Devyna Lufhf
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Optimasi Pengaruh Sisa Kapasitas dan Arus Pengisian Terhadap Keandalan Individu Baterai LiFePO4 3,2V 6AH Devyna Lufhf; Wahyudi, Bagus
Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 3 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jme.v1i3.2757

Abstract

Baterai LiFePO4 telah menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan energi penyimpanan yang aandal dan tahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sisa kapasitas dan arus pengisian terhadap umur siklus baterai LiFePO4 3,2V 6Ah. Pengujian pertama, yaitu pengujian sisa kapasitas. Pengujian ini dilakukan dengan mengisi baterai menggunakan arus 3A dan mengosongkan baterai hingga tiga tingkat sisa kapasitas yang berbeda, yaitu 0%, 10%, dan 20%. Proses pengisian dan pengosongan dilakukan secara terus menerus untuk menentukan jumlah siklus baterai. Hasil pengujian pertama menunjukkan bahwa Sisa kapasitas dan arus pengisian berpengaruh pada keandalan individu baterai LiFePO4 3,2V 6AH. Melalui studi keandalan ini, diperoleh kondisi terbaik hasil pengujian siklus baterai LiFePO4 3,2V 6AH pada saat pengujian dengan variasi sisa kapasitas 20%. Pengujian kedua, yaitu pengujian sisa kapasitas dan arus pengisian. Variasi sisa kapasitas yang diuji adalah 0%, 10%, dan 20%, arus pengisian yang digunakan adalah 3A, 4A, dan 5A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa kapasitas memiliki pengaruh signifikan terhadap siklus baterai LiFePO4 3,2V 6AH. Arus pengisian tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap siklus baterai LiFePO4 3,2V 6AH. Untuk mendapatkan siklus maksimum y = 820, diperlukan arus pengisian sebesar 3,1 A dan sisa kapasitas sebesar 24,1%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memaksimalkan umur siklus baterai LiFePO4 3,2V 6Ah, disarankan untuk menghindari pengosongan penuh hingga 0% dan memilih strategi pengosongan yang menyisakan kapasitas 20%.