Alfiya, Luluk
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Kegiatan Fingerpainting Di Kelas B RA Dzul Qornain Galis Alfiya, Luluk
WALADI Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v1i2.339

Abstract

Aspek perkembangan pada anak baik aspek perkembangan kognitif,fisik motorik, sosial emosional, seni dan lain sebagainya, oleh sebab itu dibutuhkannya suatu proses perkembangan aspek– aspek yang dapat mengoptimalkan proses tersebut seperti halnya memberikan suatu kegiatan bermain seraya belajar yang unik dan menarik bagi anak dan dapat mengoptimalkan proses perkembangan aspek– aspek tersebut salah satunya yaitu aspek seni dimana dalam aspek tersebut terdapat aspek kreativitas yang sangat penting untuk di kembangkan dengan meningkatnya aspek perkebangan kreativitas tersebut anak akan mulai bisa mengungkapkan ide atau pikiran yang ia miliki, hal ini sama dengan devinisi kreativitas tersebut yang dinyatakan bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan anak untuk memikirka sesuatu perkara yang nantinya akan dijadikan landasan atau ide – ide yang dapat mnyelesaikan suatu persoalan. Jenis Penelitian ini mengunakan metode observasi , wawancara, dokumentasin dan semudian data – data yang di dapat dilampirkan dan dideskripsikan dengan rinci. Berdasarkanhasil daripenelitian yang dilakukan dalam proses pelaksanan kegiatan finger painting di kelas B RA Dzul Qornain Galis menyimpulkan bahwa kegiatan untuk meningkatkan kreativitas anak usia din sudah “ mulai berkembang”
Implementasi Metode Token Economy untuk Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini Kelas A di RA Ta Kottah Daleman Galis Bangkalan Alfiya, Luluk
WALADI Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v2i1.382

Abstract

The background of this research is that educators find it difficult to find a way to encourage students in the teaching process, therefore educators have the initiative to develop children's learning with the token economy method so that children are more enthusiastic in learning because early childhood with prizes makes learning more intense. This research was conducted at RA Ta Kottah Daleman Galis Bangkalan and the type of research used qualitative research. The data collection method uses interview, observation, and documentation methods. The subjects of the study were educators and students at RA Ta Kottah in Daleman Village, Galis district, Bangkalan district. From the results of the discussions and research that has been carried out, the research has obtained a consensus that the early childhood learning process must be carried out creatively and funnily so that students can be more enthusiastic about the learning provided by educators. Meanwhile, the result of the analysis of data on early childhood discipline using the token economy method at RA Ta Kottah in Daleman Galis Bangakalan village is that there are benefits of discipline by using the token economy, it can make it easier for educators to create new ideas obtained through the token economy so that it can make it easier to improve children's discipline
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Kegiatan Fingerpainting Di Kelas B RA Dzul Qornain Galis Alfiya, Luluk
WALADI Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v1i2.339

Abstract

Aspek perkembangan pada anak baik aspek perkembangan kognitif,fisik motorik, sosial emosional, seni dan lain sebagainya, oleh sebab itu dibutuhkannya suatu proses perkembangan aspek– aspek yang dapat mengoptimalkan proses tersebut seperti halnya memberikan suatu kegiatan bermain seraya belajar yang unik dan menarik bagi anak dan dapat mengoptimalkan proses perkembangan aspek– aspek tersebut salah satunya yaitu aspek seni dimana dalam aspek tersebut terdapat aspek kreativitas yang sangat penting untuk di kembangkan dengan meningkatnya aspek perkebangan kreativitas tersebut anak akan mulai bisa mengungkapkan ide atau pikiran yang ia miliki, hal ini sama dengan devinisi kreativitas tersebut yang dinyatakan bahwa kreativitas adalah suatu kemampuan anak untuk memikirka sesuatu perkara yang nantinya akan dijadikan landasan atau ide – ide yang dapat mnyelesaikan suatu persoalan. Jenis Penelitian ini mengunakan metode observasi , wawancara, dokumentasin dan semudian data – data yang di dapat dilampirkan dan dideskripsikan dengan rinci. Berdasarkanhasil daripenelitian yang dilakukan dalam proses pelaksanan kegiatan finger painting di kelas B RA Dzul Qornain Galis menyimpulkan bahwa kegiatan untuk meningkatkan kreativitas anak usia din sudah “ mulai berkembang”
Implementasi Metode Token Economy untuk Meningkatkan Kedisiplinan Anak Usia Dini Kelas A di RA Ta Kottah Daleman Galis Bangkalan Alfiya, Luluk
WALADI Vol. 2 No. 1 (2024): Juni,Wawasan Belajar Anak Usia Dini
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/waladi.v2i1.382

