Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DIGITALISASI MENTRANSFORMASI PRAKTIK MANAJERIAL Supriyanta, Supriyanta; Fifaldyovan, Muhammad Ikhsan
MUARA Vol 6, No 1 (2023): Muara
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v6i1.70

Abstract

Transformasi digital merupakan fenomena yang komplek dan multi-faset, serta menjadi tantangan untuk mengelolanya secara efektif. Salah satu faset dari fenomena ini adalah peran manajer. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan praktek manajerial dan kompetensi yang dibutuhkan terkait transformasi digital di dalam organisasi.
MENELUSURI DEMURRAGE: EVALUASI OPERASIONAL DAN ADMINISTRATIF DALAM KETERLAMBATAN BONGKAR MUAT KAPAL DI PELABUHAN PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA, CILEGON BANTEN (STUDI KASUS PADA KAPAL MV HUI KANG HAI) Dewi, Shinta Mardiana; Fifaldyovan, Muhammad Ikhsan; Juniarti, Kurnia
MUARA Vol 8, No 1 (2025): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v8i1.95

Abstract

This study aims to analyze the causal factors behind demurrage incidents during the unloading process of MV Hui Kang Hai at PT Krakatau Bandar Samudera Port, Cilegon, Banten. Demurrage refers to the additional cost incurred due to delays in completing the unloading activities beyond the agreed contract time (laytime). The research applies a mixed-method approach using a case study design, including field observation, in-depth interviews with port operators, and review of technical and administrative documentation. Findings reveal a total delay of 48 hours, resulting in demurrage costs estimated at USD 8,000–10,000 (IDR 128–160 million). The primary contributing factors include inefficiencies in cargo handling labor (25%), delays in document and clearance processes (20.83%), equipment breakdowns (16.67%), and weather disruptions (12.5%). The remaining delays were due to idle time and lack of inter-shift coordination. These findings underscore the urgent need to improve operational monitoring systems, digitize port administration, enhance workforce management, and integrate meteorological data into daily operational planning. This research contributes to strengthening port service systems through data-driven and systemic analysis
ANTESENDEN PERCEIVED WEBSITE SERVICE QUALITY: STUDI KASUS KONSUMEN E-TICKETING Fifaldyovan, Muhammad Ikhsan; Sumardi, Sumardi
MUARA Vol 7, No 2 (2024): MUARA
Publisher : Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62826/muara.v7i2.89

Abstract

Persaingan jasa pelayaran yang semakin kompetitif mendorong penggunaan kemajuan teknologi informasi sebagai salah satu inovasi dalam strategi pemasaran. Website service quality masih menjadi tantangan perusahaan-perusahaan pelayaran yang diindikasikan dengan keluhan atau ulasan negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi antesenden dari perceives website service quality. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek sebanyak 127 konsumen yang melakukan pembelian e-ticketing di website PT X di Semarang, yang diperoleh secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian adalah Website Functionality berpengaruh positif terhadap Perceived Service Quality; personalization/customization berpengaruh positif terhadap perceived service quality; dan reputation berpengaruh positif terhadap perceived service quality. Manajemen perusahaan perlu memahami proses pembentukan perceived service quality sehingga dapat mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk mengakomondasi kebutuhan/keinginan konsumen.