Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ameena Journal

Perbedaan Pandangan Mazhab Syâfi'i dan Mazhab Hanafi tentang Pembunuhan sebagai Penghalang Hak Waris Haikal , Muhammad
Ameena Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i2.174

Abstract

Dalam hukum Islam, hak waris merupakan hak yang dijaga secara ketat dan diatur secara rinci dalam Al-Qur’an dan hadis. Akan tetapi, hak tersebut dapat gugur apabila terdapat sebab-sebab tertentu yang menjadi penghalang, salah satunya adalah pembunuhan terhadap pewaris. Pembahasan mengenai pembunuhan sebagai penghalang waris penting karena berkaitan dengan prinsip keadilan, yaitu agar pelaku pembunuhan tidak memperoleh keuntungan dari harta peninggalan orang yang dibunuhnya. Artikel ini membandingkan pandangan Mazhab Syâfi'i dan Hanafi terkait definisi dan batasan pembunuhan yang menyebabkan gugurnya hak waris. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah kitab-kitab fikih utama kedua mazhab. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mazhab Syâfi'i menekankan pada unsur niat dalam pembunuhan (al-‘amd), sedangkan Mazhab Hanafi lebih menitikberatkan pada aspek hukum formal, yaitu penerapan qisas. Perbedaan ini mencerminkan pendekatan moralistik dalam Mazhab Syâfi'i dan pendekatan formalistik dalam Mazhab Hanafi.
Kedudukan Aborsi Terhadap Iddah Perempuan Hamil Menurut Fiqh al-Syafi’iyyah Haikal , Muhammad
Ameena Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i1.217

Abstract

Iddah merupakan masa tunggu yang diwajibkan kepada perempuan setelah perceraian atau kematian suami, yang bertujuan untuk memastikan kekosongan atau keberadaan kandungan dalam rahim. Ketentuan iddah telah ditegaskan dalam nash Al-Qur’an dan Sunnah. Namun dalam praktiknya, terdapat fenomena sebagian perempuan yang melakukan aborsi dengan tujuan mempercepat berakhirnya masa iddah. Permasalahan ini menimbulkan pertanyaan hukum terkait kedudukan aborsi terhadap masa iddah perempuan hamil menurut perspektif fiqh al-Syafi’iyyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan iddah perempuan hamil serta kedudukan aborsi terhadap masa iddah tersebut menurut fiqh al-Syafi’iyyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan menelaah sumber-sumber fiqh mazhab Syafi’i yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut fiqh al-Syafi’iyyah, masa iddah perempuan hamil berakhir dengan melahirkan janin yang dikandungnya, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia. Janin tersebut minimal telah berusia delapan puluh hari, dinyatakan sebagai asal penciptaan manusia meskipun belum sempurna bentuknya, serta dapat dinasabkan kepada suami. Adapun aborsi dalam batas ketentuan tersebut dipandang memiliki konsekuensi hukum yang sama dengan persalinan atau keguguran, yaitu dapat mengakhiri masa iddah, dengan syarat seluruh janin telah keluar apabila terjadi kehamilan kembar. Dengan demikian, dalam perspektif fiqh al-Syafi’iyyah, berakhirnya iddah perempuan hamil ditentukan oleh keluarnya janin secara sempurna, bukan oleh sebab tindakan yang melatarbelakanginya.