Herdiansyah, Adi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan LKS Beracuan Problem Based Learning untuk Mendeskripsikan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMK Herdiansyah, Adi; Rahardi, Rustanto; Irawati, Santi
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v8i1.1893

Abstract

Modul yang digunakan guru pada pembelajaran matematika di SMKN 8 Malang lebih menekankan pada materi, contoh soal dan latihan soal. Contoh soal yang diberikan sudah berbasis kontekstual, tetapi kurang memberi kesempatan siswa untuk terlibat dalam pembelajaran. Hampir seluruh siswa dari tahun ketahun memperoleh hasil ujian dibawah KKM (kurang dari 60) pada materi barisan dan deret, karena kurangnya pemahaman siswa terhadap materi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) beracuan Problem Based Learning (PBL) untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika siswa SMKN 8 Malang pada materi barisan dan deret aritmetika yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Prosedur penelitian mengacu pada model ADDIE. Penelitian ini dianalisis dengan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Uji kevalidan LKS dilakukan oleh 2 validator, yaitu dosen matematika sebagai validator ahli dan guru SMKN 8 Malang sebagai validator praktisi. Setelah LKS dinyatakan valid, LKS diujicobakan kepada siswa kelas XI RPL C tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 33 siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tingkat validitas LKS yang dihasilkan dikategorikan valid dengan skor rata-rata 3.39. Rata-rata skor hasil uji kepraktisan mencapai yang berarti dalam kategori praktis. Tingkat keefektifan LKS beracuan PBL yang dihasilkan dikategorikan efektif. Hal tersebut diperoleh dari hasil tes formatif dan pada saat wawancara. Hasil tes formatif dan wawancara menunjukkan bahwa siswa dapat mencari struktur atau pola dari suatu permasalahan, siswa dapat memilih serta menggunakan prosedur dan konsep untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat menghubungkan konsep antar matematika atau matematika dengan bidang lain, siswa dapat memeriksa dan menjelaskan solusi dari permasalahan.
ANALISIS MISKONSEPSI MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Herdiansyah, Adi; Yusfa Lestari
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/1sz97459

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan miskonsepsi mahasiswa S1 Pendidikan Matematika di universitas yang berada di Malang ditinjau dari gaya kognitif intuitif dan sistematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui pemberian tes Cognitive-Style Inventory (CSI), tes pemecahan masalah, wawancara dan dokumentasi. Analisis data miskonsepsi mahasiswa dilakukan dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan gaya kognitif sistematis tidak mengalami miskonsepsi ketika memecahkan masalah. Mahasiswa menggunakan langkah-langkah secara sistematis ketika mencari solusi dari permasalahan, mulai dari menganalisis atau memahami masalah, merencanakan, melaksanakan rencana dan menafsirkan kembali. Mahasiswa dengan gaya kognitif intuitif masih banyak mengalami miskonsepsi dalam memecahkan masalah. Individu degan gaya kognitif intuitif juga menggunakan langkah-langkah tertentu dalam mencari solusi suatu pemasalahan, namun cenderung tidak runtut. Harapannya dalam pembelajaran matematika, pengajar dapat menekankan pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa untuk memahami konsep seperti mengajarkan dengan menunjukkan bagaimana kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari atau bidang lain.