Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelayanan Kemasyarakatan Workshop Menjahit di Kalangan Kaum Wanita di Lingkungan PGIS Kota Cirebon Tedjo, Tony; Jonathan, Jonathan; Salim, Hartini; Sianturi, Mahmud; Tetty, Daniel Edward
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i5.1556

Abstract

Para mahasiswa mencoba mencari kegiatan yang sifatnya dilakukan bersama antara beberapa denominasi gereja dan memberikan manfaat secara langsung bagi lingkungan gereja dan masyarakat umum di kemudian hari. Dari hasil diskusi, akhirnya para mahasiswa memutuskan untuk membuat kegiatan workshop menjahit di kalangan kaum wanita di lingkungan PGIS kota Cirebon. Kota Cirebon adalah kota penghasil kain batik, salah satu yang menjadi ikon dan banyak dikenal oleh masyarakat adalah batik motif “mega mendung”. Batik ini bila di bila dijual langsung, harganya menjadi murah dan minatnya juga terbatas kalau dijual dalam bentuk kain. Bila dijual dalam bentuk produk jadi fashion (baju, celana, asesoris seperti tas, dompet, topi) akan sangat mungkin diminati oleh banyak orang dan tentunya ada nilai tambah di harga jual.
Pernikahan Sejenis Bercermin dari Kitab Kejadian Salim, Hartini
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu pernikahan sesama jenis merupakan salah satu perdebatan etis dan teologis yang menonjol dalam masyarakat kontemporer, khususnya di tengah perkembangan wacana hak asasi manusia dan perubahan sosial global. Perdebatan ini juga menjadi tantangan serius bagi gereja, yang dihadapkan pada ketegangan antara tuntutan inklusivitas dan kesetiaan terhadap ajaran Kitab Suci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pernikahan berdasarkan narasi penciptaan dalam Kitab Kejadian, khususnya pasal 1 dan 2, serta merefleksikan implikasinya terhadap perdebatan mengenai pernikahan sesama jenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, dengan Alkitab sebagai sumber utama yang didialogkan dengan literatur teologis dan etis kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kitab Kejadian memandang pernikahan sebagai institusi ilahi yang dirancang sebagai penyatuan antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan “satu daging”, yang mencakup dimensi fisik, emosional, dan spiritual. Konsep ini menjadi dasar teologis utama dalam pemahaman pernikahan Kristen. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan adanya ketegangan akademik antara tafsir teologis tradisional dan pendekatan etis modern yang menekankan prinsip kesetaraan dan hak asasi manusia. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa gereja perlu merespons isu pernikahan sesama jenis secara reflektif dan bertanggung jawab, dengan tetap berpegang pada otoritas Kitab Suci sekaligus menyadari kompleksitas konteks sosial kontemporer.
MENGHADIRKAN KUASA ALLAH PADA MASA KINI BERKACA DARI GEREJA MULA-MULA Jonathan AK; Hermanto, Yanto Paulus; Sianturi, Mahmud; Salim, Hartini
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1583

Abstract

Pada masa gereja mula-mula, Pelayanan rasul-rasul ditandai dengan manifestasi nyata kuasa Roh Kudus melalui berbagai tanda dan mukjizat. Dalam Kisah Rasul 5:12, misalnya, dicatat bahwa banyak tanda dan mujizat terjadi melalui tangan para rasul di antara jemaat. Bayangan Petrus bahkan menyembuhkan orang sakit (Kis. 5:15), sementara sapu tangan Paulus membawa kesembuhan (Kis. 19:11-12). Namun, gereja masa kini cenderung mengutamakan pendekatan rasional dan struktur organisasi, mengesampingkan manifestasi Roh Kudus. Tantangan modern mengharuskan gereja untuk tetap seimbang dalam mengutamakan firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus, seperti diajarkan Yesus dalam Matius 22:29. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan cara studi kepustakaan dimana informasi dikumpulkan dari berbagai sumber. Kajian ini menyoroti pentingnya peran Roh Kudus sebagai sumber kekuatan yang membekali jemaat dengan iman teguh, ketaatan, dan keberanian dalam pelayanan dan bagaimana agar Pelayanan gereja dapat menghadirkan Kuasa Roh Kudus. Sudah saatnya gereja kembali mengandalkan kuasa Roh Kudus agar relevan dan efektif dalam mengatasi tantangan dunia modern yang rasionalistis, serta untuk mewujudkan pelayanan yang membawa orang kepada Kristus melalui keseimbangan antara pengajaran firman dan kuasa ilahi.