Abstract

The background of this research is that educators find it difficult to find a way to encourage students in the teaching process, therefore educators have the initiative to develop children's learning with the token economy method so that children are more enthusiastic in learning because early childhood with prizes makes learning more intense. This research was conducted at RA Ta Kottah Daleman Galis Bangkalan and the type of research used qualitative research. The data collection method uses interview, observation, and documentation methods. The subjects of the study were educators and students at RA Ta Kottah in Daleman Village, Galis district, Bangkalan district. From the results of the discussions and research that has been carried out, the research has obtained a consensus that the early childhood learning process must be carried out creatively and funnily so that students can be more enthusiastic about the learning provided by educators. Meanwhile, the result of the analysis of data on early childhood discipline using the token economy method at RA Ta Kottah in Daleman Galis Bangakalan village is that there are benefits of discipline by using the token economy, it can make it easier for educators to create new ideas obtained through the token economy so that it can make it easier to improve children's discipline
Social Inclusion of Students with Autism Spectrum Disorder in Indonesian Mainstream Classrooms: A Social-Psychological Study Alfiya, Luluk; Anis, Nina; Huda, Nurul
International Journal of Educatio Elementaria and Psychologia Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijeep.v2i3.3062

Abstract

Students with Autism Spectrum Disorder (ASD) often face significant challenges in achieving full social inclusion within mainstream educational settings, particularly in countries with limited inclusive education infrastructures such as Indonesia. Despite the existence of inclusive education policies, actual practices in schools frequently fall short of supporting the social integration of students with ASD. This study aims to examine the extent and nature of social inclusion experienced by students with ASD in Indonesian mainstream classrooms from a social-psychological perspective. A mixed-methods design was employed, incorporating classroom observations, structured interviews with teachers, parents, and students, and quantitative surveys measuring peer acceptance and emotional well-being. The findings indicate that while policy frameworks endorse inclusion, students with ASD often experience social isolation, limited peer interaction, and inadequate teacher preparedness. Social acceptance was highly dependent on the teacher's attitude, peer training, and availability of support systems. The study concludes that achieving meaningful inclusion requires more than policy—it demands deliberate social and psychological interventions at the classroom level. These findings call for teacher training, inclusive pedagogy, and school-wide empathy-building programs to promote equitable learning environments for all students.
Integrasi Pendidikan Islam Berbasis Aswaja An-Nahdliyah dan Mindfulness dalam Pembelajaran Anak Usia Dini: Studi Muraqabah di Lembaga LP Ma'arif NU Alfiya, Luluk; Sandri , Ritna
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Ashlach: Journal of Islamic Education (Oktober)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v3i2.1086

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pengembangan aspek spiritual, sosial, dan emosional. Tantangan era digital menuntut inovasi pedagogis yang mampu menyeimbangkan ketenangan mental dan kesadaran ruhani. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi nilai Pendidikan Islam berbasis moderasi Aswaja An-Nahdliyah dengan konsep mindfulness (kesadaran penuh) di jaringan PAUD LP Ma’arif NU. Menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif, studi ini mengidentifikasi bahwa Muraqabah (kesadaran akan kehadiran Allah) berfungsi sebagai jembatan spiritual menuju mindfulness psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknik pernapasan sadar dengan rutinitas zikir (Tawazun) menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi regulasi emosi anak. Model ini memberikan cetak biru pedagogis bagi lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama dalam membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual.