Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN KONDISI PADA JEMBATAN WAI POHON PULE I DAN JEMBATAN WAI POHON PULE II KOTA AMBON Tetiray, Jondri; Roberth, Herry Henry; Soumokil, Musper David
Journal Agregate Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/ja.v3i2.2467

Abstract

Bridges are a means of transportation that have a significant role in the smooth traffic movement. Where the function of a bridge is to connect transportation routes that are separated by rivers, swamps, lakes, straits, canals, highways and other crossings. Because the role of bridges is very important, it is necessary to evaluate the feasibility of the bridge. This research aims to analyze the damage level to the Wai Pohon Pule I and Wai Pohon Pule II Bridges in Ambon City based on the standard Bridge Management System (BMS) assessment. From the research results, there was damage to the Wai Pohon Pule I Bridge and the Wai Pohon Pule II Bridge with the condition values ​​of the bridges being as follows, the Wai Pohon Pule I Bridge with the condition value of the bridge being 3 (Damage that requires immediate action), the Wai Pohon Pule Bridge II with the condition value of the bridge being 3 (Damage that requires immediate action).
Penggunaan Pasir Pantai Dalam Campuran AC-WC Tehuwayo, Iin Satria; Purwanto, Hadi; Soumokil, Musper David
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 9 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i9.769

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang banyak memiliki pesisir Pantai dengan jumlah pasir Pantai yang besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal, sebagai bahan untuk pembanggunan terutama pembangunan jalan. Sering dengan bertambahnya pembangunan jalan ,maka semakin tinggi pula permintaan akan bahan dasar tersebut, serta kualitas yang memenuhi persyaratan. oleh karena itu perlu di cari sumber lain sebagai bahan alternatif, pemanfaatan secara maksimal sumber daya alam setempat yang ada sebagai salah satu Upaya penghematan, merupakan suatu hal yang harus dilakukan, dari hal tersebut yang menjadi masalah penelitian ini adalah Berapa besar pengaruh pasir pantai terhadap Penggunaan pasir pantai dalam campuran AC-WC. Bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh pasir pantai terhadap nilai  Penggunaan pasir pantai dalam campuran AC-WC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Experimental, Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu Metode Experimental dengan material untuk pengujian pasir pantai (agregat halus), pasir pantai (agregat kasar), filler tetap 2%, aspal tetap 6%, Data Sekunder yang digunakan dalam penelitian ini, Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah GMF dan GMA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Nilai VIM memenuhi syarat pada kadar pasir pantai 0% dan 6%, Nilai VMA tidak  memenuhi syarat pada kadar pasir pantai 0% dan 6%, Nilai VFB memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Nilai Stabilitas memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Nilai Flow memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Nilai Marshall Quetient memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Pada Nilai KAO (Kadar Aspal Optimum) 6,75% pasir pantai yang digunakan dari kadar 0% dan 6% memenuhi semua persyaratan., VFB,Stabilitas, dan Flow. Sehingga kadar pasir pantai yang digunakan sebagai bahan tambah aspal dalam pencampuran aspal adalah kadar pasir pantai 0% dan 6%, Dalam hasil uji yang telah dilakukan, kadar pasir pantai yang dapat digunakan 0%-6% namun Kadar pasir pantai yang nilai – nilai nya paling baik baik untuk digunakan sebagai campuran yang paling optimum adalah campuran dengan kadar pasir pantai 0%.
Tinjauan Kembali Kerusakan Jembatan Wai Tomol Dan Walawella Pada Ruas Jalan Morella – Liang Kabupaten Maluku Tengah Marasabessy, Nursyahirah; Roberth, Herry Henry; Soumokil, Musper David
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 10 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i10.797

Abstract

Jembatan adalah jenis konstruksi yang menghubungkan dua bagian jalan yang dibagi oleh hambatan seperti, lembah, sungai, saluran irigasi dan limbah, rel kereta api, dan lain-lain. Oleh karena itu diperlukan upaya pemeliharaan atau perbaikan dengan manajemen yang baik, yaitu dengan sistem pemeriksaan kondisi jembatan yang akurat dan efektif. Metode yang akan digunakan untuk menilai kondisi kerusakan jembatan pada penelitian ini adalah acuan dari Sistem Manajemen Jembatan (Bridge Management System/BMS). Tujuan tinjauan kembali tingkat kerusakan jembatan Wai Tomol dan Walawella menggunakan metode BMS (Bridge Management System). Hasil tinjauan yang di dapat dari penerapan metode ini adalah agar dapat mengidentifikasi dan mempresentasikan tingkat kerusakan pada jembatan Wai Tomol dan Walawella. Hasil penilaian kondisi jembatan Wai Tomol dan Walawella dilapangan terdapat beberapa kerusakan pada elemen kedua jembatan tersebut yaitu:Jembatan Wai Tomol dengan kerusakan elemen gelagar dengan nilai kondisi 1, pelat injak dengan nilai kondisi 1, sistem lantai dengan nilai kondisi 2 dan sandaran dengan nilai kondisi 3. Pada jembatan walawella dengan kerusakan elemen pelat injak dengan nilai kondisi 1, sistem lantai dengan nilai kondisi 1, expantion joint dengan nilai kondisi 2 dan sandaran dengan nilai kondisi 2. Serta rekomendasi penanganan berdasarkan nilai kondisi jembatan yaitu : jembatan Wai Tomol dengan nilai kondisi 3 adalah sedang (rehabilitasi) dan jembatan Walawella dengan nilai kondisi 2 adalah baik (pemeliharaan rutin dan berkala).