Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Konsep Diri pada Atlet LGBT di Sidoarjo Arum, Adelia; Hazim, Hazim
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v14i2.9788

Abstract

Often, the people around him view a person's orientation negatively. Lesbian sexual orientation is one of the sexual orientations that usually receives a negative stigma, which can influence the self-perception of the individual concerned. This research aims to find out how the self-concept of LGBT individuals is currently widespread in society. The research sampling technique used a purposive sampling technique with the criteria that the subjects were LGBT individuals, especially female athletes who had a lesbian sexual orientation aged 20-23 years and lived in Sidoarjo. The number of samples used in this research consists of 2 research subjects and two significant others to validate information from research subjects. This research uses triangulation methods with the data analysis technique used in this research, namely, descriptive analysis techniques and flow models. The results showed that both subjects had a negative self-concept picture. This is demonstrated by rejection of self-acceptance, negative thoughts about oneself, lack of definite goals and direction in life, and poor relationships with family. It's just that the second subject has differences in the goals and direction of a good life.
Upaya Penegakan Hukum Dalam Menghadapi Praktik Money Politics Pada Pelaksanaan Pemilu di Indonesia Arum, Adelia
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 2 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i2.6723

Abstract

Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat yang seharusnya menjunjung tinggi asas kejujuran, keadilan, dan kebebasan. Tetapi pada kenyataannya, praktik money politics justru menjadi strategi umum yang digunakan untuk meraih dukungan pemilih. Padahal pemilu tidak hanya dipandang sebagai prosedur formal, melainkan sebagai tolak ukur kualitas demokrasi. Penelitian ini mengulas berbagai faktor yang menyebabkan politik uang masih berlangsung hingga saat ini, di antaranya sistem proporsional terbuka, lemahnya identifikasi pemilih terhadap partai politik, kondisi sosial-ekonomi masyarakat, serta rendahnya efektivitas pengawasan oleh lembaga seperti KPU dan Bawaslu, serta bagaimana upaya penegakan hukum dalam menghadapi praktik tersebut.  Analisis terhadap regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, menunjukkan bahwa meskipun telah tersedia landasan hukum, penegakannya masih menemui banyak hambatan baik dalam substansi aturan maupun implementasi di lapangan. Sehingga, penelitian ini dibutuhkan guna mendukung reformasi menyeluruh baik dari sisi regulasi, penguatan kelembagaan, hingga perubahan budaya politik masyarakat untuk menciptakan pemilu yang demokratis, partisipasif, serta berorientasi pada keadilan sosial, kesadaran hukum dan integritas penyelenggara.