Ikan patin (Pangasius hypopthalmus) banyak dibudidyakan di provinsi Riau, khususnya di daerah Kampar, sehingga daerah ini banyak terdapat industri pengolahan ikan patin. . Oleh sebab itu perlu suatu inovasi untuk memanfaatkan Ikan patin tersebut, yakni dengan cara menganekaragamkan (diversifikasi) pengolahannya menjadi berbagai macam produk olahan, salah satunya adalah nugget ikan. Dengan demikian rekayasa mutu produk sangat diperlukan, agar produk nugget ikan disukai anak balita sebagai makanan jajanannya. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daging ian patin menjadi produk nugget ikan dengan berbagai formulasi. Metode yang digunakan adalah metode eksprimen dengan satu faktor perlakuan yaitu formulasi pengolahan nugget ikan dengan 3 taraf perlakuan, dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai organoleptik nugget ikan patin yang ditambahkan daun 15% merupakan taraf perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata 8,0 (rupa (7,71), aroma (7,72), rasa (7,86) dan tekstur (7,85) serta sesuai dengan standar SNI (2014). yang ditetapkan (minimal 7,0). Selanjutnya nilai gizi atau komposisi proksimat nugget ikan patin terbaik tersebut adalah kadar protein 12,41%, lemak 0,79%, abu 2,03%, Air 71,15% dan karbohidrat 3,64%. Berdasarkan analisis pendapatan bahwa keuntungan yang bisa Anda peroleh dengan menjual nugget ikan patin sebanyak 160 buah dengan harga Rp 3.000 per buah dalam satu kali produksi adalah Rp 244.000,- atau 8 kali produksi per bulan adalah sebesar 8 x Rp 244.000,- = Rp