Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Tanggung Jawab Orang Tua Dan Guru Aqidah Akhlak Dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan Muntadziroh, Siti; Setyaningsih, Rina; Mujiyatun, Mujiyatun
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.11146

Abstract

Orang tua dan guru Aqidah Akhlak  merupakan bagian di antara pihak-pihak yang paling bertanggung jawab dalam membentuk akhlak peserta didik. Namun karena keterbatasan yang ada pada meraka, pembinaan akhlak Peserta Didik tidak dapat berjalan secara ideal dan hasilnya pun belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi tanggung jawab orang tua dalam membentuk akhlak peserta didik, menggambarkan implementasi tanggung jawab Guru Aqidah Akhlak dalam membentuk  Akhlak Peserta Didik, dan membuktikan faktor-faktor yang menghambat  dan mendukung Implementasi Tanggung Jawab Guru Akhlak Peserta Didik dan orang tua dalam membentuk akhlak Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin serta solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dimulai dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan : 1) Tanggung jawab orang tua dalam membina akhlak anak-anaknya diimplementasikan dengan berbagai upaya, yaitu: membekali diri dengan ilmu agama, memberikan pendidikan agama sejak masih bayi, membimbing dan membiasakan anak untuk menjalankan kewajiban agamanya, dan mengarahkan anak untuk mengikuti pembelajaran mengaji; 2) Tanggung jawab guru Aqidah Akhlak dalam membina akhlak para peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin diimplementasikan dengan berbagai upaya, yaitu: mengintegrasikan pembinaan akhlak mulia dalam proses pembelajaran Aqidah Akhlak dan melaksanakan program pembiasaan yang mengarah pada pembentukan akhlak yang mulia; 3) Faktor-faktor yang menghambat implementasi tanggung jawab orang tua dan guru Aqidah Akhlak adalah: frekuensi kebersamaan orang tua dan anak di rumah sangat kurang, sinergitas antara pihak Madrasah dan orang tua dalam pengawasan siswa masih kurang; belum adanya bentuk evaluasi yang tepat untuk mengontrol kebiasaan siswa di rumah; kesadaran peserta didik untuk mempraktekkan pembiasaan disiplin ibadah masih kurang, kesadaran peserta didik untuk mempraktekan pembiasaan bersikap baik terhadap guru, terhadap lingkungan madrasah untuk menjaga kebersihan setiap hari masih belum sempurna. Menghadapi persoalan tersebut, baik orang tua maupun guru Aqidah Akhlak  melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya, baik secara terpisah maupun melalui kerja sama di antara kedua pihak.
Human Resource Development Strategy in Improving Teacher Performance and the Quality of Madrasah Tsanawiyah Anwar, Miftahul; Abun, Ahmad Rifai; Mujiyatun, Mujiyatun
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 2 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i2.9606

Abstract

This study aims to analyze human resource (HR) development strategies in improving teacher performance and the quality of Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah). The studyis background is the importance of the quality of educational human resources as a major factor in the success of Islamic educational institutions, especially in meeting the demands for learning quality, teacher professionalism, and madrasa competitiveness. The study used a qualitative, multi-site approach across three Madrasah Tsanawiyah in South Lampung Regency: MTs Negeri 4 South Lampung, MTs Mathla'ul Anwar Cintamulya, and MTs Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then tested for validity through triangulation of sources, techniques, and time. Data analysis was carried out through single-site and cross-site analysis. The results of the study indicate that HR development strategies are implemented through the POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) management function which includes teacher needs planning, ongoing training, academic supervision, teacher empowerment, performance evaluation, and strengthening work culture. This strategy impacts teacher competence and performance, learning innovation, work discipline, and the quality of madrasahs as institutions. This study recommends an adaptive, collaborative, and sustainable human resource development model for Madrasah Tsanawiyah.
Visionary Leadership of Madrasah Heads in Improving Brand Awareness and the Competitiveness of the Institution in Madrasah Tsanawiyah Fauzi, Muhammad; Abun, Ahmad Rifa'i; Mujiyatun, Mujiyatun
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v7i1.9965

Abstract

The visionary leadership of madrasah heads is an important factor in building public awareness and competitiveness of Islamic educational institutions in the midst of competition between educational institutions. This study aims to analyze the visionary leadership of madrasah heads in increasing brand awareness and institutional competitiveness in MTs Al Hidayah Marga Agung, MTs Raudlatul Jannah, and MTs Mathla'ul Anwar Rawa Selapa, South Lampung Regency. This study uses a qualitative approach with a multi-site case study type. Research data was obtained through interviews, observations, and documentation with data sources of madrasah heads, teachers, education staff, students, parents, madrasah committees, and institutional documents. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the visionary leadership of madrasah heads is realized through the formulation of a clear vision, vision communication, development of superior programs, strengthening Islamic values, improving service quality, stakeholder involvement, and managing public image and trust. These findings confirm that  madrasah brand awareness is not only formed through promotion, but through the consistency of vision, program quality, madrasah culture, and positive experiences of the community. This study concludes that visionary leadership contributes to increasing the competitiveness of madrassas through the formation of a differentiating identity, strengthening reputation, and increasing public trust.