Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Decision-Making Process for the Selection of Naval Base VI to Uphold its Functions Through the Multi-Criteria Decision Making (MCDM) Integration Approach Siregar, Rudi Hartono; Surbakti, Udi; Prasutiyon, Hadi
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 6 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i6.9691

Abstract

This research discusses the degradation condition of Naval Main Bases VI Makassar, which has experienced a decline in function as a naval operational support center. Factors such as the impact of the Makassar New Port (MNP) reclamation project and the morphological condition of the area have influenced the optimal implementation of base duties and the decrease in the base's confidentiality as an Integrated Fleet Weapon System (SSAT). Through the Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) method, this research aims to determine the best alternative in choosing the location of Naval Main Bases VI. The alternatives involved are Naval Bases Mamuju, Kendari, Naval Base Baubau, and Naval Base Palu. Criteria and sub-criteria, attributes as the basis for determining the best alternative choices include geography, resources, socio-cultural aspects, and vulnerability. The research results show that the use of the MOORA method provides optimal risk mitigation decisions for selecting the best alternative location. This research serves as an objective recommendation when deciding on more effective and targeted decision-making, thus using this method can achieve optimal results and can further develop knowledge in Decision Support Systems (DSS). The calculation results with the highest ranking are: Naval Base Palu with a value of (0.2402); this method is suitable for selecting the Alternative Naval Main Bases VI that is acceptable
Peningkatan Efektivitas Operasional Angkatan Laut Untuk mendukung Pertahanan Laut Natuna Utara Melalui Pendekatan System Thinking Nasution, Arman Hakim; Suryani, Erma; Mukhlis, Mukhlis; Pramundito, Rahmatika Jagad; Fadlillah, Muhammad Syamil; Lidiawaty, Berlian Rahmy; Kusuma, Moch. Farrel Arrizal; Santosa, Yoyok Nurkaya; Kusliana, Kusliana; Suharyo, Okol Sri; Siregar, Rudi Hartono; Kukuh, April; Kamila, Imtyaaz Achsanul; Ramadhan, Hajid Alauddin; Patria, Andika Insan; Rahman, Dinanti Vita; Nabil, Ahmad; Chalvani, Rafief
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.8054

Abstract

Studi ini berfokus pada peningkatan efektivitas operasional Angkatan Laut Indonesia di Laut Natuna Utara melalui pendekatan system thinking sebagai bagian dari implementasi program Minimum Essential Force (MEF). Meskipun Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan posisi strategis, wilayah Laut Natuna Utara menghadapi potensi ancaman yang memerlukan kekuatan pertahanan maritim yang tangguh. Program MEF, yang bertujuan membangun kekuatan pertahanan yang efektif hingga tahun 2029, menghadapi tantangan, terbukti dari selisih ketercapaian realisasi MEF sebesar 12,35% pada Tahap II (2015-2019), yang mengindikasikan adanya kendala signifikan dalam modernisasi alutsista. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model berbasis system thinking yang tidak hanya mengidentifikasi variabel kekuatan dan ancaman dari sudut pandang TNI Angkatan Laut, tetapi juga memetakan hubungan sebab-akibatnya melalui penyusunan Causal Loop Diagram (CLD). Model CLD ini mengintegrasikan 55 variabel (41 endogen, 14 eksogen) yang mencakup aspek pertahanan, ekonomi, dan politik. Hasil analisis menekankan pentingnya pengelolaan terpadu di luar sekadar penambahan alutsista. Model ini berfungsi sebagai kerangka strategis pendukung keputusan untuk meminimalkan kesenjangan realisasi MEF.