Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Piper crocatum dan Ekstrak Akuades Elaeocarpus ganitrus pada Kadar Gula Tikus Lestari, Apriani; Kiromah, Naelaz Zukruf Wakhidatul; Fitriyati, Laeli
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 13, NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v13i1.6298

Abstract

Diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia. Antidiabetic research using natural ingredients has been carried out a lot, one of which is by utilizing red betel leaves and granite leaves. Combining two plants must be done to increase the antihyperglycemic effect and reduce the toxic effects. This study aimed to obtain the most effective dose variations in combinations of plants that are safer and have better results so that they can be used as alternative treatments. The blood sugar levels were measured in vivo on white Wistar rats induced with streptozotocin using a glucometer. The results showed that a single extract of red betel leaf (100 mg/kg BW) and a single extract of granite leaf (100 mg/kg BW) had a percentage decrease in blood sugar levels of 27% and 10%, respectively. While the combination of extracts with a ratio of 100:100, 50:50, 100:50, and 50:100 mg/kg BW has a decrease in blood sugar levels of 50%, 42%, 33%, and 19% after 21 days of observation. The study also showed that the positive control of 0.036 mg glimepiride caused a 36% decrease in sugar levels. Statistical analysis proved that the effect of reducing blood sugar levels on days 0 to 21 differed for each treatment group with a p-value of 0.05. The study concluded that the combination of red betel leaf extract and granite leaf extract was more effective on blood sugar levels than the single extract of each plant in white male Wistar rats. The percentage reduction in blood sugar levels of the combination extract with a dose ratio of 50:50 mg/kg BW and 100:100 mg/kg resulted in better antidiabetic activity than the positive control glimepiride. The combination ratio of 100:100 mg/kg BW extract had the best antidiabetic activity compared to the other extract treatment groups.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) dengan Pelarut Etanol dan Metanol terhadap Streptococcus mutans Fajrian, Zesi Oktina Nur; Kiromah, Naelaz Zukruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gigi dan mulut di Indonesia mengalami peningkatan, salah satunya adalah plak gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcu mutan. Cara untuk mengatasinya adalah dengan mengguakan obat kumur yang mengandung senyawa antibakeri chlorhexine. Chlorhexidin memiliki efeksamping iritasi mulut, rasa terbakar dan perubahan presepsi rasa. Untuk meminimalkan efek samping tersebut maka dibutuhkan antibakteri herbal. Bawang merah mengandung senyawa allin, alisin dan flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi antibakteri dari ekstrak etanol dan metanol bawang merah terhadap bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menguji aktivitas antibakteri menggunakan bakteri Streptococcus mutans. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Ducan untuk melihat perbedaan tiap perlakuan. Hasil rerata diameter zona hambat untuk ekstrak etanol yaitu 5,22 mm (10%), 5,17 mm (20%), 5,96 mm (30%), 6,28 mm (40%) dan 5,86 mm (50%). Untuk ekstrak metanol adalah 4,,88 mm (10%), 5,23 mm (20%), 5,88 mm (30%), 4,95 mm (40%) dan 5,65 mm (50%). Analisis One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan Ducan menunjukan bahwa kedua ekstrak bawang merah memiliki potensi sebagai antibakteri dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kesimpulan dari penepitian ini adalah ekstrak etanol dan metanol bawang merah dengan konsentrasi 10, 20, 30, 40 dan 50% memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Streptococcus mutans.