p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Veronika Yuliana Beku
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPAS Martir, Luxcya; Yohanes Vianey Sayangan; Veronika Yuliana Beku
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1829

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas penerapan model discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya pada materi perubahan energi. Discovery learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses penemuan sendiri oleh siswa, dan diharapkan dapat menstimulasi kemampuan berpikir kritis melalui penyelidikan dan investigasi secara aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SI Rutosoro. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi yang digunakan untuk mengamati dan mencatat aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, dan lembar tes digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah penerapan model discovery learning. Teknik analaisis data berupa analisis kualitatif dari lembar observasi dan analisis kuantitatif data dari lembar tes berupa tes uraian sebanyak 15 nomor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery leaning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS mengalami peningkatan sebesar 35% pada Siklus I dan 80% pada Siklus II. Data diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran, dan melalui observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa discovery learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SDI Rutosoro dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini menyarankan penggunaan discovery learning secara luas sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPAS Martir, Luxcya; Yohanes Vianey Sayangan; Veronika Yuliana Beku
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i3.1829

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas penerapan model discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya pada materi perubahan energi. Discovery learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses penemuan sendiri oleh siswa, dan diharapkan dapat menstimulasi kemampuan berpikir kritis melalui penyelidikan dan investigasi secara aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SI Rutosoro. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi yang digunakan untuk mengamati dan mencatat aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran, dan lembar tes digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah penerapan model discovery learning. Teknik analaisis data berupa analisis kualitatif dari lembar observasi dan analisis kuantitatif data dari lembar tes berupa tes uraian sebanyak 15 nomor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery leaning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS mengalami peningkatan sebesar 35% pada Siklus I dan 80% pada Siklus II. Data diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran, dan melalui observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa discovery learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SDI Rutosoro dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini menyarankan penggunaan discovery learning secara luas sebagai model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan berpikir kritis di sekolah dasar.