwa terdapat otot yang mengalami pemendekan saat otot abdomen meregang mengakibatkan ketidakseimbangan pada otot disekitar panggul serta punggung bawah dan akan terasa di bagian atas ligament tersebut. Terapi kompres air hangat menggunakan media air hangat yang dapat menjadi alternative dalam mengurangi rasa nyeri.Tujuan: mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode: Pre Eksperimen dengan rancangan pretest posttest one group design, tekhnik consecutive sampling, sampel 20 responden, instrument pengukuran skala nyeri NRS dan uji Wilcoxon. Hasil: ‘Kesimpulan: Ada pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Sungai Kerawang.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN JAHE MERAH DAN MADU RANDU UNTUK MENGURANGI TINGKAT EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI KLINIK AZZAHRA HUSADA LAMPUNG SELATAN Sari, Vennesa Perwina; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: emesis gravidarum merupakan satu gejala kehamilan dan sering terjadi pada kehamilan trimester 1. Emesis gravidarum jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak ibu mengalami dehidrasi dan gangguan intake nutrisi yang akan memhayakan ibu dan kehamilannya. Air rebusan jahe dan madu dapat menurunkan emesis gravidarum, kandungan kimia dalam jahe yaitu minyak atsiri zingiberena, zingiberol, bisabilena, kurkumen, gingerol, flandrena, vitamin A dan rasa pahit dapat memblok serotonin yang merupakan neurotransmitter yang dihasilkan oleh neuron serotonergis pada system saraf pusat dan sel enterokromin pada saluran pencernaan sehingga memberikan rasa nyaman dalam perut serta madu mengandung enzim diatase, invertase, glukosa oksidase dan peroksidase untuk metabolisme sehingga lebih cepat diserap oleh tubuh. Memberikan minuman kombinasi jahe dan madu sebagai salah satu pilihan dalam pengobatan mual dan muntah pada wanita hamil.Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu untuk mengurangi emesis gravidarum. Metode: menggunakan Pre- experimental design dengan pendekatan one group pretest- posttest. Populasi ibu hamil TM I yang mengalami emesis gravidarum . Sampel sebanyak 20 responden dengan tehnik sampling consecutive sampling. Uji analisa dengan wilcoxons. Hasil: pada pre test 20 responden (100%) mengalami emesis gravidarum, pada post test mengalami penurunan yaitu 14 responden (70%) tidak mengalami emesis. Analisa data diperoleh p value 0,000<0,05. Kesimpulan: ada pengaruh pemberian rebusan jahe dan madu terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
THE EFFECT OF WILLIAM'S FLEXION EXERCISE ON REDUCING THE INTENSITY OF MENSTRUAL PAIN IN STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL NEGERI 5 TALANG KELAPA Wulandari, Rizki Sinta; Kamidah , Kamidah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Nyeri haid merupakan rasa sakit pada bagian bawah perut yang terjadi saat mengalami menstruasi. Nyeri yang terus-menerus membuat penderitanya tidak bisa beraktivitas khususnya pada remaja sehingga dapat mempengaruhi kegiatan pembelajaran bahkan menyebabkan ketidakhadiran di sekolah. Penanganan nyeri haid penting dilakukan salah satu jenis terapi non farmakologis untuk mengatasi nyeri haid dengan menggunakan William’s Flexion Exercise yang merupakan suatu program latihan bertujuan untuk mengulur otot-otot bagian posterior dan juga meningkatkan kekuatan otot abdominal serta lumbal bagian bawah sehingga nyeri haid dapat berkurang. Tujuan: mengetahui pengaruh William’s Flexion Exercise terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada siswi SMP Negeri 5 Talang Kelapa. Metode: jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain Pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-post test. Alat ukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Jumlah sampel 20 responden. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil: diperoleh rata-rata pretest dan posttest masing-masing sebesar 6,55 dan 0,70. Dari rata-rata tersebut diketahui terjadi penurunan nilai sebesar 5,85. Menunjukkan bahwa ada pengaruh nyeri haid sebelum dan sesudah intervensi William’s Flexion Exercise ditunjukan dengan hasil Sig 0,000<0,05. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh William’s Flexion Exercise terhadap penurunan intensitas nyeri haid pada Siswi SMP Negeri 5 Talang Kelapa.